RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Anda » Jadikan Buku Stimulan Otak Anak

Jadikan Buku Stimulan Otak Anak

Masa kritis perkembangan otak anak terjadi pada enam tahun pertama. Membaca buku bisa menjadi stimulasi untuk perkembangan otak dan intelektual anak.

Psikolog Octaviani Ranakusuma, M.Psi, BA dari Universitas Yarsi mengatakan, stimulasi berarti segala pengalaman, kondisi dan lingkungan yang kondusif dan dapat memberi kontribusi pada perkembangan anak.

“Tujuan stimulasi sebaiknya bukanlah untuk memaksakan kemajuan anak pada arah tertentu, akan tetapi lebih pada memberikan anak pengalaman baru yang berpotensi mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” ungkap Octaviani pada seminar membaca di Jakarta, belum lama ini.

Sejak dahulu pun membaca sudah ditanamkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Dengan membaca maka dapat membuka pintu pengetahuan bagi anak,” imbuh Octaviani.

Ahli perkembangan anak dari Yale University mengatakan, tidak ada kata terlalu cepat untuk memperkenalkan kegiatan membaca pada anak. Membaca dapat dilakukan pada usia yang sangat dini karena anak sudah dapat mengerti proses membaca.

Para ahli menegaskan, membaca buku bagi anak balita dapat mendorong keintiman emosional dan komunikasi antara anak dengan orang tua. Bahkan, berdasarkan penelitian, anak yang sering dibacakan oleh orang tuanya ketika berusia 1-3 tahun memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik pada usia 2-5 tahun. Selain itu mereka juga memiliki pemahaman bacaan yang lebih baik pada usia tujuh tahun dibandingkan anak-anak yang tidak dibiasakan membaca.

Sebenarnya tidak sulit untuk memperkenalkan membaca pada anak. Dengan ketekunan dan niat yang bulat beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk membuat anak senang membaca.

Berikut beberapa tips mudah mengajak si kecil menyukai buku :

  • Luangkan waktu 15 menit setiap hari diwaktu santai untuk membacakan cerita pada anak. Saat pulang kerja, setelah makan malam,setelah mengerjakan pekerjaan rumah atau menjelang tidur.
  • Anda dapat mengusulkan pada pihak sekolah untuk diadakannya kegiatan membaca cerita yang dilakukan oleh guru. Kegiatan membaca dapat dilakukan pada taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
  • Biasakan untuk memberi hadiah buku pada saat anak berulang tahun.
  • Dorong anak untuk melakukan  kegiatan membaca dengan teman-temannya.
  • Ciptakan suasana membaca di rumah maupun disekolah. Sediakan rak buku untuk menyimpan buku bacaan yang bervariasi.
  • Ajak anak berwisata buku dengan mengunjungi pameran buku, toko buku atau perpustakaan.
  • Kurangi waktu menonton TV dan main game. Gunakan waktu untuk membaca dan membahas cerita yang dibaca. Mintalah pada anak untuk meneceritakan ulang isi buku yang dibacanya.
  • Kebiasaan membaca juga harus dilakukan oleh orang tua karena orang tua adalah figur yang akan dicontoh oleh anak.
  • Membiasakan anak membaca, dikatakan Octaviani, sebagai investasi di masa depan. Selain anak menjadi cerdas, membaca juga diyakini dapat membuat seseorang mencegah degradasi otak seperti pikun atau alzheimer di masa tua mendatang. (cr1/rin)
    MENYENANGKAN: Perkenalkan kegiatan membaca buku pada anak sebagai hal yang menyenangkan. Lakukan dengan intensif dan penuh kasih sayang.

 

Masa kritis perkembangan otak anak terjadi pada enam tahun pertama. Membaca buku bisa menjadi stimulasi untuk perkembangan otak dan intelektual anak.

Psikolog Octaviani Ranakusuma, M.Psi, BA dari Universitas Yarsi mengatakan, stimulasi berarti segala pengalaman, kondisi dan lingkungan yang kondusif dan dapat memberi kontribusi pada perkembangan anak.

“Tujuan stimulasi sebaiknya bukanlah untuk memaksakan kemajuan anak pada arah tertentu, akan tetapi lebih pada memberikan anak pengalaman baru yang berpotensi mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” ungkap Octaviani pada seminar membaca di Jakarta, belum lama ini.

Sejak dahulu pun membaca sudah ditanamkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Dengan membaca maka dapat membuka pintu pengetahuan bagi anak,” imbuh Octaviani.

Ahli perkembangan anak dari Yale University mengatakan, tidak ada kata terlalu cepat untuk memperkenalkan kegiatan membaca pada anak. Membaca dapat dilakukan pada usia yang sangat dini karena anak sudah dapat mengerti proses membaca.

Para ahli menegaskan, membaca buku bagi anak balita dapat mendorong keintiman emosional dan komunikasi antara anak dengan orang tua. Bahkan, berdasarkan penelitian, anak yang sering dibacakan oleh orang tuanya ketika berusia 1-3 tahun memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik pada usia 2-5 tahun. Selain itu mereka juga memiliki pemahaman bacaan yang lebih baik pada usia tujuh tahun dibandingkan anak-anak yang tidak dibiasakan membaca.

Sebenarnya tidak sulit untuk memperkenalkan membaca pada anak. Dengan ketekunan dan niat yang bulat beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk membuat anak senang membaca.

Berikut beberapa tips mudah mengajak si kecil menyukai buku :

  • Luangkan waktu 15 menit setiap hari diwaktu santai untuk membacakan cerita pada anak. Saat pulang kerja, setelah makan malam,setelah mengerjakan pekerjaan rumah atau menjelang tidur.
  • Anda dapat mengusulkan pada pihak sekolah untuk diadakannya kegiatan membaca cerita yang dilakukan oleh guru. Kegiatan membaca dapat dilakukan pada taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
  • Biasakan untuk memberi hadiah buku pada saat anak berulang tahun.
  • Dorong anak untuk melakukan  kegiatan membaca dengan teman-temannya.
  • Ciptakan suasana membaca di rumah maupun disekolah. Sediakan rak buku untuk menyimpan buku bacaan yang bervariasi.
  • Ajak anak berwisata buku dengan mengunjungi pameran buku, toko buku atau perpustakaan.
  • Kurangi waktu menonton TV dan main game. Gunakan waktu untuk membaca dan membahas cerita yang dibaca. Mintalah pada anak untuk meneceritakan ulang isi buku yang dibacanya.
  • Kebiasaan membaca juga harus dilakukan oleh orang tua karena orang tua adalah figur yang akan dicontoh oleh anak.
  • Membiasakan anak membaca, dikatakan Octaviani, sebagai investasi di masa depan. Selain anak menjadi cerdas, membaca juga diyakini dapat membuat seseorang mencegah degradasi otak seperti pikun atau alzheimer di masa tua mendatang. (republika.co.id/hp)

Baca Juga

belajar-dimanapun-kapanpun

Belajar Kapanpun dan Dimanapun

Oleh: Agus Triarso, S.Kom (MitraFM.com) – “Belajar kapan pun dan dimanapun…!!!” Ya, itulah isu yang saat ...

2 comments

  1. Assalamu’alaikum ww. Subhanallah… artel ini sangat menarik dan InsyaAllah membawa manfaat bagi semua yang membaca dan kemudian yang menerima penyampaian dari yang membaca… kajian tentang psikologi anak khususnya sangat dibutuhkan oleh semaua kalangan karena terbentuknya generasi yang berkualitas dimulai dari kualitas dalam memndidik anak sejak dini… Qt menunggu tulisan2 selanjutnya yangakanmenambah wawasan bagi kami dan barang kali bisa sharing itulebih berarti lagi… saya punya satu pertanyaan yang barang kali penulis tidak keberatan untuk menjawabnya, pertanyaan saya “kenapa anak2 usia balita bahkan sampai tujuh tahun cenderung menyukai tontonan kartun2, padahal usia sgitu pada umumnya belum bisa memahami makna cerita tersebut. makna atau arti bahasa kadang cenderung belum bisa difahami anak2..(terutama yang belum sekolah)”
    terimakasih atas perhatian saudara…

  2. berita bagus, cuma copy-paste-nya kurang bagus. sebagian double paste. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*