RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Stop Kebiasaan Mengisap Jari

Stop Kebiasaan Mengisap Jari

Banyak anak-anak yang memiliki kebiasaan mengisap ibu jari atau jempol tangan. Lebih dari sepertiga bayi mengisap jempol dalam tahun pertama kehidupannya. Sekitar 15 persen dari anak-anak akan melanjutkan kebiasaan itu hingga usia lima tahun.

Anak usia bawah lima tahun (balita) umumnya mengisap jempol saat merasa lelah, takut, bosan, sakit, atau mencoba menyesuaikan diri dengan situasi yang baru.

Contohnya, saat ia harus masuk ke tempat penitipan anak atau kelompok bermain untuk pertama kalinya atau sedang dalam perjalanan yang memakan waktu lama. Mengisap ibu jari juga biasa dilakukan saat anak hendak tidur malam atau terbangun di tengah malam.Bagi anak, kebiasaan itu bisa membuatnya tenang.

Namun, sebenarnya hal tersebut dapat memicu masalah pada kondisi mulut dan gigi, terutama jika mereka masih melakukannya setelah usianya lebih dari empat tahun,

Sebagian besar anak tidak berhenti dengan sendirinya. Kebiasaan mengisap jempol berkepanjangan dapat diartikan sebagai pertanda dari masalah perilaku seperti depresi atau ketegangan.

Biasanya ketika mereka berusia 6-8 tahun atau saat mulai masuk sekolah. Juga, dengan meningkatnya tekanan teman sebaya, anak-anak lebih dapat mengontrol perilakunya itu. Namun, ada baiknya jika orangtua membantu menghentikan kebiasaan tersebut sebelum usia empat tahun.

Yang perlu diingat kata-kata kasar, mengolok-olok atau memberi hukuman bukan cara efektif untuk membantu anak. Sebaliknya, kebiasaan itu bisa bertambah parah. Menghukum juga bukan cara yang efektif untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jari.

Ada beberapa saran dari US National Library of Medicine untuk membantu anak Anda menghentikan kebiasaan tersebut:

  • Tanya dokter anak Anda mengenai kemungkinan menggunakan pelidung ibu jari.
  • Oleskan sesuatu yang pahit di jari anak Anda. Di Indonesia, ibu-ibu biasa menggunakan kunyit atau brotowali Tapi, pastikan untuk selalu mengecek dengan dokter anak Anda untuk memastikan keamanannya.
  • Buat perjanjian dengan anak Anda. Jika dia setuju untuk menghentikan kebiasaannya, tawarkan hadiah.
  • Berikan pujian dan perhatian jika Anda melihat anak Anda tidak lagi mengisap jarinya.
  • Jika gigi anak Anda sudah terlanjut terkena efek mengisap jari, konsultasi dengan dokter gigi anak untuk memperbaikinya. (republika/wsm/mitra97fm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*