RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Depkes Siapkan Langkah Hadang Flu Babi

Depkes Siapkan Langkah Hadang Flu Babi

babiDepartemen Kesehatan (Depkes) melakukan langkah antisipasi agar kasus flu babi (swine flu) pada manusia di Meksiko dan Amerika Serikat (AS) tak masuk Indonesia. Penyakit flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia.

”Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis seperti demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare,” ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP, dalam siaran persnya, Senin (27/4).

Menurut Tjandra, Depkes menetapkan enam langkah untuk kesiapsiagaan. Yakni mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber, berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan, membuat surat edaran kewaspadaan dini, melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. ”Dan berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan,” jelasnya.

Virus H1N1, kata Tjandra, sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan terutama babi tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. ”Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A,” tegasnya.

Cara penularan flu babi, kata Tjandra, melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Masyarakat, lanjut dia, diimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung. ”Dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu,” ujarnya.

Tjandra menyebutkan bahwa sampai saat ini sebaran kasus 8 kasus positif (konfirm) di AS. Sedangkan di Meksiko sebanyak 878 suspek kasus dan 60 d iantaranya meninggal dunia. Dari yang meninggal sebanyak 20 kasus dinyatakan positif flu babi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Tjandra, masih terus mengadakan pertemuan yang membahas masalah flu babi terkait dugaan penularan antar manusia dan sampai saat ini masih ditunggu perkembangannya. ”Sejauh ini WHO memperkirakan hal ini sebagai public health emergency of international concern atau masalah kesehatan yang memerlukan kewaspadaan internasional dan belum ada travel warning,” tegasnya.

Tjandra mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat dengan kepala kantor kesehatan pelabuhan seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan dan memastikan thermal scanner bekerja dengan baik dan mengaktifkan sistem yang ada untuk memantau orang yang masuk melalui bandar udara maupun pelabuhan laut. ”Serta melakukan koordinasi intensif dengan Rumah Sakit rujukan di tempat masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, Depkes juga telah berkoordinasi dengan Dirjen Peternakan Departemen Pertanian untuk mengantisipasi penyebaran flu babi melalui tim koordinasi yang sudah ada. Tim koordinasi yang sudah ada seperti Tim Penanggulangan Rabies Depkes dan Departemen Pertanian, kata Tjandra, tugasnya diperluas. ”Mereka menjadi Tim Terpadu Penanggulangan Zoonotik (penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia, red),” tegasnya. (www.republika.co.id)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*