RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Firasat Buruk Kapten Pilot Gede Sebelum Terbang

Firasat Buruk Kapten Pilot Gede Sebelum Terbang

AnImageggota TNI AU mengangkat peti jenazah saat upacara pelepasan di Bandara Husein Sastranegara, tadi malam.

Kepergian Kapten Penerbang I Gede Agustirta Santosa, pilot Fokker 27 TNI AU yang jatuh di Bandara Husein Sastranegara,meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Desa Ababi,Karangasem,Bali.

SEBELUMperistiwa nahas itu, almarhum sempat menyampaikan firasat buruk kepada orangtuanya. Kemarin pagi, sekitar pukul 10.00 Wita, Gede sempat menelepon ibunya, Ni Ketut Suni, menyampaikan firasat buruk yang terlintas dalam mimpinya. Gede bercerita bahwa dia baru saja bermimpi digunduli kepalanya.

“Dalam mimpi itu ada juga paman serta bibinya yang juga digunduli kepalanya,” ujar I Nyoman Kuta, ayah Gede di Karangasem,kemarin. Mendengar cerita itu, Gede lalu dinasihati agar berhati-hati dan tidak lupa berdoa.Apalagi dalam pembicaraan lewat telepon itu, Gede juga mengabarkan hendak membawa personel pasukan terjun payung.Hanya berselang beberapa jam kemudian,Kuta mengaku sangat kaget mendengar peristiwa jatuhnya pesawat TNI AU di Bandung.

“ Kami sangat berduka.Tapi ini adalah kehendak Tuhan yang tak bisa ditolak,”ujarnya. Bagi Kuta, Gede yang lahir pada 8 Agustus 1978 itu merupakan kebanggaan keluarga. Sejak kecil, anak sulungnya itu sudah menunjukkan prestasi. Gede merupakan lulusan terbaik Akabri tahun 2000.

Di kampung halamannya, keluarga besar juga telah melakukan persiapan untuk menyambut jenazah Gede.Almarhum meninggalkan seorang istri Putu Nala dan dua anak, yakni Ni Putu Tara, 4 tahun, dan Nyoman Krisna,2,5 tahun.

Sementara itu, keluarga korban jatuhnya pesawat Fokker 27 TNI AU di Bandara Husein Sastranegara histeris begitu sampai di Rumah Sakit (RS) dr Salamun,Jalan Ciumbuleuit, Bandung, kemarin. Terlebih setelah melihat jejeran kantong jenazah di kamar mayat rumah sakit tersebut. Keluarga kemudian diarahkan untuk berkumpul di Ruang Serbaguna RS dr Salamun.

Salah satunya, Rini Muryani, 44, sepupu korban Pratu M Imron. Dia mengaku langsung datang ke rumah sakit tersebut begitu mengetahui kabar kecelakaan pesawat TNI AU dari televisi. Rini datang bersama dua kerabat dan hingga kemarin sore belum diperbolehkan melihat jenazah korban dari dekat. Sambil terisak Rini mengungkapkan, sudah satu bulan Imron mengikuti latihan skuadron 2 TNI AU. Biasanya setiap Sabtu, Imron pulang ke asrama di Cimahi, Bandung.

“Tapi, Sabtu lalu dia tidak pulang,”ujar Rini. Imron merupakan anak ketiga pasangan Satilan-Fatmi.Orangtua Imron bertempat tinggal di Madura, Jawa Timur.Keluarga di Madura sudah mengetahui bahwa Imron menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat TNI AU.Keluarga meminta agar jenazah Imron dibawa ke Madura.

“Keluarga menangis di Madura. Kami ingin jenazah dibawa ke Madura,”tuturnya. Tidak hanya Rini, I Nyoman Suarnapa, kelurga Kapten Penerbang I Gede Agustirta Santosa korban pilot pesawat nahas tersebut, juga datang ke RS Salamun. Dia mengaku diutus keluarga untuk mengurus jenazah.

“Saya diutus orangtuanya di Bali untuk mengurus semuanya, mulai dari sembahyang hingga pemberangkatan,” kata Suarnapa ketika melihat proses identifikasi jenazah. Puluhan keluarga korban yang mendatangi RS dr Salamun dikawal ketat anggota TNI AU. Wartawan yang hendak mewawancarai keluarga korban pun dicegah oleh anggota tersebut.Mereka kemudian diarahkan ke Gedung Serbaguna RS dr Salamun.

Di ruangan tersebut, keluarga korban tak hentihentinya menangis. Puluhan anggota TNI AU pun tampak berjaga-jaga di gedung serbaguna tersebut.Mereka tidak mengizinkan wartawan untuk mendekati gedung tersebut.

“Maaf Mas, ini keluarga yang sedang berduka,jadi mohon pengertiannya,” ujar salah seorang anggota TNI AU. Pascakejadian tersebut, personel TNI AU yang berjaga di RS dr Salamun memang ditambah. Mereka berpatroli secara bergiliran keliling rumah sakit. Beberapa titik yang dijaga ketat antara lain pintu masuk utama, sekitar tempat identifikasi di kamar mayat, dan gedung serbaguna.

Hingga sekitar pukul 19.00 WIB,tadi malam,suasana di RS TNI AU dr Salamun masih diselimuti kesedihan. Beberapa orang hilir mudik masuk ke dalam rumah sakit yang dijaga ketat personil TNI AU. Setiap orang yang akan masuk diperiksa secara intensif oleh petugas, termasuk mereka yang mengaku sebagai keluarga korban. (sindo/hp)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*