RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Bayi Baru Lahir Sudah Bisa Mengenali Sekitarnya Loh!

Bayi Baru Lahir Sudah Bisa Mengenali Sekitarnya Loh!

TUBUH si kecil basah, licin dan bersaput darah saat keluar dari rahim Ibu. Seringkali ia meringkuk kedinginan dan tangannya pun terus menggenggam, seakan berkata, “Ibu, aku kedinginan.” Ternyata, sejak usia 0 bulan, panca indra bayi sudah berfungsi loh.

Nah agar dapat mempelajari ‘keajaiban’ indra si mungil, dr Trully Kusumawardhani, SpA, dari RSIA Hermina Podomoro memaparkannya untuk Anda.

Saat bayi baru lahir, indra pendengaranlah yang paling awal berfungsi dengan baik. Dalam hal ini, bayi mulai mendengar suara dalam frekuensi dan desibel tertentu.

Biasanya, saat mendengar suara, bayi baru lahir akan merespon dengan gerakan. Namun, bila dia hanya diam saja, Ibu bisa curiga terjadi sesuatu dengan pendengarannya. Karena itu, dianjurkan agar ibu melakukan pemeriksaan telinga (hearing screening) untuk mendeteksi dini, apakah bayi mengalami gangguan pendengaran atau tidak.

Rupanya, ada banyak hal yang mengakibatkan gangguan pendengaran, misalnya infeksi, trauma dan suara yang terlalu bising. Masalah gangguan pendengaran ini bisa terbawa hingga usia anak-anak. Jadi, waspada ya, Moms!

Bicara soal suara, bayi bisa mengenali asal suara itu melalui beberapa tahapan, yaitu gelombang suara ditangkap oleh daun telinga dan diteruskan menuju membran timpani. Lalu, membran ini mengubah gelombang suara menjadi getaran. Selanjutnya, getaran ini melewati tulang pendengaran yang kemudian diteruskan menuju rumah siput (koklea). Di rumah siput inilah terdapat reseptor berupa rambut-rambut sensoris dan pergerakan cairan yang mengantarkan getaran menuju sel syaraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls dan diubah menjadi informasi suara.

Bila bayi ibu indra pendengarannya baik, sejak usianya tiga hari, ia bisa mengenali suara ibu yang memanggil namanya. Dahsyat, ya!

Sebenarnya, bayi familiar loh mendengar suara. Kok bisa? Pasalnya, saat dalam kandungan, ia bisa mendengar detak jantung, denyut sistem pencernaan, bahkan suara yang asalnya dari luar, misalnya suara ibu atau ayahnya.

Pun, si kecil peka dengan suara nyaring dan keras dari luar -seperti suara nyalak anjing, suara penghisap debu- dia gampang kaget.

Kalau bayi Moms kaget, mudah kok untuk menenangkannya. Cukup perdengarkan suara lembut. Suara Mom dan Dad adalah ‘musik’ bagi bayi loh!

Uniknya, apapun yang ibu dan ayah lakukan pada bayi, dia mengetahuinya, termasuk menyanyikan lagu, membacakan cerita. Bahkan, saat usianya bertambah, dia akan mengingat lagu atau cerita yang pernah didengarnya. Mengagumkan, bukan?

Bila ibu sedang menggendong si mungil, dia bisa melihat ibu loh. Rupanya, bayi baru lahir bisa melihat cukup baik dengan fokus yang jelas untuk benda berjarak sekitar 20-25 cm. Jadi, tidak heran, bila bayi sedang digendong ibunya, dia memandangi Anda dengan sungguh-sungguh. Ya! Sebab, dia bisa melihat paras ibunya.

Uniknya, bayi baru lahir lebih senang melihat wajah ketimbang benda lain di sekitarnya. Bahkan, 36 jam setelah lahir, bayi bisa mengenali garis dan bentuk wajah Moms dibanding orang lain. Saat Ibu bergerak, matanya pun akan mengikuti gerakan Ibu.

Meski penglihatan bayi sudah berfungsi, namun pandangan bayi masih kabur atau gelap bila melihat benda dalam jarak lebih dari 25 cm. Hal ini wajar saja, karena otot mata bayi masih berkembang dan baru sempurna setelah beberapa bulan berikutnya.

Ibu boleh kok menyodorkan beberapa gambar pada bayi. Karena, bayi bisa melihat warna dan bentuk tertentu. Ia senang juga melihat garis melengkung dibanding garis lurus, benda tiga dimensi daripada benda datar. Lalu, minggu-minggu pertama, bayi lebih tertarik dengan bentuk yang berwarna hitam dan putih ketimbang yang berwarna.

Saat bayi lahir, ia bisa membaui karena mereka tahu bagaimana rasanya. Hal ini menandai bahwa antara indra penciuman dan indra perasa berhubungan erat. Penelitian menyebutkan bahwa bayi baru lahir cenderung menyukai rasa manis, ASI contohnya. Bayi usia satu minggu bisa membedakan rasa dan bau ASI milik ibu dengan ibu lainnya. Begitu bayi membaui ASI, akan merangsangnya untuk menyusu.

Si mungil juga tertarik dengan aroma tubuh ibunya. Ia bisa juga membuang muka bila mencium bau yang tidak sedap. Begitu pula dengan rasa. Bayi yang menyukai rasa manis, akan menangis bila dia disuguhi rasa asin.

Enam bulan pertama, bayi menyusu ASI. Setelah itu, barulah bayi mengasup MPASI. Ibu, untuk awalnya, mulailah mengenalkan sayuran manis, misalnya wortel atau ubi. Setelah bayi agak besar, mulai kenalkan dengan pelbagai rasa pada variasi makanannya.

Intinya, jangan ragu mengenalkan pelbagai rasa. Dan, ASI atau susu formula melengkapi kepuasan rasa bagi bayi baru lahir.

Yang terpenting bagi bayi baru lahir adalah sentuhan. Melalui kulit dan kepekaan, ia mempelajari dunia sekitarnya. Memang, awalnya bayi hanya tahu kenyamanan. Lalu, dia belajar lingkungannya melalui sensasi, misalnya tekanan, suhu udara, dan tekstur. Sebagai contoh, saat bayi baru lahir, dia merasakan perubahan suhu, yang tadinya hangat dalam perut ibu dan saat lahir, dia merasakan dingin untuk pertama kalinya.

Selain itu bayi merasakan lembutnya sentuhan orangtuanya, seperti pelukan yang hangat, belaian, mengayun, menggendong, dan sebagainya. Lewat sentuhan inilah bayi dan ibu semakin terasa nyaman. Dan, sentuhan menjadi bahasa yang melekatkan kedekatan hubungan anak dan orangtua. Sehingga, jangan segan-segan untuk berulangkali mengecupi si mungil. Niscaya, dia merasakan nyaman luar biasa.

Disarankan bagi para ibu, jangan terlalu lama menutup tangan bayi dengan sarung tangan. Mungkin Moms bertujuan untuk menghangatkan tangannya atau khawatir tangan dan kuku mengenai wajahnya, misalnya. Hal itu boleh saja dilakukan. Tetapi, beberapa hari selanjutnya, ibu musti melepaskan sarung tangan pada tangan bayi, supaya dia belajar membuka dan menutup tangannya. Selain itu, bayi bisa merasakan sentuhan yang ibu berikan.(oz/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

One comment

  1. waduh… bahagia banget rasanya bila mendekap simungil, apalagi setelah membaca artikel ini saya bangga jadi ibu…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*