RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Xylitol Bantu Jaga Kesehatan Gigi Anak

Xylitol Bantu Jaga Kesehatan Gigi Anak

lun5tsrvtbPERMEN menjadi salah satu camilan favorit anak. Kini, ada permen yang mengandung xylitol yang berdampak baik bagi anak. Nah, orangtua kini bisa lebih tenang memilih permen menjadi salah satu camilan.

Dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Drg Peter Andreas MKes, mengatakan bahwa sangatlah penting untuk merawat kesehatan mulut, gigi, dan gusi sejak usia dini.

“Cara merawat kesehatan gigi anak, salah satunya adalah dengan memperhatikan apa yang dikonsumsi,” tandas Peter saat menjadi pembicara seminar meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kesehatan mulut, gigi, dan gusi sejak dini di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Peter menuturkan, mulut merupakan salah satu sumber awal masuknya bakteri dan kuman-kuman yang dapat mengganggu kesehatan seluruh tubuh. Untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh, haruslah diawali dengan menjaga kesehatan mulut, termasuk di dalamnya gigi dan gusi.

“Mengonsumsi xylitol bisa menjadi alternatif untuk merawat kesehatan gigi, karena banyak kandungan yang baik di dalamnya terutama untuk kesehatan,” tutur Peter pada saat pembukaan seminar tersebut di SDN 01 Menteng, Jl Besuki No 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Xylitol adalah pemanis alami yang terdapat dalam sayuran dan buah seperti kembang kol, wortel, bayam, stroberi, plum dan bahkan dihasilkan oleh metabolisme glukosa normal tubuh manusia.

Kandungan xylitol dalam tubuh berkisar antara 0,03-0,06 mg per 100 ml. Secara komersial xylitol diekstraksi dari serat batang pohon White Birch yang banyak tumbuh di Finlandia.

“Salah satu cara yang efektif mengonsumsi xylitol adalah dengan mengunyah permen karet yang mengandung xylitol setidaknya minimal 5 menit,” ujarnya.

Xylitol mempunyai rasa yang sama manisnya dengan gula tebu tetapi kandungan kalorinya lebih rendah 40 persen dan karbohidratnya 75 persen lebih rendah sehingga sangat aman dikonsumsi penderita diabetes.

Penyerapan xylitol oleh tubuh dilakukan secara perlahan sehingga baik juga untuk dikonsumsi yang menjalankan program diet. Xylitol yang merupakan pemanis “ramah gigi” yang dapat menggantikan gula tebu sehingga cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa. Secara khusus, manfaat terbesar xylitol dapat dinikmati oleh orang yang rentan karies gigi.

Sebuah studi yang dilakukan di Finlandia oleh Universitas Turku pada 1993 menyimpulkan bahwa mengonsumsi xylitol secara rutin pada anak-anak dapat mencegah gigi berlubang. Selain itu, kemampuan xylitol untuk menstimulasi produksi air liur, membuat xylitol baik dikonsumsi oleh orang yang mulutnya cenderung kering.

Untuk dapat berfungsi sempurna mengurangi risiko karies gigi serta menjaga kesehatan gigi, asupan xylitol sebaiknya antara 6 sampai 12 gram per hari. Selain itu xylitol harus bertahan dalam mulut sekurang-kurangnya selama 5 menit.

Guru Besar Kedokteran gigi Universitas Turku, Finlandia yang juga merupakan pakar xylitol, Prof Kauko K Makinen, mengatakan bahwa rutin mengunyah satu atau dua butir permen karet dengan kandungan xylitol minimal 50 persen dari keseluruhan pemanisnya, setelah makan dan sehabis sikat gigi dapat mengurangi risiko karies gigi. Karena sifatnya yang lambat diserap usus, konsumsi xylitol secara berlebihan hanya akan menyebabkan diare ringan tanpa dampak kesehatan lainnya.

“Dengan mengunyah permen karet xylitol secara teratur, bahkan setiap habis makan dan setelah sikat gigi, dapat mengurangi risiko timbulnya karies gigi,” pesannya.

Selanjutnya, dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi dari Universitas Trisakti, Drg Zulmi pada saat melakukan pemeriksaan gigi terhadap anak Sekolah Dasar Negeri Percontohan 12 Bendungan Hilir mengatakan bahwa anakanak yang mengalami kerusakan gigi, rata-rata disebabkan kesadaran mereka yang masih kurang dalam merawat gigi.

“Anak-anak yang sering makan permen, atau makan yang manismanis, hendaknya langsung menyikat gigi,atau usahakan minimal 2 kali sehari agar tidak terjadi karies setelahnya,” ucap Zulmi yang mengatakan saat pemeriksaan, diketahui bahwa masalah gigi pada anak yang banyak terjadi di sana adalah karies.

Marketing Senior ManagerPT Lotte Trade & Distribution, Badai S Kristanto yang hadir pada saat penutupan “Lotte Xylitol untuk Gigi Sehat Anak Indonesia” membenarkan bahwa anakanak yang telah diperiksa memang umumnya mengalami masalah gigi berlubang.

“Sebenarnya, tidak masalah bagi anak-anak yang suka makan permen manis asal tidak berlebihan. Tetapi yang menjadi masalah adalah adanya anak-anak yang tidak pernah menyikat giginya setelah mereka makan,” terangnya. Badai juga menjelaskan mengenai target anak-anak yang diperiksa gigi dan mulutnya adalah mereka yang sudah duduk di kelas 3 SD dan seterusnya, karena di umur tersebut, kondisi gigi anak sudah mulai terlihat. Selain itu juga, di umur tersebut, gigi anak-anak sedang mengalami masa transisi.

“Oleh sebab itu, untuk mengajarkan anak-anak agar mau merawat giginya, selain sikat gigi saat mereka mandi, juga dengan mengunyah permen karet yang mempunyai kandungan xylitol,” paparnya.(okezone.com/ysf.mitra)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*