RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Tragedi Situ Gintung,65 Tewas

Tragedi Situ Gintung,65 Tewas

ImageDITERJANG BAH SITU GINTUNG, Warga dan tim penyelamat melakukan pencarian korban di sekitar mobil yang hanyut hingga tersangkut kabel listrik di Desa Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, kemarin. Terjangan air akibat jebolnya tanggul Situ Gintung telah menghancurkan ratusan rumah dan menewaskan lebih 60 orang.

JAKARTA (SI) – ”Tsunami kecil”di pagi buta menjadi petaka bagi warga sekitar Danau Situ Gintung, Cireundeu,Tangerang Selatan. Tanggul danau yang jebol itu menyemburkan air bah.Hingga pukul 00.30 WIB 65 orang ditemukan tewas dan ratusan hilang. Korban tewas dan hilang setelah air dengan kapasitas 1,5 juta meter kubik tiba-tiba mengalir, mengamuk, dan menghantam ratusan rumah warga hingga rata dengan tanah.

Air sebanyak itu sebelumnya memenuhi danau setelah seharian diguyur hujan deras. Saat musibah terjadi, kebanyakan korban tewas sedang tidur pulas. Mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena tumpahan air begitu banyaknya.Pada umumnya korban tinggal di rumah yang berjarak 500 meter dari tanggul. Suasana saat musibah digambarkan saksi mata begitu mencekam.

Gemuruh air bercampur dengan suara reruntuhan ratusan rumah,pohon begitu juga teriakan warga yang menyelamatkan diri. Puluhan mobil bergerak dalam pola kacau mengikuti arus tsunami kecil. Ada mobil yang ditemukan terguling, saling bertumpuk hingga meloncati pagar rumah tetangga.

Masifnya bencana tergambar dari puing-puing reruntuhan dengan radius 500 meter. Mulyadi, 45, warga RT 01/08 yang selamat dari musibah itu,menuturkan bahwa kemarin dini hari, sejak pukul 00.30 WIB dia beserta keluarga dan warga lain sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Sejak pukul 22.00 dia sempat beberapa kali mendengar suara gemuruh dari atas.

Pukul 02.00 tanggul danau, yang juga jalan alternatif di desa itu,mulai goyang. Pukul 04.00, sisi kanan dan kiri tanggul mulai copot. Puncak jebolnya tanggul pukul 05.00. ”Air menerjang begitu hebatnya menghantam ratusan rumah,” kata Mulyadi. Ayah dua anak itu mengaku bersyukur karena selamat dari musibah. Pukul 06.00 petugas tim gabungan mulai menemukan satu per satu jenazah korban.

Selain anakanak, ibu-ibu, orang dewasa, pasangan suami istri, korban adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan STIE Ahmad Dahlan. Lokasi kedua kampus itu berdekatan dengan danau. Satu keluarga yang ikut tewas di antaranya seorang ibu,Rusmiati, dan dua anaknya, Syiren dan Rifa.

Rusmiati dan Syiren ditemukan oleh petugas pada pukul 09.00 WIB. Rifa,bocah berusia 4 tahun,hingga tadi malam belum ditemukan. Korban lain yang meninggal diketahui bernama Sugino alias Bance, 27, dan istrinya, Siti, 18. Keduanya diketahui baru menikah bulan Desember 2008. Bahkan hingga kemarin jenazah Siti belum ditemukan.

Korban tewas ditampung di dua lokasi, yakni di Kampus STIE Ahmad Dahlan dan UMJ. Setelah didata, jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.Adapun korban yang lukaluka dilarikan ke RS Fatmawati dan beberapa rumah sakit lainnya.

Juru Bicara Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan Fuad Pahlevi mengatakan,korban yang tewas kebanyakan tinggal di RT 3/8,RT 3/2,RT 1/7,RT 4/8 Kampung Situ Gintung, Kelurahan Ciereundeu, Kecamatan Ciputat Timur. Rumah mereka umumnya hancur berantakan, termasuk barang-barang berharga seperti mobil dan sepeda motor yang teronggok menjadi sampah.

Tampak di lokasi musibah, jejak dua saluran air dari sisi kanan dan kiri berhasil menjebol tanggul itu.Sisi tengah tanggul masih sanggup menopang,walau bagian atasnya sudah hancur. Permukiman warga pun berubah layaknya sungai dengan arus air yang cukup deras hingga radius satu kilometer.

Tanggul Tua

Akibat jebolnya bendungan, tak kurang dari 300 rumah rusak, separuh di antaranya rusak parah. Selain mengakibatkan rumah rusak di dua kelurahan,Cireundeu dan Poncol, genangan air hingga mencapai wilayah Kebayoran Lama,Jakarta Selatan. Mengenai penyebab jebolnya bendungan, dugaan sementara karena debit air yang terlalu tinggi. ”Overload.

Sebelumnya hujan lebat sempat mengguyur wilayah Tangerang sehingga jumlah air di sana meningkat,” ungkap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Departemen Pekerjaan Umum Pitoyo Subandrio. Dengan luas situ 21 hektare bila keadaan air saat itu sedalam lima meter maka diperkirakan terdapat 1,5 juta kubik air yang tumpah menghantam perumahan warga.

Akibatnya air menghantam rumah warga di kawasan yang lebih rendah sepanjang 4 kilometer.Tidak kurang dari 400 kepala keluarga atau 1.000 orang diperkirakan terkena musibah ini. Pejabat Wali Kota Tangerang Selatan Shaleh MT berpendapat senada.Debit air terlalu tinggi dan tidak dapat dibendung lagi.

”Jadi saya rasa bukan karena tanggulnya yang bermasalah, tetapi karena debit airnya sangat tinggi,” ujar Wali Kota yang masih merangkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga Provinsi Banten itu. Namun, ada juga dugaan penyebab lain yaitu karena usia bendungan yang sudah tua.

Saat ini umur bendungan itu 76 tahun, terhitung sejak dibangun pada 1932 dan selesai pada 1933. Menurut Pitoyo Subandrio, pada 2008 Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sudah melakukan revitalisasi tanggul-tanggul yang ada. Misalnya menormalisasi fungsi da- nau, membersihkan, dan memasang tanggul-tanggul di tepi situ. ”Sebenarnya 2-3 tahun lalu sudah ada laporan kerusakan,” ungkapnya.

Ganti Rugi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin berkunjung ke lokasi musibah di sela-sela kampanye pemilu yang dijalaninya. Pemerintah, janji Presiden, akan memberikan bantuan sosial kepada para korban bencana. ”Saat ini yang diutamakan adalah perawatan yang sakit dan penanganan bagi mereka yang di pengungsian seperti makanan, minuman, air bersih,dan lain sebagainya,” ujar Presiden.

Presiden SBY juga menginstruksikan agar tanggul Situ Gintung segera dibangun kembali. Menurut Presiden, pemerintah akan memikirkan kembali konstruksi yang tepat bagi Situ Gintung. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto lebih dulu tiba di lokasi, pukul 10.00.

Mereka melihat langsung upaya pencarian korban. Menurut Kalla, pemerintah akan menjamin dan memberikan ganti rugi kepada warga yang kehilangan harta benda. Misalnya tempat tinggal yang dibutuhkan sesuai aturan yang ada. ”Kami akan menjamin itu. Termasuk bantuan kesehatan,”ungkapnya.

Hingga tadi malam tim penyelamatan gabungan masih berusaha mencari korban.Saat ini PMI telah mengerahkan 110 personel untuk mengevakuasi korban,identifikasi jenazah, dan mengembalikannya kepada pihak keluarga.Ketua PMI Mar’ie Muhammad mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada hari ini. ”Kami masih akan membantu selama masih diperlukan, termasuk membersihkan lumpur di lokasi,”ungkap Mar’ie. (sindo/mitrafm/hp)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*