RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Kembangkan Potensi Anak

Kembangkan Potensi Anak

MELATIH mental anak bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya mengikutsertakan dalam lomba lukis berkelas internasional.

Kantor Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 12, Jakarta Pusat, pekan lalu dipenuhi anak-anak berusia 7-12 tahun. Puluhan anak-anak dari berbagai negara menghadiri acara bertajuk Lomba Lukis Anak-Anak Internasional dengan tema “Negara Saya”.

Sesuai dengan tema lomba lukis tersebut, sebanyak 220 lukisan anak yang datang dari berbagai negara, bercerita tentang negaranya masing-masing. Ada yang menggambarkan lukisan raja di negaranya, tarian balet dalam sebuah pesta hingga rumah yatim piatu di Rusia.

Selain lukisan anak-anak Rusia sendiri, hadir pula lukisan anak dari negara lain seperti dari Thailand, India, dan Indonesia.

Keceriaan anak-anak dalam menuangkan inspirasi tentang negaranya masing-masing juga terungkap dengan lukisan yang beragam. Banyak pula lukisan yang bertema kebudayaan setempat diterima panitia. Seperti lukisan bertema wayang, pemandangan alam di Pulau Bali atau lukisan bendera merah putih.

Lukisan itu diterima dari siswa-siswa SD di Jakarta dan Bali. Lomba lukis anak internasional tersebut memberikan pengalaman baru bagi anak-anak seperti meningkatkan mental kompetisi dan mengajarkan anak bagaimana bersaing secara sehat.

Tidak tanggung-tanggung, agar hasil lebih maksimal, panitia mendatangkan juri dari Rusia dan Indonesia. Sementara lomba sendiri dibagi dalam tiga kategori, yaitu anak-anak umur 3-8 tahun, 9-11 tahun, dan 12-14 tahun.

“Peserta paling aktif mengirimkan karya adalah anak-anak Indonesia. Lukisan merekalah yang paling banyak kita terima,” kata Direktur Pusat Kebudayaan Rusia Aleksandr Ivanovich Vaulin.

Selain melatih mental anak untuk bersaing secara sehat, dengan mengikuti lomba lukis internasional, anak-anak akan mampu mengembangkan kreativitas bukan hanya di dalam ruang kelas.

Salah satu bidang pengembangan potensi dan kreativitas anak adalah melalui seni lukis. Hal ini dilakukan karena melalui seni lukis, anak-anak tidak hanya belajar mengembangkan kreativitas, juga bisa belajar mengungkapkan perasaan dan pikiran yang dimilikinya dalam sebuah lukisan.

“Tidak mudah bagi anak-anak untuk mengikutkan hasil karya mereka dalam lomba. Dengan mengikutkan karya mereka dalam lomba apalagi tingkat internasional, itu menunjukkan kalau anak-anak tersebut sangat percaya diri,” kata psikolog anak dari Universitas Indonesia (UI), Dr Kuswantoro.

Ditambahkan Kuswantoro, selama ini belum banyak orangtua yang mengetahui bahwa kegiatan seni berdampak positif bagi perkembangan mental dan fisik anak. Bahkan, kelompok ilmuwan neuropsikologi menemukan bahwa otak manusia terdiri atas dua belahan yaitu belahan kiri dan belahan kanan.

Masing-masing belahan ini berinteraksi, secara umum belahan otak kiri mengatur kemampuan logika, rasional, dan analitis kemampuan logika, rasional dan analitis, sedangkan belahan otak kanan mengatur fungsi intuisi, persepsi, kreativitas, spasial, dan emosi. Berdasarkan hal itu, dapat diketahui bahwa setiap orang memiliki kapasitas untuk berkesenian melalui pengaturan oleh belahan otak kanan.

Selain itu, Howard Gardner menemukan multikecerdasan (multiple intelligences) yang meliputi kecerdasan linguistik, matematik, spasial, kinestetik, musik, antarpribadi, interpribadi, natural, dan spiritual.

“Berdasar temuan ini diketahui bahwa setiap orang memiliki potensi kecerdasan masing-masing, seseorang dapat menonjol pada suatu kecerdasan, dua kecerdasan atau lebih. Dari sembilan potensi kecerdasan manusia tersebut, tiga di antaranya menyangkut kecerdasan yang berhubungan dengan seni, yaitu kecerdasan spasial untuk seni rupa, kecerdasan kinestetik untuk seni yang menggunakan media gerak, dan kecerdasan musikal dibentuk melalui kegiatan seni musik,” katanya.

Bahkan, Lowenfeld dalam bidang seni melakukan penelitian kurang lebih selama 20 tahun pada bidang seni rupa anak yang menyimpulkan kegiatan seni rupa anak memberikan nilai positif pada pribadi anak, antara lain perkembangan emosi, intelektual, persepsi, sosial, estetik, kreatif, dan fisik. Jelasnya usia anak bertambah kemampuan seni rupanya berubah.

Bukti-bukti nyata lainnya adalah seni memiliki hubungan positif dengan perkembangan kecerdasan manusia. Hal ini dikemukakan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika bahwa anak yang belajar musik nilai matematikanya lebih tinggi dibanding anak yang tidak belajar musik. Berdasarkan kenyataan tersebut, kegiatan seni mengandung beberapa hal yang sangat positif bagi perkembangan siswa.(oz/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*