RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Waspadai Konsumsi Makanan Instan

Waspadai Konsumsi Makanan Instan

instant-noodleMeskipun banyak produsen makanan instan mengklaim produknya dilengkapi tambahan berbagai kandungan vitamin, sebaiknya makanan itu tak dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Menurut dr Endang Darmo Utomo, MS, SpGK, clinical nutritionist dari Siloam Hospital Karawaci, kita tak bisa sepenuhnya menyalahkan gencarnya iklan dan informasi dari produsen makanan instan. Orangtua juga tak bisa menghakimi makanan instan itu selalu buruk bagi anak. “Hanya karena kita mendengar satu kasus, bukan berarti makanan instan itu buruk untuk dikonsumsi. Tapi, sebaiknya direncanakan saja, berapa lama tenggang waktu mengonsumsinya, dan bagaimana menyiasatinya agar lebih bermanfaat buat anak,” papar Endang.

Penghakiman terhadap bahaya makanan instan yang berlebihan tak akan membuat anak-anak memahami seperti apa makanan sehat yang sebenarnya. Akan tetapi, bila disiasati dengan tepat, sebenarnya makanan instan juga bisa bermanfaat.

Tinggi kalori, kurang serat
Menurut Endang, yang paling dikhawatirkan dari makanan instan bukanlah unsur pengawet atau penyedapnya, melainkan kandungan kalorinya yang tinggi. “Pada prinsipnya makanan instan, kan, makanan yang sudah melalui proses berulang. Proses ini menyebabkan kandungan gula sederhana pada makanan instan mudah terserap tubuh.”

Padahal, ketika mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti kebanyakan makanan instan, menyebabkan rasa candu. Rasa ini didapat dari perasaan nikmat akibat gula darah yang lekas naik. Kemudian ada efek craving (perasaan ingin selalu ngemil), begitu gula darah turun cepat.

Selain indeks glikemik yang tinggi, makanan instan yang diolah berulang ini sudah pasti kurang mengandung serat. Padahal, pada kondisi normal, serat amat dibutuhkan untuk menjaga siklus buang air besar (BAB) secara teratur dan mengimbangi intake kalori yang terlalu banyak. “Pada dasarnya serat dibutuhkan untuk mengurangi penyerapan makanan yang diasup. Kalau seratnya tidak ada, akibatnya makanan cepat terserap,” ungkap Endang.

Kurangnya serat pada makanan instan ini juga kerap dituding sebagai penyebab anak sulit BAB. “Prinsip kerja organ pencernaan, terutama usus, membutuhkan sesuatu yang membuatnya berkontraksi dan melakukan gerakan peristaltik!” terang Endang.

Bila dibiarkan dengan pola makan yang tinggi kalori dan kurang serat terus menerus, anak akan menjadi gemuk. Apalagi makanan dengan indeks glikemik tinggi memicu produksi insulin terus menerus. Lama-lama risiko diabetes pada anak akan meningkat.

Tak perlu dilarang
Lantas bagaimana bila anak sudah terlanjur menyukai makanan instan? Saran Endang, jangan langsung semena-mena melarang anak mengonsumsinya. Sebaiknya, cukup jadualkan saja kapan anak bisa mengonsumsi makanan tadi, misalnya seminggu sekali, 2-3 minggu sekali, atau sebulan sekali. Kemudian, lakukan trik agar sajian makanan instan juga tak merugikan kesehatan anak. Berikut kiatnya.

* Kurangi minyak dan bumbu. Makanan instan memiliki rasa yang akan disukai anak-anak. Mi, misalnya. Tekstur mi yang tak terlalu lembek dan berbentuk keriting tampak lebih menarik ketimbang nasi tim yang basah. Berkreasilah dengan mencoba membuat bumbu sendiri. Siapa tahu si kecil malah doyan bumbu mi instan buatan Anda.

* Sertakan sayuran. Agar tetap mengenal sayuran, setiap kali makan makanan instan usahakan disertai sayuran. Pilih sayuran yang tak terasa pahit atau berbau, agar tak menimbulkan efek jera pada anak.

* Masak segera. Mengolah masakan instan sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk penggunaan, karena produsen sudah memperkirakan tekstur yang akan didapat dengan cara itu.

* Tegakkan aturan. Meski anak mengonsumsi makanan instan, bukan berarti ia lepas dari pendidikan makan sehat. Tetap tegakkan aturan untuk makan dulu menu sayurannya sebelum makanan instannya. Serat yang lebih dulu masuk akan memperlancar pencernaan sehingga terhindar dari konstipasi.(kompas.com/ysf.mitra)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*