RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Menyisihkan Jatah Hura-hura dari Gaji

Menyisihkan Jatah Hura-hura dari Gaji

Sebulan penuh bekerja, ketika mendapat gaji rasanya lega sekali. Akan tetapi, begitu angka di ATM bertambah sepertinya ada bertumpuk kebutuhan yang harus dipenuhi. Kalau sudah begini, kapan bisa berhura-hura menikmati gaji?

Sebenarnya tak salah jika Anda menyiapkan dana khusus untuk “hura-hura”. Jika ada dana itu, maka kebutuhan untuk bersenang-senang meski hanya sedikit dapat terpenuhi. Menurut Daniel Tulasi, SE, MM, CFP, perencana keuangan dari Unika Widya Mandala Surabaya, sebetulnya jumlah nominal yang bisa diambil dari pendapatan seseorang untuk rekreasi pada masa lajang dan keluarga muda, tidak dapat ditentukan secara pasti. Pendapatan itu tidak hanya gaji. Penghasilan di luar gaji juga harus dihitung dalam komponen pendapatan.

“Akan tetapi, pendapatan dan tujuan keuangan biasanya dijadikan pertimbangan pokok yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan keuangan,” kata Daniel, Rabu (1/12/2010) lalu.

Para lajang memang lebih leluasa memakai pendapatannya untuk “menikmati” hidup. Namun, Daniel menyarankan dana hura-hura itu cukup disediakan 12 persen dari total pendapatan. “Jangan lupa, mereka harus menyisihkan uang untuk asuransi dan tabungan,” ujar Daniel.

Asuransi itu sebaiknya dimulai sejak muda sebagai bekal kelak ketika sudah tidak bekerja. Asuransi seharusnya masuk perspektif biaya wajib, sehingga saat mendapat gaji, wajib disisihkan untuk asuransi.

Berbeda dengan lajang, pasangan muda yang sama-sama bekerja dengan satu anak, misalnya, memiliki prioritas berbeda. “Mereka harus menyisihkan asuransi, persiapan pendidikan anak, tabungan, dan investasi  seperti properti. Adakah dana untuk hura-hura? Anggarkan saja 10 persen. Kelihatannya persentasenya kecil, tetapi karena pendapatannya rangkap, maka besarannya juga makin tinggi,” tutur Daniel.

Meski demikian, anggaran untuk hura-hura ini sebaiknya digunakan secukupnya. Jika bersisa, segera masukkan pos tabungan.

Berikut panduan mengatur gaji pada masa lajang dan awal pernikahan:

Masa lajang
Tujuan keuangan dan pilihan gaya hidup akan sangat menentukan jumlah dana untuk hura-hura. Misalkan gaji sebesar Rp 3 juta, maka alokasikan dana untuk keperluan berikut:
* Kebutuhan hidup dan operasional              < 65 persen
* Asuransi                                                   < 8 persen
* Dana tabungan                                         > 10 persen
* Dana untuk hura-hura                               < 12 persen
* Lain-lain (misalnya membantu keluarga)    < 5 persen

Masa awal pernikahan
Jika suami-istri bekerja, pendapatan akan meningkat, misalnya Rp 6 juta.
* Kebutuhan hidup dan operasional              < 50 persen
* Asuransi                                                   < 10 persen
* Investasi, misalnya properti                        > 12 persen
* Persiapan pendidikan anak (1 anak)          < 5 persen
* Tabungan                                                  < 8 persen
* Dana untuk hura-hura                                < 10 persen
* Lain-lain (misal, membantu keluarga)         > 5 persen

Jangan lupa, pendapatan dan tujuan keuangan, terutama gaya hidup seseorang, sangat menentukan porsi dana untuk hura-hura ini.

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*