RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Melawan DBD dengan Bakteri Wolbachia

Melawan DBD dengan Bakteri Wolbachia

DI tengahketidakberdayaan melawan demam berdarah dengue di berbagai negara tropis, sekelompok peneliti Australia mengklaim telah menghasilkan riset yang dapat membantu memerangi DBD dengan cara menghentikan jalur penularan penyakit tersebut.

Para peneliti bahkan mengaku berhasil menginfeksi nyamuk penyebar penyakit tropis itu dengan bakteri wolbachia sehingga kemampuannya menularkan dengue ke manusia berkurang.Caranya, menginfeksikan nyamuk pembawa penyakit itu dengan parasit yang memperpendek masa hidup nyamuk.

Dalam paparan hasil penelitian pada jurnal Science dijelaskan, bakteri wolbachia menyebar dengan baik melalui uji laboratorium pada nyamuk-nyamuk yang berkembang biak. Dengue demam berdarah hanya dibawa nyamuk dewasa sehingga membunuh mereka bisa memutus mata rantai penularan DBD.Para peneliti bahkan telah menginfeksi 10.000 embrio nyamuk dengan bakteri itu.

Tes itu untuk melihat sejauh mana bakteri bisa mengurangi masa hidup serangga tanpa membunuhnya atau mencegah perkembangbiakan mereka. Para peneliti dari Universitas Queensland di Brisbane, Australia,mengambil bakteri wolbachia untuk memperpendek masa hidup nyamuk vektor DBD.

Nyamuk yang membawa virus dengue tak secara alami rentan terhadap bakteri sehingga peneliti membuat nyamuk beradaptasi agar infeksi itu berhasil. Bakteri itu dapat menyebar dari nyamuk betina yang terinfeksi pada keturunannya. Hal ini bisa memperpendek masa hidup nyamuk dan embrionya.

Penentuan apakah hal itu dapat menghilangkan nyamuk pembawa virus merupakan tantangan tersendiri. Virus itu menyerang manusia saat nyamuk membawa virus dalam darah. Selama ini pemberantasan nyamuk dilakukan dengan insektisida, tetapi hal itu bisa menimbulkan resistensi nyamuk terhadap paparan bahan kimia.

Potensi wolbachia sebagai satu jalan pengendalian populasi nyamuk cukup menjanjikan.” Kuncinya, hanya nyamuk berusia sangat tua yang dapat menularkan penyakit itu,” kata salah satu peneliti,Prof Scott O’Neill. Ini berarti hanya nyamuk dewasa yang berbahaya bagi manusia dan dengan membunuh nyamuk-nyamuk itu akan mengurangi kemampuan mereka menginfeksi.

Upaya ini dinilai mudah untuk mengatasi masalah itu, khususnya di daerah urban, saat metode lain sulit dilakukan. Hal itu diakui O’Neill, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mencoba mencari vaksin demam berdarah, tapi cukup sulit. Pasalnya, ada empat jenis virus penyebab demam berdarah dan vaksinasi untuk satu atau dua strain virus saja malah meningkatkan semakin beratnya penyakit.

Karena itu sampai saat ini masih dicari vaksinasi untuk seluruh strainvirus. Diduga vaksinasi belumakantersediadalam5- 10 tahun ke depan. Satu-satunya langkah mencegah demam berdarah adalah memutus rantai penularan,termasuk mengenyahkan nyamuk demam berdarah yang sudah digalakkan pemerintah dengan slogan 3M (menguras, menutup, dan mengubur).

”Untuk di kota-kota di Indonesia, pencegahan demam berdarah yang paling efektif adalah dengan memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk itu sendiri,” kata dr Budi Waluyo dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemberantasan sarang nyamuk bisa dengan cara fogging.

Tapi, harus tetap waspada karena jentik-jentiknya masih tetap hidup. ”Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hanya dengan itu Indonesia bisa mengurangi penyebaran DBD,”tuturnya lagi. (sindo/hp/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*