RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Si 3 tahun: Tidak Mau Berbagi

Si 3 tahun: Tidak Mau Berbagi

Si tiga tahun Anda ingin apa pun lebih banyak dari adik atau teman-temannya? Pada usia ini memang seringkali ia belum juga mau berbagi, padahal Anda telah mengajarkannya sejak usianya lebih muda. Apakah ia akan tumbuh jadi anak egomaniac?

Anak usia ini memang terkadang terlihat cenderung pelit dan serakah, karena tidak mau membagi miliknya dengan orang lain dan minta lebih banyak. Namun sebenarnya ia tidak bermaksud demikian. Anak usia ini hanya sedang mengembangkan perasaannya terhadap dunia tempatnya bertumbuh.

Belajar berbagi. Begitu anak berusia tiga tahun, orang tua kerap berharap ia terampil berbagi. Memang ada anak yang sudah dapat berbagi pada usia ini. Namun, ada juga yang belum siap. Ini karena anak usia ini belum paham kebutuhan orang lain.

Si tiga tahun belajar bahwa berbagi terdiri dari tiga bagian: benda, memberi dan mengembalikan. Tetapi, nyatanya, proses berbagi tidak selalu mengandung unsur mengembalikan. Misalnya, pada makanan. Makanan yang sudah diberikan tidak mungkin diminta kembali atau sekadar dipinjamkan. Inilah sebabnya, anak usia kira-kira 3 tahun ingin mendapatkan banyak. Karena, bila dibagikan, miliknya jadi berkurang.

Anak-anak belajar berbagi sejak dini, yaitu saat orang tua meminjamkan sesuatu kepada anak, memintanya kembali dan anak mengembalikannya. Tetapi keberhasilan anak untuk mengembangkan keterampilan berbagi, atau merelakan sebagian miliknya diberikan kepada orang lain, sangat tergantung pada kesiapannya, jumlah barang yang dimiliki, serta keterlibatan orang dewasa. Bila jumlah barang terbatas, semakin keras usaha anak untuk merelakan miliknya dibagi.

Pentingnya peran orang tua. Agar anak berhasil mengembangkan keterampilannya untuk berbagi, orang tua dituntut menciptakan kondisi bahwa berbagi adalah sesuatu yang semestinya. Membiasakan anak selalu berbagi, memberi kesempatan pada anak untuk selalu memperhatikan kebutuhan orang lain.

Cobalah untuk memberikan mainan yang membutuhkan kerja sama. Misalnya, puzzle , balok, dan kertas besar untuk melukis bersama. Cerita dalam buku-buku yang Anda bacakan juga bisa menjadi inspirasi bagi anak untuk belajar berbagi.

Hindari sikap membedakan diantara anak-anak, karena mereka cepat sekali mendeteksi bila mereka tidak diperlakukan sama. Jangan lupa pula memberi pujian ya, Bunda, bila anak-anak dapat saling berbagi. Dengan begitu, mereka akan semakin terpacu untuk terus berbagi.(ayahbunda/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*