RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Pilar Keluarga dalam Islam

Pilar Keluarga dalam Islam

Pada kehidupan modern saat ini, nilai-nilai telah banyak berubah. Hal yang menjadi “jiwa” dalam masyarakat banyak terganti seperti tradisi lainnya.

Tidak hanya sosialisme tapi juga “isme” lainnya dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai yang sudah tertanam dalam sifat alami manusia yaitu kebutuhan terhadap hubungan sosial dan kehangatan dari anggota keluarga yang terkait dalam hubungan darah yang sudah ditentukan Allah SWT agar manusia tetap menjaganya.

Keluarga muslim yang hidup dengan aspek kehidupan islam, seharusnya peduli. Bukan hanya suami, istri dan anak saja tapi juga seluruh keluarga yang memilki keterikatan, yang tumbuh dengan sungguh-sungguh sesuai tradisi seiring dengan hukum agama yang berpengaruh .

Dalam kehidupan keluarga muslim ada empat hal yang menjadi landasan hidup yang dapat menjadi mempertahankan nilai moral dan dapat menjaga umat muslim dari kehidupan barat. Landasan tersebut berdasarkan pada Al-Quran dan hadis, yang terlaksana turun menurun dari generasi ke generasi, yaitu:
Keluarga hidup sebagai anggota masyarakat yang menghadirkan keamanan, kesehatan dan dorongan untuk semua anggota.
Keluarga sebagai penjaga hasrat birahi antara lelaki dan perempuan, membawa hal itu menjadi dorongan yang bermanfaat bagi semua.
Keluarga sebagai tempat tumbuh kembang nilai-nilai kebajikan seperti cinta, kemurahan hati dan kasih sayang.
Keluarga sebagai tempat berlindung yang paling aman dalam menghadapi masalah yang datang dari luar maupun dalam.

Aspek-aspek tersebut sebaiknya tidak pudar dari kehidupan keluarga muslim dengan kekuatan empat pilar tersebut dari sebuah sistem. Yang tidak boleh dillupakan adalah manfaat keluarga, tidak terbatas untuk keluarga yang memilki hubungan darah saja tapi juga seluruh umat muslim di dunia sebagai saudara seiman.

Secara harfiah arti kata rahim adalah kandungan. Kata rahim berasal dari akar kata raheem yang berarti mendapat kebahagiaan. dua nama Allah, ar-rahman dan ar-raheem berasal dari akar kata yang sama. Kata tersebut mengandung ibarat yang mengacu pada arti secara luas.

Allah berfirman “Hai manusia! Bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu dari jiwa yang satu, dan dari padanya diciptakan-Nya pasangannya, dari keduanya itulah tersebar luas laki-laki yang banyak jumlahnya dan wanita. Bertaqwalah kamu kepada Allah yang dengan nama-nama-Nya kamu saling meminta, dan ingatlah kewajibanmu kepada kaum kerabat”(QS. An Nisa:1)

Hubungan darah menjadi sesuatu yang sangat penting pada zaman jahiliyah, tapi tidak termasuk wanita yang menjadi alasan atau hubungan dalam ikatan keluarga.

Anak perempuan terbunuh atas ketakutan pada pencipta sebagai pengorbanan dan menjadi sumber kemaluan. Istri diibaratkan sebagi benda dan dapat diturunkan dengan lelaki lain tanpa adanya ijab qabul. Perempuan tidak memiliki hak yang jelas. Tradisi jahilyah membawa lelaki pada masa itu, terlebih bagi mereka yang yang dapat berkelahi dan mempertahankan keluarga, dapat berbuat apapun meski mengakibatkan kematian pada istri dan anak.

Islam datang dan merubah semua dan sementara hubungan darah menegaskan kehormatan pada zaman jahiliyah, islam menempatkan wanita sebagai sosok yang justru memperoleh kedudukan dan memberikan anak hak atas kebahagiaan dan warisan. Islam juga menghalangi pembunuhan dan menggunakan nama keluarga pada kelahiran

Allah berfirman “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahakan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabb-nya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. Ibrahim ayat 21)

Maka ikutilah perintah Allah, biarkan darah sesama muslim bersatu. Jika hal tersebut direnungkan kembali, maka hal tersebut adalah yang dibutuhkan oleh semua orang saat ini dan nanti, mengatur ikatan keluarga sebagai nilai yang sudah tertanam dalam diri untuk menjaga kestabilan dan kedamaian spiritual. Jagalah kedekatan dengan keluarga dan kerabat. (rep/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*