RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Perbanyak Kosakata Batita

Perbanyak Kosakata Batita

MENGENALKAN  beberapa kata kepada batita (bayi di bawah tiga tahun) memang dianjurkan sejak dini, walaupun dengan isyarat tangan.
Karena, dapat memperbanyak kosakata dan melatihnya lancar berbicara. Shila mengacungkan tangannya sambil merengek saat ingin meminta sesuatu pada kakaknya. Sang kakak pun semakin kebingungan karena tidak mengerti apa yang diinginkan oleh adiknya. Akhirnya, tangis Shila semakin kencang karena keinginannya tidak dituruti.

Mungkin hal tersebut biasa terjadi pada anak yang belum lancar berbicara. Umumnya, orangtua mengajarkan kata dengan cara mengeja. Ternyata, penelitian baru menyebutkan jika orangtua menginginkan anak pandai bicara, bahasa tubuh sangat membantu.

Jadi, jangan hanya berbicara dengan batita Anda, tapi lakukan juga gerakan isyarat. Di antaranya adalah dengan menunjuk dan melambai. Gerakan isyarat terbukti dapat memperbanyak perbendaharaan kata pada batita.

Perlakuan orangtua terhadap anak-anak seperti banyak berbicara dan membacakan buku kepada anaknya membantu mereka lebih cepat berkomunikasi dengan lancar.

Beberapa peneliti dari universitas Chicago yakni psikolog Susan Goldin-Meadow dan Meredith Rowe mendatangi 50 rumah di wilayah Chicago yang memiliki batita berusia 14 bulan dan memiliki status sosial-ekonomi bervariasi.

Mereka merekam video selama 90 menit untuk menghitung berapa banyak kata dan gerakan isyarat yang dilakukan oleh orangtua dan anak. Mereka juga menghitung berapa banyak si anak melakukan gerakan isyarat dengan arti-arti tertentu. Contohnya saat si anak menunjuk anjing, ibunya akan berkata “Betul, itu anjing”. Atau saat si ayah mengepakkan tangannya untuk menggambarkan terbang. Atau untuk menunjukkan sesuatu yang kurang konkret seperti, “naik”, “turun”, dan “besar”.

Dari hasil survei tersebut ditemukan adanya hubungan pendapatan orangtua dengan pola asuhnya. Artinya, orangtua yang mempunyai pendapatan cukup, lebih punya waktu untuk mengajarkan anak gerakan isyarat dibanding orangtua yang punya penghasilan rendah.

Orangtua yang memiliki pendapatan tinggi melakukan lebih banyak gerakan isyarat, dan selama 90 menit si anak mendapatkan kira-kira 25 makna. Hasil ini lebih tinggi dari anak yang berasal keluarga tidak mampu yang hanya mendapatkan 13 makna selama 90 menit.

Para peneliti lalu melakukan tes pemahaman perbendaharaan kata pada anak-anak berusia 4,5 tahun. Hasil yang buruk didapatkan oleh anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, yaitu 24 poin.

“Orangtua dari keluarga mampu tidak dapat mengajarkan gerakan isyarat yang lebih banyak, tapi mereka juga tidak mengajari banyak makna,” ujar penggagas penelitian dari National Institute of Child Health and Human Development, Peggy McCardle.

Sekarang ini para peneliti sedang memberikan dorongan kepada orangtua dari keluarga kurang mampu untuk mengajari anak-anaknya lebih banyak gerakan isyarat. Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan membaca. ” Kita tidak akan rugi jika harus mendorong para orangtua agar lebih banyak berbicara dan melakukan gerakan isyarat kepada anaknya,” ujar Rowe.

Selanjutnya, para peneliti menemukan, batita yang mampu menyampaikan arti lewat gerakan isyarat pada umur 14 bulan akan memiliki perbendaharaan kata lebih banyak saat memasuki usia TK yakni 4 tahun. Hal ini berlaku pada batita yang berasal dari segala jenis keluarga, baik kaya maupun miskin. Penelitian tersebut dilaporkan pada Jumat (12/02) lalu di dalam jurnal Science, Washington.

Dari gerakan isyarat, batita yang mengangkat kedua tangannya berarti mereka meminta untuk digendong. Anda dapat melihat dan mengetahui bahwa batita memiliki cara berkomunikasi sebelum mereka bisa berbicara dengan lancar.

Gerakan isyarat juga merupakan pendahuluan penting dalam pembentukan kalimat batita, saat mereka mulai dapat menggabungkan antara kata dan gerakan isyarat. Hal ini akan berlaku seterusnya saat mereka sekolah. Kenyataannya, perbendaharaan kata yang mereka dapatkan akan membantu mereka beradaptasi di lingkungan sekolahnya. (oz/hp/mitrafm)

 

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*