RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Kok Masih Ngompol Sih?

Kok Masih Ngompol Sih?

Sejak usia 3 tahun anak sebenarnya sudah mampu mengontrol kandung kemihnya. Namun untuk itu dibutuhkan toilet training sejak ia berumur 2 tahun.

“Tuh, kan, Adek pipis lagi. Bikin Mama susah aja. Capek, kan, Dek, harus jemur-jemur kasur!” kata Indira kepada Toni, putra keduanya.  Pernah mengalami rasa jengkel yang seperti ini? Hmm… hati-hati, Ma, walau kita dalam keadaan lelah, jangan sekali-kali menunjukkan rasa jengkel, amarah, atau kepanikan ketika si kecil mengompol. Semua itu malah membuat anak jadi stres dan susah untuk belajar kering.

Bagi si batita yang masih ngompol, ada dua kemungkinan penyebabnya: toilet training yang tidak berhasil atau gangguan fungsi kandung kemih.Dari kedua penyebab itu, menurut sebuah penelitian, penyebab pertamalah yang paling banyak mendominasi. Karena kalau untuk penyebab kedua, kandung kemih baru dianggap ada masalah jika hingga lebih dari usia 5 tahun anak masih mengompol.

Selama ini, untuk mengatasi masalah mengompol banyak orangtua mengambil jalan pintas, yakni melapisi seprai dengan perlak atau memakaikan si kecil popok sekali pakai (pospak). Padahal itu justru akan memperpanjang kebiasaan mengompol. Pasalnya anak merasa kalau ia tidak perlu mengatur frekuensi buang air kecil (BAK) dan bebas kencing kapan saja.
Untuk itu, semakin dini toilet training diperkenalkan, justru semakin baik, semisal sejak usia 18 bulan. Pada usia ini  kemampuan motorik dan komunikasi si kecil sudah terlihat. Nah, ia pun sudah siap untuk diajak ber-toilet training. Toilet training penting diajarkan pada anak sejak dini. Sebab, ngompol memiliki dampak tidak baik, tempat tidur jadi kotor dan bau pesing, dan tidur si kecil terganggu. Kalau tidurnya tidak puas anak akan rewel. Bahkan pada anak yang berbakat alergi, ngompol akan menyebabkan kulitnya ruam dan gatal-gatal pada bagian genital.

Beberapa tips berikut barangkali patut dicoba untuk melatih si kecil saat ingin pipis. Jika konsisten, diharapkan anak akan berhenti mengompol. Yang pertama dan utama adalah perhatikan pola tidur anak. Di waktu-waktu kapan saja ia mengompol, misalnya saat tidur siang dan malam. Gunakan jam weker untuk menandakan berapa jam ia tidur, catat pada jam ke berapa ia mengompol. Langkah selanjutnya, ciptakan kondisi agar orangtua dapat bangun sebelum jam mengompol anak. Contoh, di tiga jam pertama anak biasanya sudah basah, nah orangtua harus bangun dua jam setelah anak tidur, kemudian bangunkan si kecil ajak ia ke kamar mandi untuk BAK. Setelah dalam tempo satu minggu cara ini berhasil, turunkan lagi waktunya menjadi satu jam sebelum ia mengompol.

Lama-lama kita ajarkan anak untuk BAK sebelum tidur. Jangan lupa pula untuk membiasakan si kecil  tidak minum terlalu banyak sebelum tidur, ini akan membuatnya sering ke belakang. Jika anak tetap tak mau BAK sebelum tidur, gunakan cara sekreatif mungkin, misalnya dengan permainan. “Tuh kan si Panda mau pipis, Dek. Yuk, kita antar ke belakang. Lho kok Panda nggak jadi pipis, oh katanya ia ingin gantian, Adek dulu yang pipis.”

Nah, jika si batita berhasil tidak ngompol, jangan pelit untuk memberikan ia reward. Reward tak melulu harus berbentuk barang, bisa berbentuk pelukan, ciuman, atau pujian di depan orang banyak.(www.morinagaplatinum.com)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*