RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Kebiasaan Minum Susu Botol Picu Karies Gigi

Kebiasaan Minum Susu Botol Picu Karies Gigi

0956183pMasalah gigi berlubang atau karies dialami oleh sekitar 85 persen anak usia di bawah lima tahun di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan minum susu botol pada usia akhir balita. Bila tidak segera diatasi, hal itu akan menurunkan kualitas perkembangan anak.

Hal ini dipaparkan dokter spesialis kesehatan gigi anak, Mochamad Fahlevi Rizal, saat mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar doktor dengan tema ”Pengaruh kebiasaan Minum Susu Botol terhadap Potensi Karies Gigi pada Usia 3-5 Tahun”, Sabtu (20/6) di Jakarta.

Sejauh ini, karies gigi masih jadi masalah kesehatan anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2003 menyatakan, angka kejadian karies pada anak 60-90 persen. Karies gigi adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi.

Masalah karies pada anak atau dikenal sebagai sindroma karies botol (SKB) sering ditemukan pada anak usia akhir balita. Penyebabnya adalah gula yang terdapat dalam susu dan sari buah yang kadang diminumkan saat anak menjelang tidur. Bakteri pada plak gigi lalu mengubah gula tersebut jadi asam yang merusak hingga menimbulkan kebusukan dan kehancuran gigi.

Fakta yang ada di Jakarta dan sekitar menunjukkan tingginya penderita SKB yang datang ke klinik gigi anak. Dari pengamatan di tiga rumah sakit menunjukkan, proporsi pasien anak yang datang dan menderita penyakit infeksi ini mencapai 95 persen.

Bakteri

Penelitian pendahuluan menunjukkan, prevalensi karies akan lebih tinggi 1,3 kali pada anak yang mempunyai kebiasaan minum susu botol daripada anak yang tidak terbiasa minum susu botol. Untuk menemukan masalah utama sindroma ini dapat ditelusuri dari aspek mikrobiologi, seperti peran bakteri penyebab karies terutama Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus.

Fahlevi menjelaskan, S mutans dibedakan atas 4 serotipe (c, e, f dan k) dan S sobrinus diidentifikasi sebagai serotipe d dan g. Sebagai bakteri utama penyebab karies, S mutans bisa membentuk koloni dan melekat pada permukaan gigi. Sejumlah protein di permukaan sel S mutans memungkinkan bakteri tersebut membentuk biofilm di permukaan gigi sehingga bertahan hidup di dalam mulut.

Dalam studinya dengan anak- anak usia 3-5 tahun sebagai subjek penelitian, menjadikan susu botol sebagai pengantar tidur meningkatkan risiko SKB 1,03 kali lebih besar daripada yang tidak menjadikannya sebagai pengantar tidur.

Frekuensi minum susu botol dua kali atau lebih per hari juga akan meningkatkan risiko kejadian SKB 2,27 kali. Sementara itu, minum air susu ibu (ASI) ternyata memberi perlindungan dari sindroma itu.(kcm/hp)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

One comment

  1. info bagus untuk ibu-ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*