RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Balita Banyak Belajar dari Kekecewaan!

Balita Banyak Belajar dari Kekecewaan!

Orang tua kerap tak tega melihat anaknya kecewa jika keinginannya tak dikabulkan. Padahal, anak perlu merasakan kekecewaan juga lho.. Tinggal bagaimana Anda mengatasi kekecewaannya dengan tepat!

Anak-anak kecewa dan frustrasi ketika permintaan atau keinginannya tak dipenuhi segera. Reaksi si satu tahun menghadapi kekecewaan biasanya menangis, uring-uringan bahkan mengamuk. Orang tua biasanya pusing melihat si kecil berulah demikian. Daripada membuat heboh sekitar, orang tua muda biasanya memenuhi saja permintaan anak-anaknya.

Memperkaya pengalaman. Sebenarnya, anak-anak juga perlu merasakan kekecewaan. Melalui pengalaman kecewa, anak bisa belajar banyak hal. Pengalaman ini juga akan memperkaya pengalaman anak, sama seperti pengalaman hidup lainnya.

Bagaimanapun, orang tua tidak dapat menghindarkan si kecil dari rasa kecewa, frustasi, atau sedih. Di samping itu, melalui pengalaman kecewa ini, si kecil belajar bahwa dalam hidup itu ada batas-batasnya. Melalui pengalaman kecewa ini, si kecil juga akan belajar bagaimana mengatasi kekecewaan.

“Anak-anak, bahkan yang berusia sangat muda, dapat mengatasi kekecewaan atau frustrasi. Anak-anak terlahir dengan kemampuan menguasai kepedihan kecil, juga kekecewaan,” ungkap Gabriele Haug-Schnabel , ahli dan peneliti perilaku biologi manusia (Forschungsgruppe Verhaltensbiologie des Menschen) di Kandern, pinggiran kota Freiburg , Jerman. Semakin kaya pengalaman, anak semakin terampil mengatasi kekecewaannya.

Selain itu, dengan kemampuan anak mengatasi kekecewaan yang semakin baik, ia juga belajar melihat kekecewaan bukan sebagai masalah melainkan tantangan. Tantangan demi tantangan yang berhasil dilewati dapat membangun rasa percaya diri si kecil.

Atasi kekecewaan dengan cinta. Dalam mengajar si satu tahun menghadapi kekecewaan, yang mutlak perlu digunakan adalah kalimat dan nada bicara positif. Tentu saja tak mudah bicara dengan anak usia ini. Namun percayalah, hasil dari cara ini dapat Anda petik ketika ia beranjak usianya, teurama saat keterampilan bicaranya berkembang pesat.

Pada intinya, para ahli perkembangan anak umumnya menekankan, ketika anak mengalami kesedihan dan kekecewaan, sementara orang tua selalu memberi respons positif dan dukungan untuk menghadapinya, anak jadi tegar dan kuat.

Sebaliknya, bila anak banyak mengalami kekecewaan namun hanya sedikit respons positif dari orang tua, ia tumbuh menjadi seseorang yang selalu ragu-ragu, tidak percaya pada dirinya sendiri dan juga orang lain. Anak bahkan bisa agresif karena tidak berdaya. Dengan demikian, takaran pas yang perlu Anda ingat adalah, ketika anak mengalami beberapa kekecewaan kecil, ia selayaknya memperoleh segudang curahan cinta dari ayah dan bundanya. (ayahbunda/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*