RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Ilmuwan Ciptakan Sensor Antisipasi Gunung Meletus

Ilmuwan Ciptakan Sensor Antisipasi Gunung Meletus

Pemancar Radio yang dapat menahan panas hingga 900 derajat celcius dapat segera dijauhkan ke dalam bumi untuk memberikan peringatan dini terhadap letusan gunung berapi.

Teknologi state-of-the-art yang dipelopori oleh para pakar dari Universitas Newcastle menggunakan elektronik silicon carbide yang dapat menahan suhu sama dengan bagian dalam mesin jet.

Pengukuran perubahan tingkat gas vulkanik seperti carbon dioxide dan sulphur dioxide, sensor nirkabel akan memberikan sinyak balik data real-time ke permukaan, memberikan informasi penting tentang aktivitas vulkanik dan letusan apa pun yang akan datang.

Dan karena struktur molekul yang unik – lebih stabil daripada silikon – silicon carbide juga memiliki toleransi radiasi yang tinggi dan membuka kemungkinan untuk digunakan dalam industri nuklir.

Sensor dapat mendeteksi berbagai konsentrasi gas pada temperatur 200-300 C. Silicon carbide dapat bekerja pada suhu sekitar 600 derajat.

Tim telah mengembangkan komponen yang perlu dan mengintegrasikannya kedalam perangkat seukuran iPhone yang digunakan diberbagai lokasi seperti pembangkit listrik, mesin pesawat terbang bahkan gunung berapi.

Perangkat itu adalah salah satu dari beberapa teknologi yang telah dikembangkan oleh para ahli di university’s Centre for Extreme Environment Technology, yang diatur untuk ‘hadir dimana belum ada teknologi sebelumnya’ dan membuka rahasia dari beberapa lingkungan ganas di dunia.

Dr Alton Horsfall, yang memimpin pekerjaan silicon carbide berkata: “Pada saat ini kami tidak memiliki cara akurat untuk memantau situasi di dalam sebuah gunung berapi tapi kenyataannya pengumpulan data yang benar-benar berjalan ketika pasca-letusan.

“Dengan 500 juta orang yang hidup dalam bayang-bayang gunung berapi ini jelas tidak ideal.

“Kami masih memiliki beberapa cara untuk melakukannya tetapi menggunakan teknologi silicon carbide, kami berharap untuk mengembangkan suatu sistem komunikasi nirkabel yang secara akurat bisa mengumpulkan dan mengirimkan data kimia dari kedalaman gunung berapi.”

Dan perangkat memiliki kegunaan lain. “Jika seseorang meledakkan sebuah bom di bawah tanah, misalnya, alat itu akan masih tertempel di dinding dan menceritakan apa yang terjadi,” kata Dr Horsfall Majalah Engineer. “Jika sebuah bom kotor telah meledak kamu ingin tahu tentang apa yang terjadi sebelum kamu mengirim orang masuk”

Tim juga mengembangkan sebuah kendaraan mikro yang bisa dikontrol dari jarak jauh yang dapat digunakan untuk data lingkungan sekitar garis pantai kita, demikian Daily Mail.

(antaranews)

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com –¬†Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*