RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Jangan Siram Kepalaku…

Jangan Siram Kepalaku…

Bagaimana kelak bisa berenang kalau mandi saja kepalanya takut disiram?

Mezka (2,5 tahun), akhir-akhir ini tidak mau kepalanya disiram kalau lagi mandi. Mama sudah mencoba memakaikan topi mandi agar airnya kalau keramas tidak kena mata, tapi si kecil juga emoh. Duh, Mama bingung, bagaimana bisa mengajarkan Mezka berenang kalau kepalanya saja takut disiram?

Ma, jika memang si kecil masih takut, jangan dipaksa saat itu juga. Cobalah pada kesempatan lain, dan biasakan secara rutin, sampai si kecil tidak takut lagi. Kalau memang masih takut, untuk keramas misalnya, coba deh Mama sewaktu mau mengguyur si kecil, mintalah mendongakkan kepalanya ke belakang dan bilang kalau airnya tidak akan kena ke muka. Lalu samponya kita pakaikan seperti biasa dan sewaktu membilas, kepalanya didongakkan lagi, mirip seperti kalau keramas di salon.

Sebenarnya sejak masih dalam kandungan seorang anak sudah dapat dilatih untuk berani dengan air, bahkan diajarkan berenang, sebab saat di dalam kandungan, seorang bayi telah terbiasa berada di dalam cairan selama 9 bulan. Dalam cairan ketuban, seorang anak akan merasa nyaman dan hangat.

Karena itu sejak lahir, si kecil telah memiliki kemampuan instingtif untuk bergerak di bawah air dan tidak takut saat berada di dalam air. Pada usia sekitar empat bulan, seorang anak bahkan telah punya ‘reflek menyelam’ yang mencegahnya menelan air saat berada di dalam air. Itu sebabnya, di usia ini si kecil akan sangat mudah untuk dilatih berenang.

Tapi setelah otaknya berfungsi dengan baik, reflek ini akan berangsur menghilang, sehingga mau tak mau ia harus kembali belajar menahan napas di dalam air. Untuk memulai belajar berenang, sebaiknya orangtua memperkenalkan si kecil lebih dulu dengan bermain di bak kamar mandi atau di kolam plastik, sebelum benar-benar di kolam renang.

Namun begitu, memperkenalkan olahraga renang pun harus dilakukan secara bertahap, yaitu bisa dimulai dengan mengajak si kecil bermain-main di pinggir kolam terlebih dulu, misalnya dengan memukul-mukul air. Bila ia terlihat takut terkena cipratan air, jangan dipaksakan.

Kembali ke soal mandi, cobalah untuk membuat suasana yang menyenangkan saat mandi dengan anak. Selain bisa menyertakan mainan kesukaannya, berilah contoh nyata pada si kecil kalau keramas dan basah di kepala justru akan membuatnya nyaman dan wangi. Misalnya, dengan mencontohkan teman sebayanya.

Lain waktu, jika masih belum terbiasa dibasahi kepalanya, cobalah sesekali untuk mengajaknya mandi bersama dan mencontohkan bagaimana  keramas dan membasahi kepala akan menyegarkan badan kita dan dirinya. Ingat, anak biasanya akan lebih mau melakukan sesuatu jika disertai contoh. Selain itu, cobalah tingkatkan kesabaran saat memandikan anak. Sebab, jika terus dipaksa, ia justru akan makin resisten menolak.

Nah, mudah-mudahan pelan tapi pasti si kecil akan mau ya…

(www.morinagaplatinum.com)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*