RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Orang Tua Tegas Bentuk Perilaku Berkendara Remaja

Orang Tua Tegas Bentuk Perilaku Berkendara Remaja

Gaya pengasuhan dan pendidikan terhadap anak ternyata berperan hingga dalam perilaku aman berkendara mereka. Tentu sangat berguna ketika suatu saat buah hati anda telah memperoleh surat ijin untuk duduk di belakang kemudi.

Para orang tua yang menerapkan aturan tegas dan disiplin, namun disertai dukungan dan bantuan, kelak dapat mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya akibat perilaku menyetir yang ceroboh. Hal itu merupakan temuan dua studi terbaru yang dilakukan di Abang Sam.

Penerapan aturan positif dapat pula meningkatkan kesadaran anak-anak muda untuk mengenakan sabuk pengaman dan tak berbicara atau mengetik sms ketika menyetir. “Keterlibatan orang tua sungguh hal besar. Orang tua aktif dapat menyelamatkan hidup anak-anak mereka di usia remaja,” ujar pimpinan dua studi sekaligus, Kennet Ginsburg, dari Pusat untuk Pencegahan dan Penelitian Cidera di Rumah Sakit Anak Philadephia.

“Mereka yang memberi aturan, menerapkan batasan dan memonitor terus batasan-batasan agar tidak dilanggar dengan kehangatan dan dukungan, benar-benar memunculkan efek dramatis terhadap keamaan berkendara anak-anak remaja,” imbuh pakar pengobatan usia remaja tersebut.

Dua studi yang disponsori perusahaan asuransi, State Farm Insurance tersebut telah diterbitkan dalam jurnal online, Pediatrics, pada 28 September lalu. Studi pertama meneliti keterkaitan gaya asuh orang tua dan perilaku para remaja berkendara. Sedangkan studi kedua memeriksa perilaku remaja terkait tingkat kemudahan dan kesulitan akses mereka terhadap kendaraan.

Studi pertama memasukkan sampel yang mewakili dalam skala nasional, yakni 5.665 remaja usia sekolah menengah atas. Gaya pengasuhan didapat langsung dari penuturan para remaja. Hasilnya ,terbagi dalam empat kategori, otoritatif (dukungan tinggi beserta aturan dan pemantauan), otoriter (sedikit dukungan plus aturan dan pengawasan), permisif (dukungan tinggi dengan aturan dan pengawasan minim) dan tak terlibat (sedikit dukungan, minim aturan).

Remaja yang memiliki orang tua tipe otoritatif dan otoriter, mengenakan sabuk pengaman dua kali lebih sering ketimbang mereka dengan orang tua tak mau tahu. Para remaja dalam dua grup itu juga cenderung kurang ngebut, 50 persen lebih rendah dari pada mereka yang memiliki orang tua tak terlibat.

Lebih jauh, remaja dengan orang tua otoritatif–dukungan tinggi dan aturan–hanya setengah yang mengaku pernah mengalami kecelakaan mobil, 71 persen mengemudi dengan sehat, tanpa minum atau mabuk, dan 29 persen cenderung tak berbicara atau bersms lewat ponsel dibanding remaja dengan orang tua tak terlibat.

Pada studi kedua, melibatkan 2.167 remaja dan menemukan hasil, bahwa 70 persen memilik “akses utama” terhadap sebuah mobil. Itu tak berarti, menurut Kennet, bahwa mereka memiliki mobil pribadi. “Namun itu berarti mereka memiliki ijin atau akses cukup mudah untuk meminjam kunci mobil dan dipercaya untuk membawa tanpa harus ijin,”

Setelah mengontrol data kekerapan para remaja dari grup tersebut, berada di balik kemudi, periset menemukan, remaja dengan akses mudah–bahkan menurut studi terlampau mudah–ke kendaraan cenderung mengalami kecelakaan mobil dua kali, menggunakan ponsel saat berkendara 25 persen lebih tinggi, 25 persen lebih ngebut, ketimbang mereka yang selalu harus meminta ijin menggunakan mobil.

Mengapa hasil berbeda? Menurut analisa Kennet, itu disebabkan remaja dengan akses mudah tidak merasa bertanggung jawab. “Merka tidak memiliki siapa pun yang bertanya kemana mereka akan pergi, dengan siapa. Mereka kehilangan pengawasan dan percakapan penting yang diperlukan,” ujar dia.

Orang tua, tekan Kennet, sudah seharusnya mengontrol kunci mobil, paling tidak hingga setahun setelah anak mendapat lisensi berkendara,” imbuh dia. Kennet juga menyertakan beberapa aturan pasti dan baku yang harus selalu ditaati.

Aturan baku tersebut antara lain: Selalu mengenakan sabuk pengaman, tidak pernah ngebut, tidak pernah dalam kondisi kurang sadar (pengaruh obat, minum dll), tidak pernah dalam kondisi kelelahan atau ngantuk, tidak pernah menggunakan ponsel atau mengetik sms saat menyetir.

Aturan tersebut, bukan berarti tidak akomodatif. “Ini dapat berubah ketika anak anda memperlihatkan tingkat pengalaman, kemahiran berkendara dan rasa tanggung jawab,” papar Kennet. Seperti, ketika mereka terlihat mampu berkendara aman di malam hari dan fokus meski dalam cuaca buruk.

Kennet menekankan, penting untuk memastikan ada penghargaan terhadap remaja atas perilaku baik mereka saat bekendara. “Harus ada suatu apresiasi untuk mereka,” tegas dia.

“Remaja sungguh-sungguh memerlukan orang tua dalam panduan aturan. Mereka pun perlu konsekuensi ketika aturan tidak diikuti,” ujar direktur program pencegahan cidera dan trauma di Rumah Sakit Anak, Pittsburgh, Barbara Gaines.

“Orang tua harus paham, saat anak mendapat SIM merupakan salah satu momen beresiko bagi hidup mereka. Jangan perlakukan salah, sebab ijin adalah tujuan, langkah pertama adalah proses mendapat ijin tersebut,” imbuh Barbara.

Sebagian besar orang tua, tutur Kennet, cemas terhadap seks bebas, narkoba dan perilaku pergaulan bebas lain ketimbang perilaku anak saat menyetir. Namun, justru kecelakaan mobil menjadi ancaman terbesar keamanan para remaja.

“Kabar baiknya, orang tua sangat berpengaruh besar. Ketika anda tetap terlibat dan tetap memantau dengan dukungan keamanan, bukan tekanan dan kontrol ketat, akan terbuka celah besar bagi mereka berperilaku baik saat menyetir dan membuat mereka aman berkendara,”.  (republika/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*