RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Batasi Fasilitas Teknologi

Batasi Fasilitas Teknologi

SEMAKINmarak beredarnya film porno di lingkungan sekolah menjadi perhatian lebih orangtua dan pihak sekolah.Keduanya bekerjasama untuk memonitor anak.

”Sekarang ini hampir setiap hari ada saja berita tentang anak dan remaja melakukan mesum.Atau,mereka banyak melakukan foto bugil dan setelah itu disebarkan ke teman- temannya,” papar psikolog yang juga Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, Psi, saat menjadi pembicara ”Seminar Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Akibat Pornografi dan Narkoba ditinjau dari Kesehatan Inteligensia” di Departemen Kesehatan, pekan lalu.

Elly mengatakan, pernah menangani anak lelaki yang berusia 10 tahun. Dia mengalami penurunan prestasi secara drastis.Setelah ditelusuri, ternyata anak tersebut sering menonton film yang sarat adegan seksnya di handphone temannya. Semenjak kejadian itu,si anak kehilangan konsentrasi atau susah fokus dalam berpikir karena terngiang gambar tersebut.

Elly menyebutkan, banyak sekali orangtua terperangkap dalam ketidaktahuan, juga tidak tahu harus berbuat apa saat anaknya keranjingan film porno. Data dari pertemuan konselor remaja yayasan kita dan buah hati menyebutkan bahwa 1.625 siswa yang terdiri atas kelas 4-6 SD yang berada di Jabodetabek, sepanjang 2008,ternyata 66% dari mereka menyatakan pernah menyaksikan pornografi lewat berbagai media,yaitu 24% lewat komik, 18% lewat games, 16% situs porno, 14% film, 10% VCD dan DVD,8% handphone, 4-6% majalah dan koran.

”Alasan mereka ingin melihatnya adalah 27% menjawab karena iseng. Mengapa iseng? Karena tugas mereka hanya belajar dan buat pekerjaan rumah saja,yang lain sudah dikerjakan pembantu atau ibunya.Dan 10% karena terbawa teman, serta 4% karena takut dibilang kuper,” sebutnya. Sementara, tempat yang dipilih anak-anak untuk melihat film tersebut ternyata 36% anak-anak melihat pornografi di rumah atau kamar pribadi,12% di rumah teman dan 18% di warnet.

”Kalau kita jumlahkan yang melihat di kamar pribadi dan di rumah teman berarti satu dari dua anak melihat di rumah sendiri,” sebutnya. Dan pada saat ditanya apa perasaan mereka saat pertama melihat film tersebut? Sebanyak 43% mengatakan jijik, tetapi 27% mengatakan biasa-biasa saja. Reaksi lainnya adalah 7% mau muntah, 5% takut,dan 4% terangsang.

”Hal tersebut sangat menyedihkan karena jika di usia dini,mudah melihat adegan atau gambar tidak pantas mengakibatkan mereka lebih mudah terangsang sebelum waktunya,”paparnya. Data dari survei Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia pada 2007 menyebutkan, 97% pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, oral seks, 62,7% remaja SMP tidak perawan, dan 21,2% remaja SMA pernah aborsi.

”Data WHO menunjukkan setiap tahunnya 15 juta remaja mengalami kehamilan dan 60% berusaha mengakhirinya. Wajar saja bukan? Bukankah mereka sudah terpapar hal tentang pornografi sejak belia,”sebut Elly. Untuk hal ini, banyak orangtua yang sering ”kecolongan”.

Mereka cenderung membebaskan anak-anaknya bermain dan kumpul bersama teman-teman tanpa tahu mungkin saja anaknya salah satu dari 66% anak sekolah yang menyaksikan pornografi. Data yang diperoleh dari Yayasan Kita dan Buah Hati, komik adalah media paling banyak yang diakses untuk menyaksikan pornografi.

”Keluarga harus menciptakan motivasi dan lingkungan yang sehat bagi anak sehingga otak anak dipenuhi dengan hal-hal positif yang membangun dan tidak ada ruang untuk pornografi,” paparnya. Selanjutnya,Elly juga mengatakan, pada kenyataannya orangtua punya kontribusi dalam memudahkan anak mengakses pornografi.

Seperti membelikan anak telepon seluler,menyediakan komputer beserta akses internet. ”Pemberian informasi secara cepat dan berulangulang, merupakan asal mula anak terpapar dampak negatif dari pornografi. Parahnya banyak orangtua yang tidak menyadarinya,” sebutnya.(sindo/hp/mitrafm)  

 

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*