RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Penandaan Kemasan Makanan Akan Diwajibkan

Penandaan Kemasan Makanan Akan Diwajibkan

mknnPemerintah berencana mewajibkan produsen kemasan makanan melakukan penandaaan atau memberi label pada produk mereka yang sudah dinyatakan sesuai dengan standar.

“Kami sudah membahasnya dengan Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian, mereka tidak keberatan. Rencananya mulai diterapkan bulan November mendatang,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta.

Penandaan jenis kemasan untuk makanan, kata dia, dimaksudkan agar konsumen dapat mengenali jenis kemasan makanan yang aman digunakan.

“Kalau diberi kode tertentu, orang akan tahu, yang mana yang aman digunakan. Di luar negeri, setiap jenis kemasan ditandai peruntukannya,” katanya.

Ia mengatakan, penandaan kemasan makanan perlu diwajibkan mengingat selama ini sebagian besar kemasan makanan yang dijual di pasaran tidak diberi label peruntukan sehingga konsumen tidak mendapatkan informasi mengenai bahan dasar kemasan dan keamanannya.

Sementara jenis kemasan makanan tersebut, kata dia, tidak semuanya aman digunakan untuk mewadahi makanan siap santap.

Ia mencontohkan, kemasan makanan berbahan “polystirene” atau “styrofoam” jenis tertentu dapat melepaskan stirene bila digunakan untuk mewadahi makanan berlemak dan beralkohol serta panas.

“Residu stirene lebih dari 5.000 bagian per juta berbahaya bagi kesehatan,” katanya.

Kemasan plastik berbahan dasar polyvinil klorida (PVC) juga dapat melepaskan monomer vinil klorida ke dalam makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol.

Pembuatan plastik PVC, kata dia, kadang menggunakan penstabil seperti Timbal (Pb), kadmium (Cd), dan timah putih (Sn) untuk mencegah kerusakan serta senyawa ester ptalat dan ester adipat untuk melenturkan.

“Kalau proses pembuatannya tidak bagus, bahan-bahan tambahan ini juga bisa lepas ke dalam makanan saat digunakan. Kalau jumlahnya melebihi ambang batas maksimal, yakni satu bagian per juta, residu bahan-bahan ini bisa membahayakan kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kemasan plastik yang aman untuk makanan umumnya diberi tanda/label.

Kemasan plastik berbahan polietilen tereftalat (PET) berlabel angka 01 dalam segitiga, High Density Polyethylene (HDPE) berlabel angka 02 dalam segitiga, PVC berlabel angka 03 dalam segitiga, Low Density Polyethylene (LDPE) berlabel angka 04 dalam segitiga, PP berlabel angka 05 dalam segitiga dan polistiren berlabel angka 06 dalam segitiga.

“Selain itu, kemasan plastik yang boleh digunakan untuk mewadahi makanan biasanya bertanda gambar gelas dan garpu atau ada tulisan ’untuk makanan’ atau ’for food use’,” katanya.(kompas.com/ysf.mitra)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*