RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Ayo, Ajarkan Me-Manage Uang Sejak Dini

Ayo, Ajarkan Me-Manage Uang Sejak Dini

SI kecil sudah mulai mengerti tentang uang? Kemana kira-kira ia akan menghabiskan uangnya? Ke warung dekat rumah untuk dibelikan permen, makanan, minuman ringan atau mainan? Wah, alangkah baiknya jika uang yang kita beri ke anak dapat teralokasikan dengan baik ya Moms. Sebenarnya sejak usia dini anak sudah bisa dilatih untuk me-manage uangnya sendiri lho!

Mengenal Uang

Pada usia prasekolah biasanya anak mulai mengerti tentang uang. Seperti pengalaman Holy Setyowati (31 tahun) yang sudah mengenalkan uang pada putrinya Claire Bridgette (4 tahun) sejak usia tiga tahun. “Kalau saya belanja di minimarket, waktu membayar saya beri sejumlah uang kepada Claire, lalu dia yang membayar ke kasir,” ujarnya.

Dengan mengenal uang, diharapkan anak dapat menghargai uang, mengenal bagaimana cara berhemat, dipakai untuk apa saja, dan apakah ada tujuan ke depan untuk penggunaan uang tersebut.

Seperti dikatakan oleh Mohammad B. Teguh, Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial, “Jangan sampai, karena anak-anak belum mengerti nilai uang, malah dibuat mainan. Misalnya saja digunting-gunting. Jelaskan bahwa uang adalah suatu alat pembayaran yang sah, bisa ditukar dengan barang,” terang Mohammad.

Lain lagi dengan Ika Agustin (35 tahun), si sulung Najwa Syaqilla Ahmad (5 tahun) sejak usia tiga tahun sudah tahu membelanjakan uang dengan pecahan Rp 1000. “ Dengan seribu Rupiah Najwa dapat membelanjakan uangnya untuk membeli roti di warung,” cerita Ika.

Kenalkan Fungsi Uang

Uang adalah alat tukar pembayaran. Tapi anak juga perlu tahu fungsi lainnya seperti menabung dan beramal. Di sekolah-sekolah seperti Play Group atau TK biasanya diadakan tabungan untuk anak-anak yang dikelola oleh guru mereka. Secara berkala setiap seminggu atau dua minggu sekali, bahkan ada pula yang setiap hari, anak mengisi tabungan mereka. Seperti yang dialami oleh Najwa. Ika, sang Mama yang berprofesi sebagai Account Executive setiap hari memberikan uang sebesar Rp 10.000 untuk ditabung di sekolah.

Sementara, kegiatan menabung bukan didapat Claire dari sekolah melainkan dari sang Mama langsung. Sebelumnya Holy sudah sering bolak-balik mengajak Claire ke bank. Hingga akhirnya ketika si kecil berusia tiga tahun ia memutuskan untuk membuatkan Claire tabungan junior di salah satu bank swasta nasional. “Saya sengaja mencari tabungan yang memiliki fasilitas rekening untuk anak. Waktu menabung, saya dampingi Claire yang menyetorkan sendiri uangnya ke teller,” bangga Holy sambil memamerkan kartu ATM milik putrinya.

Mohammad pun sepakat untuk mengenalkan si kecil pada lembaga keuangan seperti bank sejak dini. “Belajar menabung, paling mudah dilakukan di sekolah anak. Selain itu diajak ke bank. Jelaskan bahwa ini adalah rekening untuk dia menyimpan uang. Biarkan dia melihat langsung proses menabung, dan perlihatkan jumlah tabungan yang tertera di buku tabungannya meskipun dia belum mengerti nominal yang tercetak di buku,” terang Mohammad.

Sebelum mengajak anak ke bank, penting untuk mengajak anak berdiskusi tentang uang yang diberikan kepadanya. “Dari uang yang kita berikan, dia bisa mengaturnya sendiri. Seberapa dia akan jajan, dia akan tabung, lalu kemudian berapa yang akan diamalkan. Jadi sejak awal dia sudah tahu fungsi-fungsi dari uangnya.

Selain untuk konsumsi dan menabung, satu lagi yang tak kalah penting adalah fungsi uang untuk beramal. Misal, dari uang sejumlah Rp 5.000 yang kita beri, dibagi tiga antara belanja, menabung, dan beramal. Biarkan anak memberikan sendiri uang amalnya ke pengemis. Atau ketika mengajak anak beribadah, biarkan ia memasukkan sendiri uangnya ke kotak amal. Tekankan kepadanya, seberapapun besarnya uang yang disumbangkan akan bermakna besar bagi yang diberi.

Mencegah dari sifat Boros dan Pelit

Dengan membiasakan diri agar anak mampu mengatur uang sakunya, anak dilatih untuk cermat, tidak boros, dan tidak pelit. Mengajarkan anak untuk mengatur uang bukan berarti menjadikan anak money oriented lho! Karena ketika dia punya uang, dia langsung mengaturnya, untuk dirinya sendiri dan untuk membantu orang lain lewat beramal. “Saat dewasa kelak dia akan cermat mengalokasikan pendapatannya, untuk biaya hidup, menabung, dan beramal,” papar Mohammad.

Setali tiga uang, Holy yang berprofesi sebagai Researcher and Trainer mendidik Claire untuk rajin beramal, peka terhadap sesamanya yang kurang mampu. “Saya ajak anak untuk rajin memberi. Seperti beberapa kali Claire saya ajak belanja bareng untuk kemudian belanjaan tersebut kami serahkan untuk anak-anak di panti asuhan,” urai Holy.

Jika sejak dini anak tidak dikenalkan dengan filosofi uang dikhawatirkan kelak yang dia tahu uang hanya untuk konsumsinya saja. Justru hal ini akan menjadikan anak konsumtif.

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*