RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Latih Anak Mandiri, Tanamkan Tanggung Jawab sejak Dini

Latih Anak Mandiri, Tanamkan Tanggung Jawab sejak Dini

MEMPUNYAI anak mandiri jadi harapan orangtua. Karena itu, jangan membiasakan anak terus dilayani dan sebaliknya membebani mereka dengan tugas rumah seperti menyapu.

Banyak orangtua mengeluh anak-anak mereka tidak bisa mengerjakan PR atau tugas keseharian dengan benar. Pada dasarnya memang dunia anak identik dengan permainan. Jadi membebankan tanggung jawab ke pundak mereka akan dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang membosankan.

Namun sebagai orangtua, tentu saja bangga jika memiliki anak-anak yang mandiri. Misalnya usai makan, si kecil meletakkan sendiri piring kotor bekas makan di bak cucian. Sebagai latihan kemandirian, sebaiknya orangtua memberikan tanggung jawab seperti menyiram tanaman. Terkadang orangtua perlu memberi anak-anak tugas karena banyak manfaat yang bisa didapat anak, jika mereka dewasa kelak.

Orangtua yang bijaksana akan mengerti pembagian tugas seperti apa yang harus diberikan pada anak berdasarkan usia. Menurut Psikolog Anak dari Universitas Indonesia, dr Nani Sardono, pembagian tugas rumah tangga pada anak sangat penting untuk melatih kemandirian. Misalnya menyapu. Menyapu dapat dilakukan dengan mudah, sehingga cocok untuk anak berusia enam hingga delapan tahun.

“Ajarkan bagaimana memegang dan menyapu secara benar. Dengan memberikan contoh sedikit, umumnya anak dapat melakukannya. Harap maklum bila dia belum mampu melakukannya dengan baik karena memang kemampuannya baru seperti itu,” kata Nani.

Ditambahkan Nani, pekerjaan rumah lainnya yang bisa dikerjakan oleh anak untuk melatih kemandirian adalah membereskan kamar tidur. Bahkan, pekerjaan ini sudah bisa diberikan sejak anak prasekolah. Saat itulah anak sudah bisa diajarkan bagaimana membereskan tempat tidur.

“Di usia ini kita bisa mengajarkan hal yang lebih rumit dari sebelumnya. Bukan hanya sekadar meletakkan bantal dan guling di posisi yang benar, tetapi juga membereskan seprai yang acak-acakan. Kita pun dapat meminta anak untuk memasang sarung bantal dan guling,” tambahnya.

Dalam usia prasekolah, anak juga bisa diminta untuk membersihkan kursi dan meja, membereskan lemari baju bahkan menyiram tanaman. “Beri contoh bagaimana cara membersihkan meja-kursi yang terkena debu, beri contoh bagaimana membereskan lemari baju. Karena dengan mencontoh anak bisa melakukan tugas itu dengan benar,” tutur dokter berkerudung tersebut.

Pada usia 9-12 tahun, menurut dia, anak sudah bisa diajarkan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih berat. Misalnya mencuci piring, membantu memasak, mengepel lantai yang kotor hingga membantu mencuci pakaian.

“Awalnya minta anak mencuci barang-barang yang tidak mudah pecah, seperti gelas dan piring dari plastik. Supaya ketika barang tersebut terlepas, tidak pecah dan tak membahayakan dirinya lantaran pecahan kacanya yang berserakan. Setelah anak sigap melakukannya, barulah tugaskan mereka mencuci barang pecah belah. Tentu harus dipantau sampai anak benar-benar mahir melakukannya,” terang dia.

Manfaat yang kemudian bisa dipetik oleh anak ketika diajarkan untuk mandiri sejak usia dini adalah melatih motorik, mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan, hingga melatih anak untuk peduli pada lingkungan. “Kalau tidak dilatih mandiri sejak dini, anak akan terbiasa malas bekerja ketika dewasa kelak,” tambah dia.

Hal senada juga diungkapkan Pengajar dari Taman Kanak-Kanak Islam Kasih Bunda di Kompleks Kelapa Gading, Agus Ibrahim.
Dia mengatakan bahwa memberikan tugas kepada anak haruslah yang sesuai dengan kemampuannya. Jika tidak sesuai dengan kemampuan, anak akan merasa tertekan bahkan stres. Itu karena mereka mengerjakan apa yang selayaknya belum mereka kerjakan.

“Jangan minta anak melakukan tugas berat dan sulit, tetapi minta dia melakukan tugas yang ringan supaya bisa dilakukannya dengan mudah. Perhatikan pula faktor kesehatan. Jangan sampai mereka sakit akibat tugas yang diberikan tidak sesuai,” katanya.

Di sekolah, tambah Agus, melatih kemandirian anak bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya dengan mengajarkan mereka bagaimana berkebun yang baik, atau membersihkan kotak makan mereka sendiri usai makan siang. “Selain di sekolah, tentu saja kemandirian anak paling awal diajarkan di rumah. Untuk itu orangtua harus berani memberikan tugas kepada anak-anaknya. Tapi harus sesuai dengan usia,” tambah dia lagi.(oz/hp/mitrafm)

 

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*