RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Kenali saat Anak Beranjak Remaja

Kenali saat Anak Beranjak Remaja

MASA remaja adalah masa yang penuh warna. Saat inilah seorang anak mulai meninggalkan label kanak-kanaknya.Perubahan fisik dan psikis pun mereka alami.

”Lebih gampang mengurus perusahaan dibandingkan menghadapi anak yang tengah beranjak remaja,” ungkap Jeremy Thomas pada sebuah acara wawancara di salah satu televisi swasta beberapa waktu lalu. Tak berlebihan memang apa yang dikatakan pemain sinetron yang kini memiliki beberapa bisnis,bertutur tersebut. Memang ketika beranjak remaja banyak perubahan yang terjadi.

”Terkadang saat anak beranjak menuju remaja,tidak hanya anak-anak yang mengalami perubahan, tetapi orangtua juga mengalami perubahan,” tutur Life Coach sekaligus Therapist,Novian Triwidia Jaya. Setiap anak mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda untuk memasuki masa remaja. Perubahan yang dialami setiap anak dimulai dari perubahan psikologis, bentuk tubuh yang mulai berubah, hingga perubahan emosi termasuk mood yang kerap naik-turun, yang dikenali dengan masa pubertas.

Walaupun tiap anak memiliki usia yang berbeda menuju remaja, umumnya masa remaja ini dialami saat anak usia 9–12 tahun yang masuk masa pra-remaja dan usia 13–18 tahun yang memasuki masa remaja. Di masa ini, orangtua juga mulai menganggap anak bukan lagi seorang anak-anak, sehingga tidak aneh jika orangtua mulai memperlakukan anak dengan cara yang berbeda.

Masa pubertas pada anak wanita ditandai dengan pertumbuhan payudara, kemudian rambut di sekitar kemaluan.Perubahan lainnya juga diperlihatkan dari mulai tumbuhnya rambut di sekitar ketiak dan tahap terakhir yaitu munculnya menstruasi pertama (menarche). Sementara pada anak lelaki, pubertas ditandai dengan perubahan suara yang kian membesar, tumbuhnya bulu-bulu pada tubuh, serta pembesaran organ genitalia.

”Memasuki umur pra-remaja, yaitu 9–12 tahun dan masa remaja yaitu 13–18 tahun, anak cukup banyak alami perubahan,”tandasnya dalam acara One Siza Can’t Fit All yang diadakan R&R Communication di Tea Addict,Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu. Lamanya pubertas pada anak lelaki dan anak perempuan memang berbeda. Masa akil balig cewek umumnya dimulai saat berusia 10 tahun dan berlangsung selama 3,5–4 tahun.

Sementara itu, masa pubertas cowok bisa mencapai 5–6 tahun yang biasanya dimulai di usia 11,5 tahun. ”Bisa dikatakan jika masa praremaja dan remaja merupakan masa- masa rawan,karena masa ini biasanya anak perempuan sudah menunjukkan rasa tertarik pada cowok. Hal itu memang masuk akal, karena perempuan memang lebih dulu matang ketimbang pria,”jelas terapis yang juga banyak menulis buku di bidang pola asuh dan pendidikan.

Sementara itu,dr Samuel Oetoro memiliki pendapat yang sedikit berbeda soal masa remaja ini.Ahli gizi dari Medika Plaza International Clinic,Semanggi Spesialist Clinic ini mengatakan bahwa sejak usia dua tahun sebelum anak menjadi remaja dan mengalami berbagai perubahan fisik,maka pada bagian otak pun sudah mulai melakukan berbagai persiapan.

Dua bagian dari otak, kelenjar hipotalamus dan hipofisis, mulai memproduksi sejumlah hormon, termasuk hormon pemicu hormon seks LH (luteinising hormone) dan FSH (follicle stimulating hormone). ”Remaja perempuan dan pria memiliki dua hormon ini, namun perubahannya saja yang berbeda,” tandasnya di acara yang sama. Menjadi gemuk merupakan salah satu perubahan yang tidak disukai bahkan cukup ditakuti,karena membesarnya organ-organ tubuh.

Pembesaran ukuran rahim pada perempuan misalnya, yang tidak terlihat kasatmata. Berbeda dengan pertambahan ukuran panggul dan payudara. Berbeda pula halnya pada perubahan anak lelaki, perubahan yang terlihat adalah pada penis dan testis yang membesar.

Pembesaran berbagai organ tubuh tersebut tentunya dapat memengaruhi berat badan seseorang. Berat badan remaja perempuan bisa bertambah 19–22 kg selama masa pubertas. Sementara itu, remaja pria akan mengalami pertambahan bobot hingga 21–23 kg ”Berat badan sebelum pubertas normalnya bertambah antara 5–6 kg per tahun,sedangkan untuk remaja perempuan dan 2,5–3 kg per tahun untuk remaja pria. Jadi jangan heran jika memasuki usia pubertas, anak jadi terlihat lebih berisi,” papar dokter yang akrab disapa dokter Samy ini.

Perubahan yang juga dialami remaja yang dipengaruhi hormon adalah meningkatnya nafsu makan. Hal itulah yang menyebabkan remaja suka sekali akan ngemil, karena mereka lebih cepat merasakan lapar. Agar anak tidak kaget akan perubahan dalam tubuhnya di saat melangkah memasuki masa remaja, tidak ada salahnya jika orangtua sudah sejak dini memberikan penjelasan mengenai seperti apa perubahan pada seseorang yang pubertas, misalnya di umur delapan tahun, di mana anak sudah sedikit mengerti mana yang baik dan tidak seharusnya dilakukan.

Peran orangtua pun dibutuhkan dalam mendampingi anak di saat memasuki masa remaja.Sebelum menjelaskan dan mengenalkan pada masa pubertas ini,sebaiknya orangtua mengenali perubahan yang akan terjadi pada anak nantinya.(seputar-indonesia)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

One comment

  1. Yupz.. Saya setuju dengan posting ini. Dengan mengenali dunia anak remaja maka kita sebagai orangtua dapat memberikan masukan-masukan bagi perkembangan anak remaja. Dengan mengenali dunia anak remaja pula, kita jadi bisa memahami apa yang tengah dirasakan oleh anak remaja kita.. Walaupun kita pernah melewati fase sebagai remaja, namun toh kita terkadang lupa akan hal itu. Jadi, tidak ada salahnya kan belajar mengenali kembali dunia remaja..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*