RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Berinvestasi dengan ASI

Berinvestasi dengan ASI

Semakin banyak ibu yang menyadari tentang manfaat ASI sebagai asupan zat gizi utama pada bayi yang tak akan pernah tergantikan sampai kapanpun. Para ibu yang dengan berbagai alasan belum memberikan ASI bagi sang buah hatinya mungkin mulai bisa berpikir ulang. Memberikan ASI kepada sang buah hati adalah investasi yang tak pernah akan merugi. Apa saja sebenarnya manfaat yang bisa didapat dari ASI dan mengapa penting ASI ekslusif? Apakah ASI saja cukup buat bayi? serta berbagai pertanyaan lain seputar ASI dapat Anda temukan jawabannya di sini.

Hebatnya Manfaat ASI

Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi (menyusui). Berwarna putih dan mengandung komponen-komponen zat gizi maupun nongizi. Secara garis besar, ASI terdiri atas 88.1% air, 3.8% lemak, 0.9 % protein, 7.0% laktosa, dan komponen lainnya sebesar 0.2%.

Kelenjar mamae memang diciptakan Allah dengan tujuan memberikan khasiat yang terbaik bagi pertumbuhan bayi. Tak hanya kenyataan bahwa di awal kelahiran bayi telah memiliki naluri untuk menyusu pada ibu, ASI pun memiliki kandungan nutrisi lengkap yang keragamannya sesuai dengan porsi kebutuhan bayi dan masa pertumbuhannya. Artinya, ASI yang dihasilkan dari kelenjar susu ternyata berbeda komposisinya dari waktu ke waktu.

Terdapat tiga bentuk ASI yang berbeda dalam komposisi dan karakteristiknya, yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matang. Kolostrum merupakan cairan yang dihasilkan payudara setelah melahirkan selama 4-7 hari dengan volume 150-300 ml/hari, serta memiliki perbedaan karakteristik maupun komposisi dengan ASI matang. Bentuk ASI yang kedua adalah ASI transisi. ASI dalam bentuk ini dihasilkan dalam waktu 8-20 hari setelah kolostrum. Kandungan lemak dan laktosa di dalamnya lebih tinggi, sedangkan protein dan mineralnya lebih rendah. Sedangkan ASI matang (mature), dihasilkan > 21 hari setelah melahirkan dan memiliki volume 300-850 ml/hari yang dipengaruhi stimulasi pada saat menyusui.

Dengan kandungan protein, lemak, dan asam lemak Omega-3 yang mudah dicerna, ASI amat bermanfaat untuk mendapatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan bayi secara optimal. Manfaat lainnya adalah:
Membantu perkembangan otak dan sistem saraf serta meningkatkan IQ.
Mmelindungi bayi dari penyakit seperti gangguan pencernaan, masalah pernapasan, dan gangguan telinga karena ASI mengandung sel-sel hidup dan antibodi.
Mengurangi resiko kencing manis dan kanker pada anak.
Melindungi dari resiko alergi.
Mengurangi resiko radang usus besar bayi prematur.
Mengurangi karies gigi, penglihatan, cacat dalam bicara dan menguatkan pertumbuhan rahang.
Mengurangi resiko penyakit jantung.
Mengurangi resiko sindrom kematian bayi.
Menyusui juga akan membangun ikatan yang kuat antara ibu dengan sang buah hati.

Jadi, berbahagialah para ibu yang telah berhasil memberikan ASI Eksklusif sampai si kecil berusia 6 (enam) bulan. Bolehlah ibu berharap kelak ia akan menjadi anak yang sehat dan cerdas. Sebab kini di dalam tubuhnya telah tersimpan zat-zat gizi alami yang amat berguna bagi tumbuh kembangnya. Sebut saja DHA dan ARA yang sangat berguna bagi perkembangan kognitifnya. Lalu ada juga kandungan asam sialat (SA) juga sangat penting untuk perkembangan otaknya.

Tak hanya kerugian yang akan didapat bagi sang bayi jika para ibu enggan memberikan ASI kepada anaknya tanpa adanya alasan medis. Namun pula bagi si Ibu sendiri. Sebenarnya menyusui justru memberi berbagai keuntungan bagi ibu. Beberapa diantaranya adalah:
Melindungi ibu dari resiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.
Membantu mengurangi berat badan ibu dan mengecilkan perut karena adanya hormon oksitosin yang membantu merampingkan rahim.
Mempercepat pemulihan ibu setelah kelahiran bayi.
Menghemat waktu dan pengeluaran uang karena tidak perlu menyediakan berbagai alat dan keperluan untuk menyusui.
Mengurangi resiko pengeroposan tulang dan resiko jantung.
Salah satu cara perancangan keluarga berencana dan menjarangkan kelahiran.

Betul, kan? Banyak manfaat yang diperoleh ibu ketika bisa menyusui bayinya.
Oleh: Dumilah Ayuningtyas.(ei/hp)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*