RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Anak » Melawan Arus

Melawan Arus

Suatu malam di Surabaya. Sebagaimana biasa, karena tanki hampir kosong, dalam perjalanan pulang saya mampir ke SPBU. Ada sesuatu yang tidak biasa. Antrian panjang mobil dan motor. Saya coba SPBU yang lain?.sama. Antrian luar biasa. Usut punya usut, ternyata malam itu adalah jam-jam menjelang kenaikan harga BBM. Maka? masyarakat pun berlomba-lomba memadati SPBU untuk mendapatkan bahan bakar dengan harga lama. Harga sebelum naik.

Suasana tidak biasa juga terjadi saat harga BBM akan diturunkan. Para pemilik SPBU berlomba-lomba untuk mengosongkan persediaan. Baru akan mengisinya nanti ketika harga telah turun. Harapannya adalah agar tidak menanggung kerugian. Kulakan dengan harga mahal dan kemudian terpaksa harus menjual dengan harga lebih murah sesuai ketentuan pemerintah.

Dua suasana di atas menjadi rumus umum. Selalu begitukah? Belum tentu. Bahkan bisa berbalik. Peter Drucker sebagaimana yang dikutip oleh muridnya Si Cohen punya saran bagus: Apa yang dipikirkan oleh banyak orang belum tentu benar.

Maka?ada seorang pengusaha SPBU di Surabaya yang menerapkan pemikiran maha guru manajemen modern itu. Saat SPBU lain mengosongkan tanki dan menunggu harga turun, ia justru sebaliknya. Selama ini setiap hari SPBU-nya bisa menjual sekitar 20 KL BBM. Maka, pada hari menjelang penurunan harga BBM, ia justru memenuhi tanki persediaannya dengan stok 3 kali kebutuhan normal harian. Ia kulakan 60 KL. Berlawanan arus dengan para pemain bisnis SPBU lain.

Apa yang terjadi? Ternyata pemikiran melawan arus ini tepat. Di saat SPBU lain kehabisan BBM karena sengaja mengurangi pembelian stok, SPBU miliknya dipenuhi pelanggan. Tanki berisi 60 KL yang biasanya baru habis dalam waktu tiga hari ludes dalam sehari. Persis pada saat harga bensin turun, stok itu pun habis. Ia meraup laba tiga kali lipat dibanding hari biasa. Laba tiga kali lipat pada saat orang lain labanya turun drastis karena memang sengaja mengurangi stok.

Pembaca yang antusias, begitulah dunia bisnis. Selalu dipenuhi dengan perubahan perubahan. Selalu dipenuhi dengan gejolak naik dan turun. Harga barang selalu bergejolak. Maka, orang yang pintar dalam bisnis akan selalu bisa memanfaatkan situasi. Saat kenaikan harga ia untung. Saat harga tetap ia juga untung. Bahkan saat terjadi penurunan harga, ia pun untung berlipat.

Yang Anda butuhkan adalah bagaimana berfikir terbalik. Berfikir berbeda dengan apa yang dipikirkan masyarakat umum. Apa yang diyakini oleh masyarakat banyak belum tentu benar. Demikian juga sebaliknya, apa yang ditinggalkan masyarakat banyak belum tentu jelek. Dibutuhkan keahlian untuk bisa membaca situasi. Membaca alur pemikiran para pemain bisnis pada umumnya dalam menanggapi perubahan yang terjadi.

Dari mana asalnya keahlian itu? Tentu saja dengan proses pembelajaran yang panjang. Sederhanya adalah melalui proses trial and error. Coba saja. Begitu salah?perbaiki. Coba lagi. Salah lagi?.perbaiki lagi?.sampai ketemu yang tepat.

Maka?sebuah kesalahan keputusan yang berbuntut kerugian adalah sesuatu yang tidak boleh menjadikan kita berhenti. Kerugian-asalkan masih dalam besaran yang masih bisa ditanggulangi-justru pertanda bahwa kita sedang menjalani proses pembelajaran. Yang penting?.keledai pun tidak akan terperosok pada lubang yang sama berkali kali.* (mitrafm/pam)

Baca Juga

ayah-dahsyat

Kelembutan Ayah Kekuatan Dahsyat

MitraFM.com– Kata-kata Ayah itu dahsyat. Telah cukup bagi seorang anak sepenggal nasihat kecil yang keluar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*