RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Memancing Ide Kreatif Anak

Memancing Ide Kreatif Anak

ANAK-ANAK sering bercita-cita menjadi superhero seperti Superman. Alasannya, menjadi jagoan pembela kebenaran dan keadilan bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia dari penjahat.

Psikolog sekaligus ahli terapi bermain dari Universitas Indonesia, Dra Mayke S Tedjasaputra MSi mengatakan,hal lumrah jika anak-anak sering berkhayal menjadi superhero. Ini karena mereka sering bermain memerankan tokoh tersebut. Mayke mengingatkan jangan larang anak untuk bermain karena dunia anak adalah bermain.

“Anggapan bahwa bermain membuat anak menjadi malas adalah keliru. Bermain bisa memengaruhi perkembangan jiwa anak,” ujarnya. Mayke menuturkan, bermain adalah media alamiah bagi anak mengekspresikan dirinya. Saat bermain, anak berkesempatan mengungkapkan perasaan dan keingintahuannya sehingga mereka lebih berani dan tangguh.

“Bermain juga cara anak-anak untuk mengatasi tekanan hidup,”ujarnya saat menjadi pembicara di seminar Nestle Dancow, beberapa waktu lalu. Bermain diperbolehkan, Mayke mengatakan, asalkan permainan yang dipilih yang bisa mendidik anak. Bahkan, sebaiknya setiap permainan yang dilakukan atau dimainkan anak, diawasi orangtua. Misalnya saja saat memainkan karakter tokoh jagoan.

“Selain mengawasi anak dalam bermain, orangtua juga sebaiknya memilihkan permainan yang sesuai umur anak,”pesannya. Permainan dengan menggunakan fantasi anak seperti PlayStation tidak sedikit yang menampilkan kekerasan. Misalnya saja pada permainan player versus player (PVP) yang mengharuskan anak bertarung dengan temannya.

Hal senada juga disampaikan pendiri sekolah animasi Hello Motion, Wahyu Aditya. Dia mengatakan, dalam memilih permainan fantasi anak yang baik,pilih yang sederhana dan bisa menciptakan daya khayal anak.

“Karena permainan sederhana memaksa anak untuk berfantasi, misalnya membuat mainan mobil-mobilan dari kulit buah lebih baik daripada memiliki mainan mobil-mobilan canggih,” tutur peraih gelar International Young Screen Entrepreneur of the Year2007. Dia melanjutkan, dengan keterbatasan dari mobil yang terbuat dari kulit buah tersebut, maka anak-anak bisa bebas memvisualisasikan mobil tersebut sesuai imajinasinya.

Hal tersebut juga sama saat anak menggambar dan berfantasi membuat karakter imajinatif dibandingkan hanya menonton film kartun. “Jadi, perbanyaklah permainan fantasi pada anak, sebesar- besarnya,karena menurutsaya, berfantasiitumerangsang kita untuk berani mewujudkannya,” tuturnya di Jakarta,beberapa waktu lalu.

Aditya mengatakan, banyak manfaat dari anak yang senang dengan permainan fantasi, yakni menciptakan inovasi. “Itu bisa kita temukan, jika kita berani mewujudkan hal tersebut,” ujar Aditya yang lulus dengan predikat terbaik dari KvB Institute of Technology, Sydney, Australia.

Selain itu, secara biaya,dengan membuat mainan sendiri, tentu lebih hemat.Kalau main mobil-mobilan misalnya, mungkin anak cukup duduk di kursi dan membayangkan menyetir mobil dengan kecepatan tinggi atau cukup menggunakan kotak pensil dan menggerak-gerakkan layaknya mobil beneran.

Atau bermain perang-perangan, anak cukup menggunakan tangan yang seakan-akan memegang mesin canggih, dan sebagainya. “Semakin minim alat peraga, semakin bagus untuk kita berfantasi,”bebernya. Sementara itu,Aditya juga mengatakan, tontonan yang baik adalah film Sesame Street.

Di film tersebut, anak diajarkan menghitung,membaca, dan menghafal bahasa asing. “Mungkin tontonan seperti Sesame Street itu bagus atau Dorajuga bisa jadi salah satu contoh film yang baik ditonton anak,” ucap Aditya. Dia menjelaskan, tontonan kartun era sekarang sudah banyak ragamnya,hingga untuk orang dewasa pun semakin banyak.

Jadi orangtua wajib membimbing anaknya untuk menonton kartun sesuai kategori umurnya. “Orangtua juga diperlukan sebagai partner bermain apabila si anak tidak punya teman bermain,” pesan pria kelahiran Malang 4 Maret 1980 ini.(oz/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*