RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Makanan untuk Tumbuh Optimal

Makanan untuk Tumbuh Optimal

makanan-optmlPROBLEM susah makan biasa dialami anak-anak. Padahal, pada masa pertumbuhannya, mereka butuh nutrisi optimal untuk perkembangannya.Bagaimana menyikapi anak yang susah makan? Taira Ravena (4) berlari-lari sembari tertawa dikejar oleh bibinya yang memaksanya makan, sang bunda yang juga sibuk berceloteh kepada Taira agar gemar makan pun, turut andil untuk mengatasi kebiasaan anaknya yang sulit makan ini. “Taira kalau gakdipaksa,ya gak mau makan,” cerita sang mama, Haryanti (32) yang mengaku kerepotan mengatasi kebiasaan buruk anaknya ini.

Berbagai cara sudah dilakukan Haryanti untuk membujuk agar anaknya gemar makan. Membuatkan makanan kegemarannya, misalnya. Atau mengikuti keinginannya untuk makan sambil bermain. Tapi tetap saja cara tersebut tak membuat Taira gampang makan.

Masalah sulit makan, bukan hal yang aneh bagi orangtua, karena sulit makan ini menjadi salah satu masalah bagi anak-anak. Hal tersebutlah yang seharusnya menjadi perhatian, karena jika tidak, bisabisa anak terganggu masa pada masa pertumbuhannya.

Berdasarkan penelitian terbaru pada sekitar 100 anak prasekolah usia 4?6 tahun di Jakarta, disebutkan bahwa dari 100-an anak itu, 33,6 persen mengalami kesulitan makan. Kemudian yang termasuk menderita malnutrisi ringan 44,5 persen dan termasuk malnutrisi sedang 19,2 persen.

Hasil penelitian tersebut dikutip oleh dokter spesialis anak RS Ramsay Bintaro International, dr Nita Ratna Dewanti, SpA bahwa orangtua diimbau untuk segera mengatasi masalah sulit makan pada si kecil agar si kecil tidak kekurangan gizi dalam masa pertumbuhannya.

“Disebut sulit makan jika anak hanya mampu menghabiskan kurang dari dua per tiga jumlah makanannya sehingga kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi,” tutur Nita dalam acara talkshow yang diadakan oleh Anmum dengan tema “Kiat Mengatasi Sulit Makan pada Si Kecil” di RS Ramsay Bintaro Internasional, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan olehnya, status gizi anak menjadi rendah (malnutrisi) bisa saja diderita anak, apabila mereka alami gejala sulit makan yang berlarut-larut. Akibatnya proses tumbuh kembang tidak optimal.

“Makanan adalah bahan yang dapat dimakan dan mengandung komponen yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan tubuh untuk pertumbuhan atau menjaga kondisi tubuh yang sehat. Pada dasarnya, makanan terdiri dari air, zat gizi serta bahan tambahan,” ucap dokter yang juga berpraktik di kawasan Serpong, Tangerang ini.

Zat gizi terdiri dari zat makro, yaitu lemak, karbohidrat dan protein serta zat mikro, yaitu protein, vitamin dan mineral serta air. Makanan berfungsi memberikan energi (lemak, karbohidrat, dan protein) serta sebagai pertahanan tubuh dan penting untuk pertumbuhan (protein, vitamin dan mineral, serta air.

Jika terjadi malnutrisi, akan berakibat perkembangan yang tidak optimal terutama perkembangan otak yang akan berpengaruh kepada kecerdasan anak. Seharusnya, seorang anak akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat pada 30 bulan pertama kehidupannya (periode emas). Pada saat tersebut, organ tubuh terutama otak akan berkembang pesat. Sejak usia 6 bulan, bayi dan balita mulai diberikan makanan tambahan atau weaning/MP-ASI yang harus diberikan perlahan.

Orangtua sebaiknya mengenalkan setiap jenis makanan padat satu per satu dan sedikit demi sedikit dalam beberapa hari. Hal ini membantu anak dalam beradaptasi dengan rasa dan tekstur makanan. “Penolakan anak usia ini terhadap makanan mungkin saja terjadi karena organ-organ pencernaan anak memang belum siap menerima makanan yang diberikan,” ujar Nita .

Salah satu penyebabnya adalah karena tekstur makanan yang terlalu kasar atau terlalu kental, atau bahkan bisa disebabkan karena porsi makanan tidak sesuai dengan kemampuan menelan bayi. “Perhatian penuh dari orangtua untuk anak yang sulit makan, perlu ditingkatkan agar tidak berlarut- larut. Karena jika anak terus-terusan seperti itu, maka pertumbuhan pun tidak optimal,” pesannya.

Suasana yang nyaman juga harus diciptakan untuk membantu mengatasi kondisi sulit makan ini. Jangan pernah memaksa anak dalam bentuk apa pun. Sebaiknya orangtua memberikan contoh bagaimana cara makan yang baik Salah satu nutrisi penting dan variasi yang bisa dipilih adalah susu.

American Academic of Pediatrics (AAP) merekomendasi bahwa 300- 455 kcal dari susu sapi dalam 1 hari, ini berarti memenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan kalorinya per hari dari susu sapi.Selebihnya diperoleh dari makanan padat. Anak usia 1 tahun membutuhkan 1000 kalori setiap harinya, dianjurkan 340 ? 455 kkalori didapatkan dari susu, sisanya didapatkan dari makanan padat lainnya.

Segera Sikapi Anak Susah Makan

Apabila anak terus-terusan menolak makanannya, segera sikapi tindakan anak, untuk mencegah malnutrsi.

“Apa yang dilakukan salah seorang ibu untuk menyediakan makanan kegemaran anak, bisa dikatakan benar adanya untuk mengatasi gemar makan,” dokter spesialis anak RS Ramsay Bintaro International, dr Nita Ratna Dewanti, SpA.

Hal itu dikarenakan, pada anak usia 1 tahun ke atas dan anak-anak usia prasekolah, biasanya sudah memilih makanan yang mereka sukai (picky eater). Tetapi orangtua harus menambahkannya dengan makanan yang bergizi. Bahkan, mereka yang sudah berusia 7 tahun ke atas biasanya sangat menyukai makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mungkin kurang bergizi. Hal tersebut akan mengakibatkan anak cenderung menjadi anak yang sulit makan.

Nita menjelaskan, pada periode ini peranan orangtua khususnya seorang ibu akan sangat penting untuk mengarahkan anak agar dapat memilih makanan yang bergizi yang dapat mendukung tumbuh kembangnya. Beberapa contoh malnutrisi yang sering terjadi adalah kekurangan zat besi (anemia),kekurangan vitamin D yang dibutuhkan untuk penyerapan kalsium,dan deposisi kalsium dalam tulang, (dibutuhkan saat pertumbuhan tulang), serta vitamin dan mineral lainnya.

“Orangtua dianjurkan untuk jeli dalam melihat penyebab perilaku sulit makan pada anak, memperbaiki perilaku makan yang salah dalam rumah serta menyediakan variasi makanan yang menarik bagi anak,” tandasnya.

Psikolog anak dari Rumah Sakit Ramsay International Bintaro Dra Niniek A Bawani mengatakan, terdapat beberapa kendala yang terjadi pada tahapan usia yang juga berbeda.

Untuk bayi yang berusia dimulai 6 bulan (sudah mendapatkan makanan tambahan), mungkin yang sering dilakukan si kecil umumnya adalah menyembur atau memuntahkan makanannya. Kerap juga mereka tak mau menelan dan mengemut makanan.(okezone.com/ysf.mitra)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*