RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Memilih Pre-school Berkualitas

Memilih Pre-school Berkualitas

BOLEH boleh saja memasukkan anak ke pre-school jika memang orang tua merasa si buah hati sudah membutuhkannya.Namun,Anda harus cermat memilih dan mencari sekolah yang berkualitas dan merangsang lebih jauh perkembangan otak dan jiwa anak.

Saat ini tempat pendidikan anak usia dini atau biasa juga disebut pre-school begitu banyak bermunculan dengan keunikan dan keunggulan masing-masing. Semuanya menawarkan kelebihan dan fasilitas yang berbeda untuk menarik minat orang tua untuk memasukkan anaknya.Orang tua sebaiknya bijak memilih pre-schoolmana yang berkualitas dan yang tidak. Penelitian terbaru menunjukkan, anak-anak Amerika Serikat berusia 2 hingga 4 tahun yang masuk pre-school dengan kurikulum terstruktur dan memberikan perhatian serta stimulasi yang baik, terbukti dapat meminimalkan kemungkinan memiliki perilaku buruk saat remaja nantinya.Semua partisipan datang dari keluarga berpenghasilan rendah. Hasil penelitian tersebut berpengaruh baik terhadap anak berkulit putih maupun hitam.

Temuan ini dipublikasikan jurnal Child Development edisi September/Oktober 2010. Studi ini dipimpin oleh Elizabeth Votruba-Drzal, seorang asisten profesor bidang psikologi di University of Pittsburgh,Amerika Serikat. Adapun tim penelitinya dari University of Pittsburgh, Boston College,Universidad de Los Andes, Universitas Loyola Chicago dan Universitas Northwestern. Studi dilakukan melalui teknik analisis yang melibatkan sekitar 350 anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Boston, Chicago,dan San Antonio.”Penelitian ini menambah bukti yang menunjukkan perlunya kebijakan, program, dan upaya signifikan untuk meningkatkan akses keluarga berpenghasilan rendah untuk pendidikan usia dini yang berkualitas tinggi,”kata Votruba-Drzal.

Para peneliti mencatat bahwa lebih dari 12 juta anak di bawah usia 6 tahun terdaftar dalam beberapa bentuk program penitipan anak,pendidikan usia dini atau preschool di Amerika Serikat.Semua partisipan studi yaitu 350 anakanak dalam analisis ini adalah bagian dari penelitian yang terus berjalan mengenai dampak reformasi program kesejahteraan nasional Amerika Serikat pada 2006 yang telah menyentuh keluarga berpenghasilan rendah. Votruba-Drzal dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa keluarga berpenghasilan rendah yang terlibat dalam penelitian ini kebanyakan memasukkan anaknya ke ”Head Start”, sebuah program simulasi dini terhadap anak minoritas dan yang kurang mampu di Negeri Paman Sam tersebut yang bertujuan memerangi kemiskinan. Selain itu,program pendidikan anak berbasis rumah yang telah banyak tersedia di komunitas warga.

Daripada kegiatan intervensi atau program khusus,kedua model pendidikan dini tersebut yang memang lebih digemari keluarga berpenghasilan rendah. Anakanak yang menjadi partisipan memang mendapatkan pengajaran yang responsif dan menarik di pre-school tempatnya bersekolah. Menurut laporan studi, diketahui perilaku agresif dan tindakan melanggar berkurang pada saat mereka memasuki pertengahan masa kanak-kanak,yaitu usia 7 hingga 11 tahun. Para peneliti juga menemukan, anak-anak berkulit hitam dan lakilaki pada umumnya yang paling banyak mendapatkan keuntungan langsung dari pola pengasuhan yang baik dan terstruktur di tempat penitipan anak dan pre-school yang mereka masuki.

”Selain beberapa model program intervensi awal dan sedikit studi longitudinal jangka pendek, pengetahuan kami terbatas tentang sejauh mana implikasi dari perawatan dan pendekatan anak di pre-school untuk perkembangan dan pertumbuhan mereka yang datang dari keluarga erpenghasilan rendah,”tutur Votruba-Drzal. ”Penelitian ini memperkuat pemahaman kami tentang bagaimana kualitas pengajaran di berbagai tempat penitipan anak dan pre-school untuk anak-anak dalam keluarga berpenghasilan rendah terhadap perkembangan otak dan jiwanya hingga pertengahan masa anak-anak,”ujarnya.

Menyekolahkan anak di sekolah taman bermain,playgroup atau pre-schoolmemang sedang menjadi tren saat ini. Misalnya, anak usia di bawah tiga tahun pun mulai sekolah di playgroupyang belakangan banyak yang membuka kelas khusus bayi. Para orang tua umumnya ingin lebih cepat mengetahui minat dan bakat anak sejak usia dini melalui pre-school. Selain itu, memasukkan anak ke pre-school diyakini sebagai sarana untuk bersosialisasi, mengajari anak untuk tidak egois, bahkan bisa berbahasa Inggris, matematika, dan sebagainya. Banyak orang tua menganggap daripada membiarkan anak-anak diasuh oleh pembantu atau babysitter, lebih baik kalau mereka juga mengikuti program perkembangan secara menyeluruh di sekolah dengan aspek-aspek sosial, emosional dan intelektual benar-benar digarap.

Para ahli berpendapat, hal itu sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, jika orang tua telah menemukan sekolah yang tepat, perlu diingat bahwa tanggung jawab sepenuhnya tetap berada di tangan orang tua. Bukan berarti orang tua lepas tangan setelah anak disekolahkan di pre-school. Bagusnya jika memang sang ibu memiliki waktu yang cukup luang,pre-school bisa saja diciptakan sendiri di rumah sehingga pengawasan dan perkembangan anak bisa dipantau langsung oleh sang ibu. Hal ini meminimalkan kekhawatiran bahwa terkadang orang tua jadi lepas angan jika anak disekolahkan di luar.

Padahal, pada dasarnya setiap anak cerdas sehingga bisa dilatih di rumah. Apalagi jika Anda ingin mendidik anaknya di rumah, tak perlu repot menyiapkan berbagai alat peraga yang akan dijadikan stimulan untuk anak mengenal atau mengetahui sesuatu. Karena apa pun yang ada di rumah, bisa digunakan untuk menstimulasi anak. Misalnya, menggunakan gelas untuk mengajari anak tentang bunyi-bunyian suatu nada.Karena itu, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli alat peraga dalam mendidik anak. Selain itu, story telling atau bercerita tidak hanya dengan katakata melainkan dengan gerak tubuh ternyata bisa lebih cepat diserap anak ketimbang hanya dengan kata-kata tanpa ekspresi. (seputar-indonesia.com)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*