RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Mengapa Anak Tak Berani Berpendapat?

Mengapa Anak Tak Berani Berpendapat?

Umumnya anak usia SD sudah bisa mengemukakan pendapat. Tetapi, kenapa ya anak Anda tidak seperti itu? Ia bahkan cenderung pasif dan diam saat di dalam kelas.

Memang, ada juga anak yang masih mengalami kesulitan mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya. Cirinya, saat diminta berkomentar tentang sesuatu, ada anak yang terbata-bata, bahkan tak bisa mengeluarkan kata-kata sama sekali. Kita sebaiknya tak keburu mencap anak tidak cerdas sebab ada beberapa hal yang memengaruhinya, seperti:

1. Sifat introvert. Anak berkarakter pendiam cenderung jarang bicara. Meski terbilang wajar, kita perlu merangsang anak untuk berani mengemukakan pendapat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberi pertanyaan terbuka. Misalnya, “Menurutmu kita lebih asyik pergi ke mal atau tempat berenang, ya?” Anak biasanya akan menjawab berdasarkan alasan yang dimilikinya. Saat awal merangsang keberanian anak kita lakukan berdua saja dan minta anak untuk tidak takut bertanya. Selanjutnya bisa bersama kakak atau adik, hingga di sekolah.

2. Sulit bicara. Pada kasus gagap atau cadel, anak yang kerap diledek teman-temannya lama-kelamaan malu berbicara dan akhirnya ia menjadi sulit mengemukakan pendapat. Karena itu, beri motivasi kepada anak untuk percaya diri dan jangan pedulikan olokan orang-orang. Jika rasa percaya dirinya tumbuh dengan baik, ia pun akan mudah memberikan pendapat.

3. Memikirkan akibat. Mungkin anak berpikir, jika ia memberikan pendapat, ia akan mengalami dampak yang tidak mengenakkan. Seperti, jika ia mengemukakan pendapat, guru akan mencecar dengan pertanyaan-pertanyaan berikut, sementara anak belum siap. Wajar jika anak enggan berpendapat. Yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan anak argumen dan data yang baik sehingga ketika ditanya kembali bisa menjawabnya.

4. Adaptasi lebih lama. Mungkin anak butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi di lingkungan baru. Ia kerap malu jika diminta pendapatnya. Tak perlu khawatir, hal ini akan berangsur hilang seiring anak bisa beradaptasi.

5. Kurang stimulasi. Mungkin di rumah atau sekolah anak tidak terstimulasi dengan baik sehingga ia kerap takut, malu-malu, ragu, untuk berpendapat. Biasanya terjadi pada anak yang mengalami pola asuh otoriter, semua yang sudah ditetapkan oleh orangtua tidak boleh dibantah dan orangtua memberlakukan aturan rumah yang sangat kaku. Bisa juga pendidikan formal di sekolahnya masih menganut sistem konvensional di mana anak hanya diam dan duduk manis kala guru sedang menerangkan.

(KCM)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*