RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Anak » Bencana Alam Tanpa Bisa Diduga

Bencana Alam Tanpa Bisa Diduga

Hari Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 berlalu sebagaimana biasa di Aceh. Sekelompok tentara sedang berolahraga rutin. Sepasukan polisi juga sedang menjalankan rutinitas keseharian. Sekelompok masyarakat sedang berlari pagi di jalanjalan kota. Sebagian lagi, lagi asyik bersantai bersama keluarganya.

Tampak pula anak-anak, remaja, dan orang tua sedang bermain di pantai menikmati hari libur. Sebagian dari mereka merasa senang air laut tibatiba surut dari seratus meter dari bibir pantai.

Tidak disangkasangka, dalam hitungan tidak lebih dari lima belas menit, air laut yang tadinya surut kemudian berbalik pasang dengan kecepatan luar biasa menyapu apa saja yang dilaluinya di seantero kota Nangroe Aceh Darussalam dan Nias, disapu Tsunami dahsyat dengan korban jiwa diperkirakan lebih dari 300 ribu orang.

Tsunami di Aceh adalah peristiwa gempa bumi yang diakibatkan oleh pergeseran dan tabrakan lempenganlempengan bumi di bawah permukaan tanah yang disebut sebagai gempa tektonik. Gempa yang berpusat di bawah permukaan laut ini kemudian “mengobrak-abrik” air laut dan menumpahkannya di daratan dengan ketinggian hingga lebih dari 10 meter.

Perlu Anda ketahui, tektonik adalah jenis gempa bumi yang hingga kini belum bisa diprediksikan dengan baik. Gempa seperti ini pulalah yang pada paruh awal tahun 2006 terjadi di Jogjakarta dan dalam waktu 57 detik memporak-porandakan rumahrumah penduduk dan mengakibatkan meninggalnya tidak kurang dari 5000 orang secara bersama-sama. Kompak.

Yang menjadikan kita harus merenung, gempa bumi tektonik tanpa bisa diprediksikan di JogJa ini justru terjadi ketika pemerintah dan masyarakat sedang waspada terhadap letusan Gunung Merapi, sebuah peristiwa vulkanik yang secara ilmiah memang lebih mudah diprediksikan.

Merapi yang jauh hari sudah diprediksi dan dipersiapkan evakuasi untuk menghadapinya justru tidak kunjung meletus dahsyat sebagaimana yang diprediksikan. Dalam kondisi orang sedang dalam kecemasan menunggu apa yang akan terjadi dari puncak Merapi, justru diporak-porandakan dengan peristiwa gempa bumi teknotnik di pagi buta.

Yang lebih membuat kita merenung lebih dalam, letusan dahsyat Merapi justru terjadi pada saat masyarakat pada pulang kampung dari pengungsian setelah terjadinya gempa tektonik. Pepatah mengatakan, lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya dan masuk kembali ke mulut harimau. Letusan Merapi yang sudah diantisipasi tidak terjadi, gempa tektonik yang dahsyat justru terjadi tanpa diperediksi di lokasi siaga Merapi, begitu ahli menyampaikan bahwa Merapi sudah tidak gawat dan pengungsi pulang kampung justru Merapi meletus dahsyat.

Peristiwa pergeseran lempengan bumi yang mengakibatkan gempa tektonik di Jogja dan Tsunami dahsyat di Aceh bisa terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa bisa diprediksi secara ilmiah. Peristiwanya mirip kecelakaan lalulintas di jalan. Bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Siapkah Anda?

Sumber : FSQ

Baca Juga

ayah-dahsyat

Kelembutan Ayah Kekuatan Dahsyat

MitraFM.com– Kata-kata Ayah itu dahsyat. Telah cukup bagi seorang anak sepenggal nasihat kecil yang keluar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*