RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Wanita Hamil Mudah Terserang Diabetes Melitus

Wanita Hamil Mudah Terserang Diabetes Melitus

ANDA hamil dan sering ngidam? Itu normal. Wajar. Tapi kalau sering buang air kecil, selalu merasa haus dan sering merasa lapar, ini perlu diwaspadai. Bisa jadi Anda menderita Diabetes Melitus Gestasional.

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai oleh gula darah yang tinggi. Diabetes Melitus terjadi karena jumlah insulin, yang berfungsi mengambil glukosa dalam darah untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi jaringan/organ-organ tubuh, tidak mencukupi kebutuhan tubuh-baik secara kualitas maupun kuantitas-sehingga tubuh tidak mendapat energi yang cukup. Penyakit Diabetes Melitus tidak dapat sembuh, tapi dapat dikontrol. Pasien gula darah terkontrol dapat beraktivitas dengan normal, seolah-olah tidak terkena Diabetes Melitus.

Gejala

Menurut dr Prasna Pramitha, SpPD dari Rumah Sakit Brawijaya Women and Children, Jakarta Selatan, ibu hamil pun bisa terkena penyakit yang satu ini. Biasanya disebut dengan diabetes gestasional dengan peningkatan mencapai 7-9 persen pada populasi dengan ibu yang memiliki faktor risiko.

Diabetes Gestasional ini juga melibatkan suatu kombinasi dari kemampuan reaksi dan pengeluaran hormon insulin yang tidak cukup. Jika kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dL, glukosa akan sampai ke air kemih dan penderita akan merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak makan.

Pada dasarnya, gejala yang dialami oleh penderita diabetes biasa dan ibu hamil tidak jauh berbeda. Hanya kondisinya saja yang membedakannya. Diabetes sendiri terdiri dari dua tipe. Pertama, diabetes yang tergantung sepenuhnya pada insulin. Kedua, diabetes yang masih bisa dibantu dengan obat-obatan lain. Biasanya penderita diabetes tipe 1 mengalami gejala seperti seringnya buang air kecil, lapar dan haus, berat badan yang menurun, kelelahan, penglihatan yang kabur, infeksi pada kulit yang berulang, meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Kebanyakan penderita diabetes tipe ini berusia 20 tahun.

Gejala itu mirip dengan tahap awal diabetes tipe 2 yang biasa diderita orang yang berusia di atas 40 tahun. Penderita tidak menyadari datangnya ancaman penyakit ini pada saat mengalami gejala pra-diabetes tipe 2, karena penderita belum mengalami gejala fisik diabetes. Gejala lain yang timbul, antara lain, adalah penglihatan yang kabur sehingga dapat menimbulkan kebutaan, luka yang lama sembuh, kaki yang terasa kebas, geli atai terbakar, infeksi jamur pada saluran reproduksi perempuan, dan impotensi pada pria.

Diabetes tipe 2 ini banyak yang tidak terdeteksi. Umumnya mereka baru tahu ketika melakukan pemeriksaan yang lain. Ini dapat mengakibatkan komplikasi diabetes serius yang antara lain, ditandai dengan hilangan kesadaran, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan ketajaman penglihatan yang mengakibatkan kebutaan, kerusakan jaringan lain. Orang yang mengalami diabetes tipe 2 ini bisa tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, timbullah gejala berupa sering berkemih dan sering merasa haus.

Wanita yang sedang hamil sebaiknya tidak boleh stres karena stres bisa menyebabkan kadar gula naik sampai lebih dari 1.000 mg/dL. Jika kadar gula sudah naik setinggi itu, penderita akan mengalami dehidrasi berat yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketonik.

Pengobatan

Tindakan yang dapat dilakukan terhadap pasien diabetes gestasional, kata dr Prasna, adalah dengan tetap mengutamakan pengaturan diet diabetes. Jika kadar gula darah terlampau tinggi, pasien bisa opname untuk regulasi dengan insulin baik intravena maupun suntikan subkutan. Obat tambahan lain yang bisa digunakan untuk menjaga kondisi tubuh pasien adalah vitamin.

Yang perlu diperhatikan dalam pengaturan diet untuk wanita hamil adalah kebutuhan kalori. Sekalipun wanita hamil menderita kencing manis, jumlah kalori untuk diet sama dengan berat ideal wanita hamil kali (25-30) kalori ditambah ekstra 200-300 kalori dengan parincian minimal 200 gram hidrat arang dan protein (1,5-2) gr/kg BB ideal.

Jika pada pemeriksaan berat badan ditemukan bayinya besar sekali, perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36-38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan. Proses persalinan ini harus dalam pengawasan oleh dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis penyakit dalam. “Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan pemberian cairan glukosa yang rasanya manis untuk diminum sebelum darah itu diambil untuk pemeriksaan. Cairan itu bikin mual dan hasilnya itulah yang akan menunjukkan apakah tubuh itu sudah cukup memproduksi insulin atau belum,” terangnya.

Sekalipun diagnosa diabetes gestasional telah tegak dan diobati secara efektif masih terdapat risiko kecil komplikasinya. Akan tetapi, jika hal itu tidak dilakukan sama sekali, akibatnya bisa sangat buruk bagi ibu dan bayinya, seperti berat lahir bayi yang besar, kelahiran prematur, peningkatan kemungkinan persalinan secara bedah caesar, dan sedikit peningkatan risiko kematian janin dan bayi. Biasanya setelah bayi lahir, kadar gula darah akan kembali normal. Jika tidak, perlu dilanjutkan pemberian antidiabetes oral sampai jangka wantu tertentu.
(oz/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*