RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Pengaruhi Pola Pertumbuhan Tak Optimal

Pengaruhi Pola Pertumbuhan Tak Optimal

WASPADAI jika anak Anda enggan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan daging. Pasalnya, anak berusia 9–12 tahun umumnya sudah mulai memilih makanan yang hanya disukai, dan mereka sudah merasa banyak mengonsumsi makanan akan menjadi gemuk.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan US Department of Health and Human Services diketahui bahwa sekitar 8 dari 10 anak perempuan kelas 3–6 SD, atau mereka yang berumur 9–12 tahun memiliki perasaan buruk terhadap tubuh mereka. Artinya, perasaan tersebut memengaruhi untuk mengurangi makan agar tubuh mereka tetap langsing.

”Dari penelitian tersebut, bisa dikatakan bahwa persepsi yang salah dari anak-anak di Amerika Serikat sebaiknya menjadi patokan bagi para orangtua di Indonesia untuk mewaspadai jika anak-anaknya enggan makan,” tutur pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta, Certified EI, PSYCH-K,SET.

Hanny menuturkan,para orangtua sudah seharusnya berhati-hati jika mulai melihat ulah dari anakanaknya yang menginjak masa praremaja. Mereka umumnya tidak mau makan dengan alasan, misalnya, sudah makan di sekolah atau masih kenyang. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa membahayakan mereka,terutama kesehatannya yang juga memengaruhi pertumbuhan anak.

Seperti bulimia (dengan sengaja memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan) atau anoreksia (sengaja berlapar-lapar, tidak makan apapun). ”Sikap enggan makan tersebut harus diwaspadai karena usia 9–12 tahun merupakan usia produktif yang membutuhkan energi besar,” tandas ketua dari Radani Edutainment dan El Center ini.

Saatitu,paparHenny, terutama anak perempuan juga mengalami menstruasi sehingga diperlukan kandungan gizi yang cukup. Psikolog dari University of Texas,John W Santrock,yang juga dituliskan dalam bukunya Life Span Development 7th Ed McGraw Hill 1999, mengatakan bahwa rata-rata tanda puber muncul lebih awal pada anak perempuan, yaitu sekitar usia 8–10 tahun dibandingkan anak laki-laki yaitu usia 10–12 tahun.

Pada usia puber tersebut,umumnya orangtua tidak mengawasi lagi pola makan sang anak.Alasannya,anak sudah besar dan bersikap mandiri. ’’Padahal pada usia tersebut,orangtua tetap harus memperhatikan pola makan anak,’’ imbuhnya. ”Perhatikan pola makan anak untuk mencukupi gizinya sehingga anak tumbuh dengan semestinya, dan tugas bagi orangtua untuk menghilangkan kebiasaan buruk anak yang takut gemuk saat makan,”pesan Hanny.

Hanny menyarankan, untuk menghilangkan kebiasaan buruk anak tersebut bisa dilakukan dengan menjelaskan pola konsumsi yang baik. ’’Orangtua bisa menjelaskan makanan mana yang baik dan tidak baik untuk tubuh,’’ imbuhnya.Hanny juga mengingatkan, orangtua harus menjelaskan persepsi setiap makan membuat tubuh gemuk itu adalah salah. Ingatkan pada anak bahwa makan yang dikonsumsi akan aman selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. (seputar-indonesia)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*