RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Kok Ngumpet, ayo salaman dong!

Kok Ngumpet, ayo salaman dong!

Sebagai orangtua, pernahkah mengalami si kecil beringsut dibelakang Anda ketika menemui seseorang yang baru dikenal? Atau  menolak bersalaman, bahkan dengan wajah yang sudah dikenal seperti Kakek atau Nenek? Meskipun terkadang menjengkelkan, Anda tak perlu khawatir hal itu akan berubah sejalan dengan perkembangan waktu.

Hal itu biasa terjadi pada saat anak berusia delapan bulan. Sebagian besar bayi yang mulanya suka mengoceh dengan gembira bisa berubah menjadi anak yang melekat secara berlebihan, memilih bersembunyi dari pandangan orang-orang yang tidak dilihatnya setiap hari.Perilaku tersebut disebabkan ketegangan terhadap hal asing (stranger anxiety). Meskipun hal itu terdengar suatu peyimpangan yang mengkhawatirkan, namun prilaku ini merupakan hal normal dari perkembangan balita.

Spesialis anak ternama sekaligus penulis buku Touchpoints, Dr. T. Berry Brazelton memaparkan, ketegangan terhadap hal asing menandakan adanya perkembangan intelektual yang pesat. Pada saat anak pada usia delapan bulan, tiba-tiba dia memahami ada perbedaan antara ibunya dengan kakak perempuannya atau ayah dengan kakak laki-lakinya atau orang lain yang sangat dekat.

Hal itu bagaikan membuka pemahaman bagi anak, ”sekarang aku bisa membedakan”. Tentu saja hal itu menjadi sangat penting bagi mereka, saat Paman atau Kakek atau Nenek datang untuk mengunjungi, maka si kecil akan melihat perbedaannya kemudian dianggap sebagai ketegangan terhadap orang asing.

Saat orangtua menyadari anaknya mengalami hal tersebut, maka akan semakin mudah diatasi.

”Dibandingkan melihat hal ini secara negatif, maka orangtua dapat mengatakan kepada orang lain untuk tidak terlalu cepat mendekati anaknya. Sebaiknya menunggu dan membiarkan ia datang dengan sendirinya. Hal itu merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dari anak berusia delapan bulan,” terang Brazelton.

Sejalan dengan perkembangannya, maka anak akan semakin percaya diri, perilaku melekat berlebihan yang ditandai dengan ketegangan saat bertemu orang lain akan berlalu. Sementara itu, orangtua dapat memberikan pelukan dan waktu yang lebih untuk si kecil beradaptasi dengan wajah baru. (republika/wsm/mitra97fm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*