RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Jadilah Pendidik yang Baik

Jadilah Pendidik yang Baik

ANAK yang sukses merupakan dambaan orangtua. Kesuksesan diperoleh karena peran orangtua yang bisa mendidik anak agar tangguh dalam menghadapi rintangan di kehidupannya.

Cara yang paling tepat untuk meluruskan anak-anak harus dimulai dari perubahan sikap dan perilaku kedua orangtua. Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak.

“Yang terpenting justru adalah mendidik orangtua, baby sitter, bahkan guru, agar dapat memberi contoh baik yang selalu konsisten,” ungkap Ketua High-Scope Indonesia Antarina S F Amir.

Sebaik-baiknya pendidikan yang diberikan di sekolah, jika di rumah orangtua selalu berlaku buruk, maka nilai-nilai positif yang sudah diajarkan akan sia-sia. Semua orangtua harus paham bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru dan sekolah. “Pendidikan adalah urusan semua orang,” tegas Antarina.

Sementara itu, praktisi Emotional Intellegence Parenting, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET dari Radani Emotional Intellegence Center mengatakan, sebagai ‘pendidik’, orangtua selalu berusaha memberikan pengajaran yang terbaik.

“Misalnya, mengarahkan si kecil untuk membuat keputusan yang benar dan positif karena ini bekal mereka di masa depan,” ujar wanita yang mengambil pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA pada 2004 dan 2005.

Hanny menuturkan, di tahapan ini orangtua mengekspos keinginan anak tanpa memaksa. Orangtua tidak lagi memutuskan sesuatu hal atas keinginannya sendiri, melainkan mengajak anak untuk memilih dan mengarahkan keputusan mana yang akan diambil atau dipilih anak. “Keanekaragaman ini dimaksudkan untuk merangsang kerja otak anak,” ucapnya.

Artinya, hal tersebut dimaksudkan supaya otak bekerja membangun jaringan baru karena rasa penasaran si anak untuk mencoba hal baru. Tentunya hal ini akan menghindarkan anak dari rasa bosan. Hanny mencontohkan, saat penyajian makanan misalnya, sang ibu bisa bertanya, “Sayang, kamu mau pilih yang mana?”.

Dengarkan keinginannya dan hormati keputusan si kecil. Jika Anda berusaha menerapkan pendekatan ini secara konsisten, maka Anda akan merasakan hasilnya. Anak pun akan terbiasa mempunyai pilihan dalam hidup, belajar membuat keputusan, bertanggung jawab, dan mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi pilihannya.

“Belajar bertanggung jawab memang sebaiknya diajarkan sejak dini pada anak,” ujar ibu dua anak ini. Selanjutnya, untuk merangsang anak melakukan kegiatan positif bisa dilakukan untuk memberi pilihan.

Mengutip dari Scott Brown dalam bukunya yang berjudul How to Negotiate with Kids, Hanny mengatakan bahwa hal itu bisa dilakukan melalui cara-cara yang lembut dan menyenangkan.

Dijelaskan Hanny, alangkah lebih baik jika mengajak seseorang bernegosiasi atau diskusi dengan Anda melalui sentuhan, termasuk dengan anak-anak. Saat orangtua menginginkan buah hati memperhatikannya, maka sentuh mereka dengan lembut dan sampaikan dengan tutur bahasa yang lembut.

“Alhasil, pesan-pesan yang Anda utarakan akan diterima dengan baik,” tambahnya. Di usia 5-8 tahun anak sudah bisa mengemukakan pendapatnya dengan baik. Ajarkan anak untuk menentukan pilihan sendiri. Memainkan peran sebagai ‘pendidik’ yang baik, orangtua harus pandai memberikan pilihan-pilihan yang konkret sehingga mudah dimengerti anak, bukan pilihan-pilihan yang abstrak.

Membiasakan anak membuat pilihan dan memutuskan apa yang diinginkan akan memberikan mereka kemampuan membuat keputusan sendiri. “Seiring berjalannya waktu, anak akan mengerti bahwa keputusan yang dia ambil haruslah ada nilai plus-minus,” ungkapnya.

Kelak anak akan mengolah pikirannya untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan secara matang dan anak pasti akan memilih sesuatu yang memiliki sisi bagus untuk dirinya.

“Saat dia terjebak dan buntu dalam menghadapi masalah, dia bisa berpikir kreatif. Bahkan orang-orang di sekelilingnya pun ikut terbawa atmosfer positif yang dilakukannya,” terangnya.

Saat Anda menerapkan peran sebagai ‘pendidik’, maka hal ini akan membentuk fondasi kepribadian yang kuat yang sangat berguna sekali untuk masa depannya. Fondasi ini akan mengantarkan anak untuk menjadi individu yang bisa diajak bekerja sama, berempati, dan percaya diri.

“Benih positif yang Anda tanamkan pada buah hati sejak mereka kecil akan menghasilkan sesuatu yang positif pula. Itu artinya, Anda lulus memainkan peran sebagai pendidik,” tutup Hanny. (Koran SI/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*