RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Wanita » Amanah Kunci Sukses

Amanah Kunci Sukses

Setiap orang tentu ingin harapan dan citacitanya tercapai dengan sukses. Yang berdagang misalnya, berharap bagaimana mendapatkan keuntungan berlimpah. Yang menjadi pegawai, bagaimana menduduki jabatan tinggi. Atau yang terjun di bidang politik, bagaimana bisa terpilih dalam pilkada dan menjadi penguasa. Tak ada seorangpun yang ingin gagal menggapai harapannya, bukan?

Untuk meraih sukses yang diinginkan itu banyak cara dan taktik yang dilakukan orang. Mulai cara yang lembut sampai cara yang kasar. Dari taktik yang bersih sampai taktik yang kotor. Dari jalan yang halal sampai yang haram. Setiap orang bisa saja memilih cara yang disukainya. Mana yang akan Anda pilih? Ingat, masingmasing ada konsekwensi yang harus diterima dan tak bisa dihindari.

Berbenturan

Jujur hancur, begitu kata kebanyakan orang saat ini. Sehingga dalam berbagai lapangan pekerjaan kalau ingin sukses dan cepat mendapatkan keuntungan yang banyak, ya (maaf) dengan menipu. Pedagang pasar misalnya, dengan mengurangi timbangan. Ada yang ingin menduduki posisi penting dengan menyuap. Sedang yang ingin kaya cepat dengan korupsi milyaran. Apa boleh buat, zaman sekarang ini kalau jujur mana bisa sukses? Demikian kilahnya.

Sekilas, anggapan demikian betul dan banyak yang mengiyakan. Tapi cobalah cermati kasus berikut ini. Di sebuah ruas jalan ada dua pom bensin. Pom yang pertama selalu menakar dengan pas sesuai stantar. Sementara pom yang kedua dengan berbagai triknya mengurangi takaran dalam tiap liternya. Antara yang jujur dan amanah dengan yang menipu, manakah yang sukses meraih keuntungan?

Dalam waktu singkat, keuntungan penjualan yang didapat dari pom yang khianat tentu lebih besar. Dan orang yang hanya berpikir untuk keuntungan dirinya saja, akan memilih jalan tidak amanah ini. Ia menyangka cara inilah yang akan membuatnya cepat meraih keuntungan. Dengan menipu ia mendapat keuntungan langsung lebih banyak.

Namun kalau kita berpikir lebih jauh, sampai kapan ia bisa menyembunyikan kebohongannya? Orang yang menipu tidak memikirkan kepentingan pelanggan atau mitra bisnisnya. Ia telah terjerembab oleh egonya. Pandangan picik karena telah dukuasai hawa nafsunya sendiri. Memang pada mulanya, pom yang tidak amanah ini keuntungan yang diraih akan lebih besar. Tapi cepat atau lambat pelanggan akan tahu kalau dirugikannya. Seseorang mungkin bisa ditipu sekali. Tetapi ia tidak mau ditipu untuk kedua kalinya. Begitu ada pelanggan yang kecewa, ia akan lari. Bahkan ia akan bilang pada temannya yang lain bahwa pom itu tidak amanah dengan mengurangi takaran. Dan dengan cepat berita itu menyebar. Akhirnya orang tidak mau antri lagi di pom berkhianat tersebut dan lebih memilih yang amanah. Meski yang amanah semula keuntungannya lebih sedikit karena banyak yang percaya akhirnya usahanya lebih maju lagi. Sementara yang suka mengurangi takaran, akan sepi dengan sendirinya.

Mungkin masih ada orang yang merasa kesuksesan justru diraih dengan tidak amanah. Atau sebaliknya merasa rugi dan bilang “Jujur hancur” seperti di atas. Percayalah itu hanyalah pandangan ego dan hawa nafsu kita sesaat yang mencelakakan. Atau ajakan orang yang ingin mengajak kita binasa dan berurusan dengan hukum. Sifat khianat dan dusta bukanlah sifat orang beriman.

Orang beriman itu diciptakan dengan segala macam sifat kecuali khianat dan dusta.” (Riwayat Muslim)

Tanpa amanah, kesuksesan yang kita raih semu. Ibarat membangun gedung tanpa pondasi yang kokoh. Kelihatannya cepat menjulang, tapi sebentar akan roboh berkepingkeping. Saat kampanye misalnya, seorang politisi bisa saja dengan trik kepandaian membangun citra menarik simpati. Ia pun mendapat pendukung sekian banyak dan terpilih berkuasa. Namun jika ia terbukti tidak amanah, simpati pun akan dengan cepat berbalik menjadi hujatan. Betapa sudah banyak kita saksikan kemarahan masyarakat terhadap para oknum yang tidak amanah ini. Ucapan berbusabusa dan seribu janji pun hanya dicibir dan tak akan dianggap lagi. Kedudukan yang semula dikira mulia itu justru menjadi hinaan dan berakhir dipenjara. Kesuksesan seperti inikah yang kita inginkan?

Sikap tidak amanah akan merusak semua hubungan yang sudah terjalin. Bukan hanya merusak keharmonisan dengan sesama tetapi sikap itu juga berlawanan dengan keselarasan semesta (sunnatullah). Akibat tidak amanah maka rusaklah tatanan dan terjadi berbagai ketimpangan dan benturan yang lebih luas dalam kehidupan. Hutan digunduli untuk keuntungan diri sendiri sehingga berakibat banjir dan longsor. Berbagai krisis di negeri ini tidak kunjung berakhir karena amanah sudah diabaikan. Ini semua peringatan dari Allah agar kita amanah dalam kehidupan ini sesuai dengan perintah-Nya.

Janganlah kamu mengkhianati amanatamanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. “ (QS. AlMaidah: 27).

Urusan amanah bukan semata bersifat duniawi belaka. Seorang yang khianat, bukan hanya mengakibatkan kemarahan orang lain, tetapi juga mengundang kemurkaan Allah. Apa yang bisa dibanggakan bila yang kita lakukan itu tidak disukai-Nya? Jika tak juga segera bertobat, sengsaranya bukan hanya di dunia saja, tetapi sampai akhirat.

sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” (QS. AnNisa: 107).

Selaras

Dalam kehidupan sosial, pemimpin yang amanah akan dicintai rakyatnya. Dari survey 54.000 orang, Stephen R. Covey dalam The 8th Habit menyimpulkan integritas (amanah), menjadi faktor paling utama efektifitas seorang pemimpin. Rasulullah Saw sukses memimpin juga dengan amanah. Bahkan sebelum menjadi Rasul, beliau sangat amanah sehingga digelari al-amin (orang yang terpercaya). Kemampuan komunikasi, visioner, atau keahlian memang penting. Tetapi faktor integritas masih lebih menentukan. Bisa saja dengan berbagai kemampuan itu Anda dipercaya. Tetapi jika Anda tidak Amanah, kepercayaan itu pun akan segera hancur.

Kepercayaan, menurut Francis Fakuyama, modal sosial tertinggi. Untuk membangun kepercayaan ini mutlak perlu sikap amanah. Dalam lingkup keluarga, suami istri yang bisa saling menjaga amanah, rumah tangga akan selaras dan sakinah. Namun saat satu pihak berkhianat merusak amanah, akan hancurlah bangunan itu. Dan segala kemampuan yang kita miliki, harta sebanyak apa pun atau lainnya tak akan bisa memperbaiki hubungan yang rusak akibat tidak adanya amanah itu.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amamat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa`: 58).

Selaraskah hidup ini dengan bersikap amanah. Secara psikis, amanah yang menyeleraskan jiwa kita. Sebab amanah sesuai dengan getaran nurani. Kita akan lebih tenang dan tidak waswas. Kemudian amanah juga akan selaras dengan nurani orang lain. Karena nurani semua orang sama, menginginkan kejujuran dan tidak ingin dikhianati. Dan lebih dari itu Allah Yang Maha Kuasa juga memerintahkan kita amanah. Amanah akan menjadi penyempurna iman dan agama. Dan dengan amanah kita sukses dunia akhirat.

Tidak (sempurna) iman orang yang tidak memiliki sifat amanah. Dan tidak (sempurna) agama yang tidak menepati janji.” (Al Hadits).

Sukses mungkin bisa ditempuh dengan berbagai cara. Namun apa pun caranya, kunci sukses yang utama adalah amanah. Karena itu bila ingin sukses bersikaplah amanah.

Sumber: Buletin BMH NEWS Edisi Juni 2010

Baca Juga

curhat

10 Tanda Orang Yang Bisa Dipercaya Untuk Tempat Curhat

MitraFM.com– Kodrat manusia adalah sebagai mahluk sosial, kita tidak bisa lepas dari campur tangan orang ...

3 comments

  1. Kalau dipikir2 sangat sedikit orang sukses dengan jalan yang jujur, mungkin sudah waktunya
    btw terima kasih atas pencerahannya dan semoga saya bisa mendapatkan amanah dalam setiap usaha yang saya lakukan

  2. Thanks for the awesome posting. I’ve subscribed to RSS. BTW which theme are you using on this blog? Looks great 🙂

  3. anda benar..

    sooo….kunjungi juga bloks kerent saya….
    disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*