RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Masakan Ibu, Wujud Cinta & Pengabdian pada Keluarga

Masakan Ibu, Wujud Cinta & Pengabdian pada Keluarga

TUGAS ibu identik dengan mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak. Namun, tak jarang dengan berbagai alasan, ibu harus bekerja. Saat tugas di dalam rumah tak bisa senantiasa di-handle, ibu bisa menunjukkan wujud cinta lain lewat masakan.

Bagi ibu bekerja, harus pandai mengatur waktu untuk keluarga. Sebab, pada hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama yaitu mengatur urusan rumah tangga, termasuk mengawasi dan membimbing anak-anak.

Menurut Dr Elizabeth Hurlock Beckman, profesor psikologi Columbia University, seorang wanita dalam perannya sebagai ibu dan istri selalu ingin memberikan kehangatan dan mengutamakan kepentingan keluarganya. Karenanya, ibu terkadang merasa bersalah bila mendahulukan kepentingannya.

Psikolog DR Rose Mini A P MPsi punya pandangan sendiri tentang hal ini. “Seorang ibu selalu memacu dirinya agar dapat menjalankan peran sebaik mungkin. Misalnya, menyediakan waktu untuk mengurus suami dan anak-anak dengan baik, mengatur keuangan, kepentingan keluarga, sehingga terkadang merasa bersalah bila mendahulukan kepentingannya,“ paparnya dalam talkshow “Masakan Ibu – Cinta, Kreasi, dan Apresiasi”, yang diselenggarakan Royco di Plaza Bapindo–Assembly Hall, Jakarta, belum lama ini.

Menurut wanita berkacamata ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak istri merasa bersalah karena tidak dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk menangani pekerjaan rumah tangga. Hal ini pun terjadi pada wanita Indonesia yang umumnya masih beranggapan bahwa menikah, bersuami, dan memiliki anak merupakan hal terpenting di atas segalanya. Akibatnya, perasaan bersalah semakin sering menghantui.

Lantas, apa perlu merasa bersalah? Menurut wanita yang kerap disapa bunda Romi ini, perasaan bersalah itu tidak perlu. “Sama-sama mencari nafkah, saya mencari nafkah, dia juga mencari nafkah,” kata wanita paruh baya yang masih tampak segar ini. Ia menegaskan, harapan ibu terhadap keluarga adalah anak dan suami memahami dan menghargai usahanya.

Salah satu trik mendapatkan apresiasi keluarga bisa Anda lakukan dengan memasak. Pasalnya, melalui masakan, seorang ibu dapat mewujudkan cinta dan pengabdiannya pada keluarga.

“Bila harapannya ini tercapai, maka ibu akan merasa sempurna. Terutama apabila mendapatkan dukungan dan apresiasi dari lingkungan termasuk keluarganya. Karena hal ini menunjukkan bahwa usaha dan eksistensinya di dalam keluarga telah diakui,” ungkap Romi.

Oleh karena itu, keluarga perlu memberikan apresiasi kepada ibu dengan menghargai apa yang telah dilakukannya. Melalui program komunikasinya tahun ini, Royco menyadari dan mendukung misi serta usaha ibu untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga dan menjaga nilai-nilai tradisi keluarga melalui masakan rumah buatan ibu.
(okezone/mitrafm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*