RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Bicara

Bicara

Berbicara adalah fase belajar mendengarkan, mengerti dan memahami pembicaraan orang lain. Ia tak sekedar mengoceh atau menangis, tetapi berbicara berarti mulai bisa mengartukulasikan kata yang bisa dimengerti orang lain.

Ada aspek komunikasi dalam keahlian berbicara. Dengan mendengarkan orang lain, anak Anda akan belajar bagaimana mengucapkan sebuah kata dan menempatkan kata dalam sebuah kalimat.

Pada umur 9-10 bulan, dia masih kelihatan ‘cadel’ untuk mengucapkan kata ‘mama’ atau ‘papa’. Tetapi dalam beberapa bulan kemudian, dia akan berkembang cepat dan sudah bisa mengucapkan beberapa kata, mengajukan beberapa pertanyaan, memberikan tanggapan, bahkan mungkin sudah mampu bercerita.

Perkembangan
Pada umur antara 2-3 tahun, perbendaharaan kata yang dikuasai anak dan sering digunakan dalam berbicara sehari-hari, biasanya mencapai sekitar 300 kata. Tetapi di dalam memorinya ia telah mengenal sekitar 900 kata, namun tidak digunakan secara aktif.

Pada saat itu anak telah mulai belajar tentang modulasi dan intonasi. Dia akan menggunakan nada yang datar saja ketika menjawab sebuah pertanyaan, tetapi menggunakan nada yang lebih ekpresif, misal sedikit teriak, ketika mengatakan ‘mama,’ ‘nenek’, atau ketika menyebut ‘namanya sendiri’.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-4 Ia sudah berusaha mengucapkan kalimat-kalimat sederhana, seperti, ‘saya ingin makan,’ ‘adek mau tidur’ atau ‘mana mainan saya’.

Anda boleh tersenyum ketika pada umur ini, karena ia biasanya juga melengkapi bicaranya dengan menggerakkan tangan atau perubahan pada mimik wajahnya, untuk mendukung maksud bicaranya. Ia belajar berbicara seperti badut.

Jika ia sudah mengenal kalimat sederhana, mulailah diajari kata-kata keterangan waktu atau tempat.

Seperti ‘tadi pagi saya sudah mandi’ atau ‘ibu sedang pergi ke pasar’ keterangan-keterangan dan kata sifat akan membantunya lebih mengenal lebih banyak kosakata, dan belajar memahami konteks kata dalam sebuah kalimat.

Pada umur ini, anak juga mulai belajar menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ‘siapakah dia’ (sambil Anda menunjuk orang yang dituju) atau pertanyaan yang lebih kompleks seperti ‘dimana kamu tadi pagi’.

Pada umur 3 tahun, jika Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, dan anak Anda hanya mengulang-ulang pertanyaan Anda, tapi tanpa mampu menjawabnya, sebaiknya Anda perlu segera konsultasi ke dokter anak.

Pada umur 3-4 tahun anak memang seharusnya sudah mampu berbicara sempurna seperti orang dewasa. Jangan mengajari anak dengan bahasa yang ‘cadel’ karena justru akan mempengaruhi caranya menghafal.

Pada umur ini, dia juga akan bicara terus-menerus lengkap dengan intonasi dan modulasi bicara. Dia juga sudah berbicara sesuai dengan konteks situasi dimana ia berada. Dia telah menjadi pembicara profesional, bahkan beberapa sudah mampu berpidato.

Dia juga sudah bisa menjawab pertanyaan atau ajakan bicara dari orang asing. Anda harus mengerti apa yang dia bicarakan, dan Anda harus mampu menterjemahkan setiap kata-kata baru yang dia ingin ketahui.

Pada umur ini dia juga sudah harus mampu mendeskripsikan dirinya, seperti nama panggilannya, nama lengkapnya, umurnya, dan nama orangtuanya.

Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan
Meski bayi belum dapat menangkap bahasa dan cara berbicara orang di sekitarnya secara utuh, tetapi jangan pernah berhenti untuk selalu mengajak anak Anda bicara.

Tahapan anak belajar bicara, mula-mula ia akan menangkap suara-suara yang didengarnya, kemudian belajar menirukan sampai akhirnya mampu mengucapkannya, dan memahaminya dalam konteks pembicaraan atau situasi.

Semakin sering Anda mengajaknya bicara, maka akan semakin banyak hal yang dapat ia kuasai dan ini akan semakin merangsangnya bicara.

Menurut para pakar psikologi anak, ada sejumlah kiat agar anak cepat pandai belajar bicara, diantaranya :

Ajukan Banyak Pertanyaan
Penelitian menunjukkan, anak yang orangtuanya banyak berbicara “dengan” mereka dan bukan “kepada” mereka, akan belajar bicara lebih dini. Jadi, beri kesempatan si bayi untuk mengeluarkan suara, apapun jenis suaranya.

Salah satunya dengan mengajukan pertanyaan. Pertanyaannya bisa macam-macam dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Diamkan sebentar setelah Anda mengajukan satu pertanyaan.

Tunggu bagaimana reaksinya yang ditunjukkan dengan mengeluarkan berbagai suara. Kala ia merespon, balas kembali. Jikapun ia tak memberi respon, Anda tak usah kecewa. Ajukan saja pertanyaan yang lain.

Gunakan Bahasa/Kata Sederhana
Anda boleh menggunakan bahasa bayi seperti “pus” untuk kucing atau “guk guk” untuk anjing, dan lainnya. Jadi, jangan paksa si bayi mengucapkan kata yang sulit.

Bicaralah dengan Tenang dengan Artikulasi Jelas
Berbicaralah lebih lambat dan jelas dengan lagu/intonasi yang menyenangkan. Sehingga, si bayi mendapat kesempatan untuk menangkap kata-kata itu dan memahaminya.

Beri Rasa Tenang
Dengarkan setiap pembicaraan anak Anda, dan cobalah mengerti dan selalu memberi respon. Hal ini akan membuatnya lebih tenang dan ia merasa bicaranya ditanggapi orang lain.

Gunakan Musik atau Menyanyi atau Cerita
Anak Anda akan senang dengan apa pun yang Anda nyanyikan atau musik yang Anda perdengarkan. Umumnya lagu anak-anak bisa lebih cepat diterima oleh bayi. Sambil menyanyi, sertai pula dengan gerakan-gerakan tangan sehingga lebih memberinya makna.

Membacakan sebuah cerita, dengan Anda mencoba memerankan setiap karakter dalam cerita itu, lengkap dengan intonasi, modulasi dan akting, akan sangat membantu anak menambah perbendaharaan kata dan palajaran komunikasi.

Gunakan Buku & Mainan
Bayi usia di atas 3 bulan sudah bisa diajak “membaca”. Gunakan buku cerita bergambar, ia pasti akan tertarik. Tunjukkan gambar-gambar itu sambil dijelaskan. Lalu tanyakan, “Mana gambar kucing ?”, misalnya. Dan sus ia menunjukkan gambarnya.
Bisa pula dengan menggunakan mainan.

Kalimat Perintah
Penting bagi bayi untuk belajar mengikuti perintah sederhana. Misalnya, “Cium Mama,” atau “Lambaikan tangan,” atau “Tolong berikan boneka itu pada Mama,” dan sebagainya.

Tentu ia tak akan segera melakukan perintah Anda. Dengan pengulangan sambil memberi contoh, lama-lama ia akan melakukannya.(www.morinagaplatinum.com)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*