RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Bayi Lahir Alami Lebih Dekat dengan Ibu

Bayi Lahir Alami Lebih Dekat dengan Ibu

Secara alami, ibu dan anak memiliki keterikatan (bonding) yang istimewa. Sebuah penelitian membuktikan, bayi yang dilahirkan secara normal memiliki keterikatan yang lebih tinggi dibandingkan yang dilahirkan melalui operasi caesar.

Pasalnya, ibu yang melahirkan bayi secara alami akan menyebabkan respon menangis lebih tinggi dari ibu yang memilih melahirkan secara caesar. Demikian fakta yang ditemukan para peneliti di Amerika.

Scan otak yang dilakukan terhadap 12 ibu yang baru melahirkan, ditemukan aktivitas yang menghubungkan motivasi dan emosi pada saat melahirkan secara alami.

Tim dari universitas Yale mengatakan, perbedaan hormon yang dihasilkan dalam proses kelahiran dapat menjadi kunci.

Kontraksi merupakan bagian terpenting untuk memicu produksi hormon Oksitosin ketika melahirkan secara alami dan juga mempunyai peran kunci untuk membentuk prilaku keibuan. Kelahiran secara caesar tidak akan memicu produksi hormon yang sama.

Tim Yale kemudian mendapatkan hasil scan otak dari 12 orang wanita dua atau empat minggu setelah mereka melahirkan-yang dikenal dengan periode postpartum awal. Setengahnya melahirkan secara caesar dan setengahnya lagi secara alami.

Perbedaan dalam aktivitas otak telah ditemukan tidak hanya berpengaruh terhadap respon ibu terhadap anak tapi juga menciptakan mood ibu.

Ketua Tim peneliti, DR James Swain mengatakan, penelitian yang dilaporkan dalam jurnal psikologi anak dan psikiatri itu diharapkan akan menciptakan keterikatan batin antara ibu dan anak.

“Hasil yang penelitian akan mendukung teori bahwa perbedaan kondisi melahirkan pada saat caesar atau alami
akan mempengaruhi tingkat respon yang terbentuk dalam otak setelah melahirkan,”ujarnya.

Profesor James Walker, pembicara untuk the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists mengatakan, pihaknya telah lama mengenali wanita yang melahirkan secara caesar mempunyai masalah dengan keterikatan dengan bayi mereka.

Bagaimanapun, Walker menambahkan, alasan masalah ini tidak selesai karena ada hubungan antara kesulitan ketika persalinan membuat melahirkan secara caesar menjadi pilihan utama.

Studi terakhir diperoleh hanya satu wanita yang tidak memilih melahirkan secara caesar dari enam orang yang melahirkan, tapi profesor Walker mengatakan, terdapat pengaruh karakteristik personal spesifik dari keluarga yang membuat kelahiran alami semakin sulit.

Dia menambahkan, ada kemungkinan bahwa wanita yang melahirkan secara caesar lebih cepat proses persalinan ketimbang yang memilih secara alami.

Tidak adanya studi menyeluruh memperkirakan bahwa ibu yang memilih melahirkan secara caesar akan mengalami masalah keterikatan dengan bayi mereka.

“Tidak diragukan bahwa kebanyakan wanita yang memilih caesar tidak bisa menjadi ibu yang sempurna,” katanya.

The National Childbirth Trust, Belinda Philips mengatakan, keterikatan antara ibu dan bayi adalah sangat penting dan respon dari bayi ketika menangis menjadi pelengkap naluri keibuan.

“Wanita yang memilih caesar harus mememluk anaknya yang baru lahir untuk bersentuhan langsung dengan kulit si bayi dan membantu memberi makan dan perawatan untuk bayi mereka,” tuturnya.

Antara 10% dan 20% dari keseluruhan bayi di Inggris lahir secara caesar. Kecenderungan peningkatan kelahiran melalui operasi itu juga terjadi di Indonesia terutama kota besar. Penelitian semacam itu sebaiknya menjadi perhatian para wanita untuk lebih memilih melahirkan secara alami. (republika.co.id)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

One comment

  1. mana ada wanita yang mau di caesar? Smua jg maunya normal tp kl ada masalah dlm proses klahirannya, apakah slh jika mngambil tindakan operasi caesar untuk menyelamtkan anaknya?. Seorang wanita tdk bs dinilai sdh mnjdi ibu atau blm hanya dr proses mlahirkannya sj. Misalkn ada wanita mlhirkan normal lalu bayinya dimasukkan kantong plastik dan dibuang k kali, apa yg sprti itu msh bs dibilang sbg ibu? . Bandingkan dgn wanita yg tdk bs pny anak kmudian mengangkat anak lalu mrwatnya dgn pnuh ksh syg walaupun bkn anak kndungny sndri, lalu apa dia tdk bs di katakan sbg ibu? . Dan kedekatan ibu dan anak tergantung dr cra ibu merawat dan mndidik anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*