RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Sering Nonton Televisi Tingkatkan Risiko Depresi

Sering Nonton Televisi Tingkatkan Risiko Depresi

TERLALU banyak menonton televisi dipercaya dapat meningkatkan risiko sakit mental. Benarkah?

Cemas karena anak remaja Anda terlalu banyak menonton televisi? Sebuah hasil kajian memberikan alasan mendasar yang baik bagi para orangtua agar lebih peduli pada hal tersebut. Para peneliti melaporkan bahwa semakin sering menonton televisi pada masa remaja akan meningkatkan risiko depresi kelak saat mereka dewasa, khususnya pada pria. Demikian menurut laporan Reuters pada MSNBC.

Dr Brian A. Primack dari The University of Pittsburgh School of Medicine dan para koleganya meneliti terpaan media pada 4.100 remaja sehat, tanpa gangguan depresi. Para peneliti menanyakan berapa jam mereka menghabiskan waktu selama seminggu untuk menonton televisi atau video, bermain komputer, atau mendengarkan radio.

Berdasarkan laporan, rata-rata remaja terekspos media 5,68 jam sehari, termasuk 2,3 jam menyaksikan tayangan televisi per hari.

Tujuh tahun ke depan atau saat usia mereka sekitar 22 tahun, seperti telah digambarkan dalam kajian, 308 remaja atau 7,4 persennya menunjukkan gejala-gejala depresi.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam The Archives of General Psychiatry tersebut, setiap jam yang dihabiskan untuk menonton televisi per harinya, para remaja telah secara signifikan memperbesar kemungkinan mereka terkena depresi di masa dewasanya nanti.

Hal yang sama dilakukan juga pada para remaja wanita. Dengan jumlah terpaan yang sama terhadap media, remaja wanita ternyata lebih sedikit menunjukkan gejala depresi dibandingkan dengan yang terjadi pada remaja pria.

“Pada remaja wanita, kami tidak menemukan hubungan yang tetap antara perkembangan gejala depresi dengan terpaan terhadap kaset video, permainan komputer, maupun radio,” kata mereka dalam laporan.

“Ada beberapa kemungkinan mengapa terpaan terhadap media dapat meningkatkan risiko depresi,” kata para peneliti. Waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi atau menggunakan media elektronik lain mampu menggantikan waktu yang dihabiskan untuk bersosialisasi dengan orang lain, berpartisipasi dalam olahraga, mengikuti kegiatan intelektual, dan lainnya. Padahal, semua hal tersebut mampu melindungi remaja dari serangan depresi.

Kemungkinan lainnya adalah menonton televisi pada malam hari mengganggu waktu dan kualitas tidur. Padahal, tidur sangat penting untuk perkembangan otak dan emosional remaja. Sebagai tambahan, pesan yang disampaikan lewat media juga bisa memperkuat serangan dan sikap berbahaya lainnya, mengganggu perkembangan identitas diri, dan juga menciptakan ketakutan serta kegelisahan.

Lewat penelitian tersebut, mereka menyimpulkan, “Buatlah landasan baru dalam pemanfaatan media di masa remaja sebab akan mempengaruhi perkembangan gejala depresi di masa dewasa awal mereka kelak.”(okezone/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*