RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Ajarkan Kerja Sama sejak Dini

Ajarkan Kerja Sama sejak Dini

BAGIseorang ibu yang sibuk bekerja, memiliki pengasuh adalah pilihan yang wajib diambil untuk mengawasi anakanaknya di rumah.Lalu,bagaimana hubungan pengasuh dengan anak Anda?

Ibu yang sibuk bekerja di luar rumah sering kali merasa waswas akan keadaan rumah, terutama kondisi buah hatinya. Sebab,yang terjadi di rumah, anak-anak umumnya tidak mau menurut kalau diberitahukan oleh pengasuh mereka. Terkadang, bila anak membandel dan tidak mau menurut di rumah sehingga menjadi bahan laporan pengasuh, akhirnya menjadi dilema bagi si ibu.Apakah memilih harus menasihati anak atau si pengasuh.

”Ini akan jadi masalah bila kita menjadikan pengasuh atau pembantu di rumah sebagai mitra sekaligus pengawas anak-anak,”sebut pemerhati anak Melly Kiong. Dia menjelaskan,sebenarnya penyebab situasi tidak mengenakan semacam itu sangatlah sederhana. Anak-anak yang tidak menurut hanya mencontoh atau memfungsikan kondisi yang sudah ada dari orangtuanya.

”Saya yakin sekali, mayoritas dari kita pasti tidak sadar, bahkan sama sekali tidak menyangka bahwa selama ini kita sudah menyampaikan pesan kepada anak-anak bahwa pengasuh atau pembantu itu memang tugasnya semata hanya sebagai pelayan mereka di rumah,”ujar ibu dua anak itu. Lebih lanjut dikatakan, dengan pesan tersebut, kita seperti memberi hak veto kepada anak bahwa sebagai anak majikan, mereka tidak bisa dibantah pengasuhnya meskipun nyata-nyata salah.

Kecenderungan kita yang biasa bersikap main perintah kepada pengasuh atau pembantu, ternyata diserap mentah- mentah oleh anak. Melihat contoh sikap seperti ini, anak pun akan memosisikan dirinya sebagai anak majikan yang juga berhak memerintah dan tidak boleh dibantah. ”Bagaimana anak bisa menurut pada pengasuhnya kalau kondisinya seperti itu? Akankah kita membiarkannya?

Tentu tidak. Kita sadar bahwa kondisi demikian akan kontraproduktif bagi maksud kita menjadikan pengasuh atau pembantu sebagai mitra dalam mendidik anak,”sebut perempuan yang disibukkan kegiatan pendidikan bagi orangtua ini. Melly menuturkan,sesungguhnya kita tetap bisa mengendalikan kondisi tersebut tanpa membuat anak merasa tidak dihargai, atau menjadikan pengasuh selalu di bawah status anak kita.Pada titik ini, kita harus menomorsatukan kepentingan bersama.

Kalau si anak memang salah, dia menyarankan, pengasuh wajib memberikan teguran atas sikap mereka yang kurang atau bahkan tidak menurut.Kita harus tegaskan posisi pengasuh sebagai mitra orangtua di rumah untuk membantu membimbing anak-anak.”Dan,kita juga wajib memberikan pemahaman dan penjelasan kepada anakanak akan pentingnya posisi pengasuh,”sebutnya. Pada saat yang sama, kita juga perlu menanamkan pengertian kepada si pengasuh untuk memperhatikan sikapnya supaya mereka juga dihargai anak kita.

Sebab,pada usia yang cukup, anak biasanya cukup kritis terhadap perilaku pengasuhnya. ”Apabila pengasuh tidak menunjukkan perilaku yang baik, bisa saja anak yang sudah cukup paham akan hal itu akan menjadi tidak menghormati mereka,”papar Melly. Dia pun menyarankan, bagi orangtua kepada pengasuh, mereka harus menegaskan mengenai apa saja yang boleh dilakukan para pendamping anak di rumah terhadap anak kita. Intinya, fungsi pengasuh hanya sebatas pada pengawasan sikap.

”Mereka tidak diperkenankan melakukan tindakan lain selain pengontrolan, semisal menghukum anak secara fisik,”katanya. Hal yang sama juga dilontarkan psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Roslina Verauli, M.Psi. Dia berpendapat, saat memberikan hukuman pada anak tidak sepatutnya dilakukan pengasuh. ”Pada saat anak melakukan kesalahan dengan tidak menurut kepada pengasuh, maka orangtualah yang turun tangan memberikan hukuman kepada anak.

Karena terkadang ada juga pengasuh yang ringan tangan,” papar psikolog yang akrab disapa Vera. Dia menyarankan agar ayah-bunda wajib memberi wejangan kepada putra-putrinya untuk nurut kepada pengasuhnya. ”Karena saat kita sedang tidak ada,pengasuhlah yang menjadi controlled di rumah. Jadi jika anak membantah, maka tegur anak dan nasihati dia,”pesannya.( sindo/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*