RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Tanamkan Rasa Percaya Diri

Tanamkan Rasa Percaya Diri

MENANAMKAN rasa percaya diri kepada anak memang seharusnya dilakukan sejak dini.Tujuannya agar anak menjadi mandiri dan berani tampil di muka umum.Selain itu, mereka juga tidak minder jika menghadapi ejekan temannya. Konselor dan Kepala Lembaga Pelayanan Psikologi dari Universitas Krida Wacana (LPP UKRIDA), Clara Moningka SPsi MSi mengatakan, menanamkan rasa percaya diri memang diperlukan bagi anak. Apalagi anak harus siap menghadapi perilaku teman-temannya yang beraneka ragam. Artinya, kadang-kadang teman-temannya ada yang suka mengejek.

“Sebagai orangtua jika mendapat laporan dari anak bahwa dirinya suka diejek, maka jangan pernah ikut mengejek atau menyudutkan tapi malah memberi dukungan,” ujarnya.

Clara menambahkan, jika anak Anda berbadan gemuk, jangan biarkan dia makan terlalu banyak. “Sebaiknya, orangtua mengajak olahraga dan membentuk konsep diri yang positif supaya rasa percaya dirinya meningkat,” papar psikolog lulusan Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma, Jakarta.

Selanjutnya, menurut Clara, ada beberapa alasan mengapa orang bisa mengejek orang lain seperti mereka iri terhadap prestasi, atau mereka tidak tahu cara yang lebih baik untuk menyampaikan sesuatu. “Ejekan memberi dampak yang berbeda-beda. Misalnya, melukai perasaan atau menjadi tidak percaya diri sehingga menjadi pribadi yang minder,pendendam, dan pemurung,” ujar psikolog yang juga menjadi dosen tetap di Fakultas Psikologi,Ukrida.

Karena itu, menanamkan rasa percaya diri bisa membuat anak jika diledek akan cuek saja. “Hal tersebut juga bergantung bagaimana orangtua menerapkan pola asuhnya,” sebutnya.

Clara juga mengingatkan, berikan perhatian jika anak bercerita tentang ejekan yang diberikan teman-temannya. “Namun, orangtua jangan turun tangan membantu anak. Seperti, ikut menyatroni rumah teman anak Anda yang sering mengejek. Karena itu, membuat anak tersebut makin senang mengejek,” tegasnya.

Lebih lanjut, Clara mengatakan, sebaliknya jika kita mempunyai anak yang suka mengejek, maka berikanlah penjelasan bahwa mengejek itu adalah sesuatu yang tidak baik. Clara mengatakan, sebaiknya orangtua memberikan nasihat, jangan terlalu mempergunakan kata negatif (seperti jangan atau awas). “Kita bisa mengatakan misalnya dengan memberikan cerita atau pemahaman,” kata Clara.

Sementara itu, berdasarkan buku karangan Judy Galbraith MA dan Jim Delisle PhD yang berjudul Buku Pintar Remaja Berbakat bahwa efektivitas ejekan tergantung pada tiga hal, aitu siapa yang mengejek, alasan mengejek, dan apakah kamu menerima atau menolak ejekan tersebut. Jika seseorang memanggil orang yang diejek dengan “kutu buku yang membosankan”, maka akan jelas berbeda pengaruhnya bila si pengejek adalah orang yang kamu sayangi, percayai,dan hormati.

Selanjutnya, Nutrition Division, Kemang Medical Care Women & Children, Putri Gita Menur SKM mengatakan, jika kita mempunyai anak gemuk dan suka diejek temannya, justru itu bisa dijadikan motivasi terhadap anak untuk kurus.

“Jika mereka merasa minder karena mempunyai tubuh gemuk dan diejek temannya, bantu anak dengan menjelaskan ejekan tersebut sehingga bisa memotivasi membuatnya kurus,” papar Putri yang berpraktik di kawasan Kemang ini. (oz/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*