RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Menanamkan Sifat Sayang Terhadap Sesama Dimulai dari Keluarga

Menanamkan Sifat Sayang Terhadap Sesama Dimulai dari Keluarga

SETIAP anak terlahir dengan kepolosan. Salah satu sifat yang perlu ditanamkan adalah mengasihi sesama. Sifat ini perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga.

Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi anak yang baik atau mengerti kesulitan orang lain. Untuk memiliki anak dengan sifat tersebut, ternyata membutuhkan waktu dan pendidikan dari orangtua. Tidak mudah memang mengajarkan anak mengerti pentingnya berbagi terhadap sesama. Kecuali dengan pelatihan dan pendidikan yang dilakukan terus-menerus di rumah dan lingkungan terdekat.

Langkah awal yang harus ditanamkan adalah memberikan pengertian tentang dasar kasih sayang. Seperti menggambarkan kepada mereka bahwa kasih sayang itu adalah rasa peduli terhadap sesama. Sikap sayang sesama dapat dilatih kepada anak dengan cara memberi tahu anak bagaimana harus bersikap saat berteman. Mereka juga harus diajarkan mengutarakan perasaan dengan kata-kata.

Bagi anak, hal itu sangat penting karena pada saat anak-anak, segala sesuatu ingin diketahui. Langkah lain yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan penguatan positif pada perilaku sayang. Karena kebanyakan orangtua hanya memerhatikan anak ketika melakukan hal baik dan tidak baik. Anak berperilaku tidak baik karena anak merindukan perhatian orangtua. Karena itu, nyatakan penghargaan dan sayang Anda pada saat anak berperilaku sayang, maka dia akan lebih sering menunjukkan perilaku sayang.

“Ini bertujuan untuk melatih anak agar lebih positif dalam bertindak dan bersikap. Dengan kasih sayang yang diajarkan kepada mereka, anak-anak akan mengerti kesulitan orang lain,” kata psikolog anak dari Universitas Indonesia (UI) dr Wijaryanto Tanaka.

Hal lain yang harus diajarkan orangtua kepada anak menurut Wijaryanto adalah mengajarkan mereka untuk menolak perilaku yang bertentangan dengan kasih sayang. “Anak-anak perlu belajar apa yang dapat atau tidak diterima untuk mencapai keinginannya. Jika untuk mendapatkan keinginannya, seorang anak menyakiti atau merugikan orang lain, maka hal ini bertentangan dengan kasih sayang,” sebutnya.

Wijaryanto juga menambahkan, “orangtua perlu menjelaskan menyakiti orang lain adalah cara yang salah,” sebut dia lagi. Langkah-langkah awal yang harus ditanamkan orangtua untuk menanamkan dan membangun munculnya rasa sayang terhadap sesama, menurut Wijaryanto, adalah dimulai dengan memberikan kasih sayang yang cukup pada anak.

Membuat anak merasa disayangi merupakan salah satu cara terbaik bagi orangtua dalam membangun munculnya rasa menyayangi orang lain. “Anak yang disayang orangtuanya cenderung akan menyayangi anak lain. Sebaliknya, anak yang ditolak akan bersikap agresif, kurang mempunyai rasa sayang,” sebutnya.

Selanjutnya, anak akan merasa dicintai jika melihat orangtua, guru, atau pendidik lainnya merasa senang atas kehadirannya. Misalnya ketika dia masuk dalam ruangan disambut dengan senyum. “Bahkan anak akan merasa dicintai kalau kita peka terhadap kebutuhannya. Seorang anak akan tahu bahwa dia dicintai jika kesuksesannya membuat kita bersuka dan kegagalannya membuat kita berduka,” tuturnya. (oz/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*