RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Risiko di Balik Pubertas yang Terlalu Dini

Risiko di Balik Pubertas yang Terlalu Dini

Anak-anak perempuan kini semakin banyak yang mengalami pubertas sebelum berusia 10 tahun. Artinya, pubertas tersebut lebih awal dibandingkan 20 tahun yang lalu.

Para ahli mengungkap, usia rata-rata pertumbuhan payudara dimulai ketika seorang perempuan berusia 9-10 tahun, yaitu satu tahun lebih cepat dibandingkan studi yang pernah dilakukan pada tahun 1991 silam.

Belum ditemukan alasan dari fenomena tersebut, namun kemungkinan terkait dengan gaya hidup tak sehat atau paparan zat kimia dalam makanan.

Studi yang dilakukan di Denmark. Para ahli meyakini, hal itu juga terjadi di Inggris dan Amerika Serikat.

Para ahli khawatir para gadis remaja itu masih belum dibekali pendidikan seksual yang cukup, sebab mereka masih di bangku sekolah dasar. Terlalu dini paparan hormonal itu juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko dari kanker payudara.

“Kami sangat terkejut mengetahui perubahan dalam waktu hanya sekitar 15 tahun,” ujar Anders Juul yang memimpin bagian pertumbuhan dan reproduksi di rumah sakit Universitas di Copenhagen kepada Sunday Times.

“Jika para gadis muda itu matang sangat dini, mereka dapat menghadapi masalah remaja pada usia yang terlalu kecil dan lebih rentan terhadap penyakit nantinya,” tutur Anders.

“Kita perlu mengetahui apakah alasan dibalik itu. Sangat jelas ada sesuatu yang mempengaruhi anak-anak, entah itu makanan cepat saji, lingkungan yang dipenuhi zat kimia atau kurangnya aktivitas fisik,” tegasnya.

Mengalami pubertas dini dapat berarti paparan tubuh yang lebih lama terhadp estrogen, yang bisa memicu kanker payudara. Juga meningatkan risiko penyakit jantung.

Semakin meningkatnya produk kimia juga diduga sebagai faktor yang mempengaruhi perkembangan seksual anak-anak, termasuk bisphenol A yang terdapat pada kaleng makanan dan botol susu bayi.

Anders dan tim peneliti kini sedang menguji contoh darah dan urin dari anak-anak perempuan untuk mencari hubungan langsung antara kematangan seksual dengan bisphenol A.

Faktor lain dari pubertas dini yaitu makanan. Anak-anak saat ini makan lebih banyak dari generasi sebelumnya dan memiliki tubuh yang lebih besar, dalam banyak kasus bahkan menjadi obesitas.

Pada awal abad 1900-an, pubertas pada anak perempuan yaitu pada usia 15 tahun dan 17 tahun untuk anak laki-laki.

Kemudian, standar internasional untuk pubertas normal pada tahun 1960-an yaitu usia 12 tahun untuk anak perempuan yang ditandai dengan menstruasi pertama dan 14 ahun untuk anak laki-laki yang ditandai dengan berubahnya suasa dan pertumbuhan fisik yang pesat.

(republika)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*