RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Jika Kakak Cemburu kepada Adik Bayi

Jika Kakak Cemburu kepada Adik Bayi

ORANGTUA harus memberikan persiapan mental yang cukup bagi si kakak sebelum adik bayinya lahir.Juga “memperkenalkan”saudaranya yang akan segera menjadi anggota baru di keluarga.

Banyak anak sulung yang tidak bisa menerima kehadiran adik baru. Mereka khawatir tak lagi mendapat perhatian dan kasih sayang lagi dari ayah dan ibunya.Hal itu bisa dimaklumi mengingat ibu acap kali lupa dan kurang perhatian kepada si sulung. Itu karena kerepotan ibu mempersiapkan kehadiran anggota keluarga baru. Sebenarnya, rasa cemburu itu wajar-wajar saja.

Apalagi bagi anak-anak.Mereka membutuhkan proses untuk mengerti dan menerima kehadiran adik baru.Apalagi jika selisih usia anak terpaut jauh, sekitar empat tahun ke atas.Kehadiran adik seolah menjadi ancaman yang akan merebut kasih sayang orangtua yang selama ini hanya untuknya. Reaksi ketidakterimaan itu biasanya berbeda-beda pada tiap anak.

Ada yang bereaksi dengan mengamuk tak diketahui juntrungannya, ada juga yang bahkan menjadi sangat pendiam dan tidak pernah berulah.Namun, pada dasarnya dia menyimpan sebuah tekanan yang sangat besar dan berat. Jika dibiarkan seperti ini, maka anak dengan tipe kedua ini akan tumbuh menjadi anak yang pasif dan rendah diri. Rasa cemburu kakak kepada adik barunya biasanya terjadi jika kakak masih berusia 1-3 tahun. Pada rentang usia ini anak masih sangat bergantung pada orangtua untuk memenuhi kebutuhannya.

Mereka belum belajar untuk berbagi ibu kepada yang lain dan adik baru bisa mengancamnya. Setelah usia 3 tahun, anak menjadi lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada orangtua untuk pemenuhan kebutuhannya. Lalu, bagaimana solusi mengatasi hal ini? Sebelum memutuskan memberi adik untuk anak tertua, orangtua perlu menyiapkan mental si kakak.

Orangtua meyakinkan dan membuktikan dengan tindakan nyata bahwa kasih sayangnya tak akan berkurang. Beri pemahaman terus-menerus kepada anak tertua jika dia akan punya adik yang harus disayanginya. Jika ibu sudah positif hamil, persiapan secara mental bisa diberikan kepada si kakak secara intens. Bicarakan secara “natural” dan jangan membuatnya cemas.

Tak perlu terburu-buru, sebaiknya tunggu hingga dia bertanya lebih dulu. Waktu yang terbaik untuk memberitahukan anak tentang kabar menggembirakan tersebut, menurut Dr Freshteh Farahan MD, seorang dokter pediatrik anak dari Pacific Street Pediatric Clinic, Omaha Nebraska, Amerika Serikat, ketika perut ibu semakin kentara membesar atau sekitar usia kehamilan 4-5 bulan. “Jika orangtua memberi tahu lebih awal,waktu menunggu bisa jadi terlalu lama bagi si kecil.

Namun, jika Anda menunda terlalu lama, si bocah tak akan memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan gagasan ada tambahan anggota keluarga baru dalam rumah,” katanya. Ada banyak cara yang dapat Anda persiapkan bagi si sulung untuk kedatangan adik bayinya seperti menerapkan peran barunya sebagai saudara tertua dengan mengajak si sulung memanggil “adik kecil atau adik perempuan” ketimbang “bayi baru atau bayi ibu”.

Melibatkan si sulung dalam persiapan kelahiran bayi dengan mengizinkan dia terlibat dalam pemilihan nama bayi atau bajubaju dan pernak-pernik untuk mendekorasi tempat tidur dan kamar bayi. Selain itu,Anda dapat pula mengajak putra atau putri pertama mengepak baju-baju untuk dibawa ke rumah sakit. Beri pemahaman terus-menerus jika dia akan punya adik yang harus disayanginya.

Selama kehamilan, bangun rasa memiliki dan gembira menyambut kelahiran adik dengan mengatakan jika dia akan punya teman bermain bukannya pesaing. Agar dia tak terkejut,ceritakan sejak awal bahwa yang namanya bayi itu memang sering menangis karena belum bisa berbicara,akan sering menyusu, dan minta digendong. Berikan kakak pengertian bahwa ketika adik lahir akan sangat repot mengurus adik bayi. Jadi, ibu tidak bisa menemaninya sesering dulu.

Mintalah “bantuannya” untuk mau main sendiri, bahkan membantu sesuai kemampuannya. Saat belanja keperluan bayi, jika mengajak kakak, jangan lupa membelikan sesuatu untuknya agar dia tak merasa dinomorduakan. Siapkan hadiah juga untuk kakak karena biasanya bingkisan datang untuk si adik saja. Ini bisa memicu rasa cemburu kakak.Anak yang diberi pengertian sejak awal, juga diajak “menyambut” adik baru akan lebih mudah diarahkan.

Ajak anak Anda dan biarkan dia bersama saat pemeriksaan kehamilan sehingga dapat mendengar detak jantung atau gambar adik bayinya selama USG. Juga baca buku-buku dan sodorkan buku terkait menjadi seorang kakak tertua saat kedatangan saudara kandungnya. Saat dia berkunjung ke rumah sakit usai kelahiran, pastikan adik bayi berada dalam posisi aman hingga memungkinkan Anda memberi pelukan besar kepada anak pertama Anda, dan si sulung juga mampu menyentuh adik bayi.

Libatkan juga kakak dalam merawat adik sehari-hari.Ibu bisa meminta bantuannya untuk mengambilkan baju,meletakkan popok basah di ember,mengajak memandikan adik, atau bahkan membantu mendiamkan ketika adiknya menangis. Jangan lupa ucapkan terima kasih jika kakak dapat melakukannya dengan baik. Jika ada yang berkunjung dan membawa bingkisan untuk adik, mintalah kakak membuka bingkisan dari tamu dan ceritakan jika hal yang sama terjadi saat dirinya lahir.

Jika perlu, terus berada di sampingnya saat tamu berkunjung dan menggendong adik bayi agar kakak tidak merasa diabaikan. Agar kakak tak cemburu, jangan lupa meluangkan waktu untuknya. Sediakan waktu untuk menemaninya bermain saat adik bayi sedang tidur.Sebisa mungkin tetap melakukan kebiasaan merawat kakak seperti dulu. Misalnya menyiapkan sarapan, membuatkan susu dan membacakan dongeng sebelum tidur. Luangkan waktu secara khusus setiap harinya, sesuai skala prioritas.

Awasi dia lebih banyak daripada yang biasa dilakukan.Anakanak akan menghargai saat-saat berharga ini. Setiap anak punya kebutuhan berbeda. Jangan lupa, sesibuk apa pun mengurus si adik, curahan perhatian kepada sang kakak jangan sampai berkurang porsinya. Berikan juga pujian atau hadiah jika kakak mau bekerja sama dan bersikap kooperatif. Pujian atau hadiah diberikan untuk memperkuat perilaku agar anak mengerti bahwa perilaku inilah yang diharapkan dari anak.

Puji dan beri perhatian lebih bila anak-anak bersikap baik. Hindari ucapan membandingkan. Masing-masing anak adalah individu yang unik. Oleh sebab itu, berikan mereka perhatian sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka masing-masing.Kompetisi memang sering dilakukan orangtua untuk memotivasi anak-anak. Namun, jangan sampai membandingbandingkan si adik dengan kakaknya, atau sebaliknya,karena justru akan menimbulkan kecemburuan.

Psikolog anak dan profesor klinik dari Case Western Reserve University School of Medicine, Amerika Serikat,Dr Sylvia B Rimm mengatakan, orangtua dapat mengurangi kesempatan terjadinya persaingan antara anak dengan tidak berupaya membandingkan sifat anak-anak mereka. Orangtua harus mengajarkan anak-anak mereka cara-cara positif untuk mendapatkan perhatian orangtua atau lingkungan. merencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan bersama-sama dan memastikan setiap anak memiliki waktu yang sama untuk diberi perhatian.

” Orangtua juga dapat mendorong kerja sama antaranak, tidak menyatakan satu anak sebagai teladan bagi yang lain dan menghindari favoritisme,”tuturnya. Lalu, yang paling penting juga adalah dengarkan perasaan anak. Hal ini untuk mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi penyebab kecemburuan.Cobalah gali perasaannya dengan meminta anak bercerita.Akan tetapi,hindari pertanyaan yang membuat anak malah tak mau mengungkapkan perasaannya.

Ajak anak berdialog dari hati ke hati.Jangan salah,kebutuhan attachment anak dengan orangtua masih tinggi. Yang terakhir,bersikaplah adil dan jangan berbuat pilih kasih. Adik baru memang akan selalu menjadi pusat perhatian.Namun, jangan sampai orangtua melalaikan kakak atau anak-anak yang lain. Mereka pun memiliki hak yang sama untuk diperhatikan.

Ketidakadilan dan sikap pilih kasih orangtua terhadap anak-anak akan menimbulkan rasa cemburu dan dengki dalam jiwa anak karena merasa dirinya disisihkan. Jika si kakak tetap saja memang kemudian membuat ulah dan susah dikendalikan,maka bisa saja mempekerjakan pengasuh untuk membantu menjaga adik bayi pada saat-saat tertentu, agar ibu tetap bisa memperhatikan si kakak.

Buatlah komitmen dengan pasangan untuk saling bekerja sama dalam mengurus dan merawat anak. Misalnya, saat adik bayi menangis, istri atau suami harus segera tanggap untuk mengalihkan perhatian si kakak.(seputar-indonesia)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

One comment

  1. wah dapat masukan nih, terima kasih banyak ya!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*