RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Adik Mau Jadi Pemimpin?

Adik Mau Jadi Pemimpin?

Membiarkan si kecil sesering mungkin bermain bersama teman-temannya, ternyata dapat mengasah kemampuan kepemimpinannya.

”Nina duduk di sini, Ali sebelah sini, Virna siniii… Tunggu ya, satu, dua, tigaaa… Udah deh di foto! Eh Nina, bonekanya ditaruh dulu dong, yaa jadi diulang deh!”

Dani (3) nyerocos sendirian mengatur teman-temannya. Ia berlagak bak fotografer profesional. Lucunya, tiga temannya itu toh tidak keberatan diatur-atur oleh Dani. Ah, si kecil Dani punya bakat memimpin rupanya.

Ma, kepemimpinan itu bukan melulu bakat yang dibawa sejak lahir, tapi bisa dilatih kok. Bagi anak seusia Dani dengan sering-sering bermain bersama teman-temannya, dia secara tidak langsung terlatih untuk mengembangkan berbagai aspek dalam diri, terutama keterampilan sosialnya. Kemampuan berbagi, bergantian, empati, kemampuan kerjasama dengan teman, sedikit banyak akan mengasah kemampuan kepemimpinan.

Dengan bermain bersama pula, anak juga akan belajar menghadapi serta mengatasi kondisi emosi yang sulit, seperti rasa marah yang timbul ketika terjadi konflik dengan teman, ataupun rasa sedih dan kecewa ketika teman tidak mau bermain dengannya. Hal-hal terkait mengontrol emosi ini juga dibutuhkan loh untuk menjadi seorang pemimpin. Ingat, hubungan pertemanan pada masa kanak-kanak akan menjadi dasar bagi interaksi sosial pada tahap-tahap usia selanjutnya.

Untuk itu, peran orangtua sangat penting agar anak terlibat dalam kelompok bermain yang tepat dan sesuai. Selain memberikan kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi, orangtua juga tetap perlu mengawasi aktivitas anak. Ada baiknya orangtua mengenal teman-teman anak serta berbagai aktivitas yang mereka lakukan.

Walau begitu, jangan pula terlalu membatasi anak. Bagaimana pun orangtua tidak dapat menciptakan lingkungan yang steril bagi anak. Anak mungkin saja mendapatkan pengaruh yang buruk dari teman, misalnya tiba-tiba saja Anda terperajat kala si kecil mampu berkata kasar setelah ia bermain dengan teman-temannya. Tapi Ma, daripada sekedar melarang si kecil bermain atau terlalu memilih-milih dalam berteman, akan lebih bijak jika orang tua mengembangkan nilai-nilai moral yang kuat di rumah.

Perlu dipahami juga bahwa setiap anak berbeda-beda karakternya. Ada anak yang supel dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Ada pula yang sulit masuk ke dalam suatu lingkungan, misalnya anak yang pemalu. Intinya, hindari memaksa anak untuk bergabung dengan teman-temannya, apalagi memarahinya. Justru, bersikap empati terhadap anak akan lebih membantu. Orangtua dapat mengatakan: “Kakak belum siap ya untuk main sama-sama, kalau begitu kita duduk di sini dulu yuk sambil melihat teman-teman. Nanti kalau sudah siap kakak bisa bergabung.” Atau jika orang-orang yang dihadapi belum dikenal oleh anak, orangtua dapat mengajaknya berkenalan sambil memberi contoh, misalnya dengan mengatakan “Kakak belum kenal ya dengan teman-teman? kita kenalan dulu yuk”. Yang penting, terus berikan motivasi pada anak tanpa memaksanya.(morinagaplatinum.com)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*