RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Tumbuhkan Kebersamaan dalam Keluarga

Tumbuhkan Kebersamaan dalam Keluarga

KEBERSAMAAN dalam keluarga, ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kurangnya kebersamaan bisa menimbulkan efek negatif pada anak.
”Mah, aku pulang telat ya, aku ikut acara makan barengnya minggu depan saja,” tutur Putri pada ibunya melalui telepon selulernya. Lagi-lagi remaja berusia 15 tahun itu melewatkan makan malam bersama dengan keluarga yang hanya diadakan setiap minggu ini. Di keluarga Putri makan malam bersama diadakan setiap Kamis malam. Sementara hari lainnya, acara makan bersama tak bisa dilakukan karena kesibukan masing-masing.

Isyani, 42, sang ibu hanya bisa menghela nafas panjang. Dia merasa semakin jauh dengan anakanaknya. Terkadang, walaupun Putri bisa ikut makan malam bersama, tetapi smart phone-nya selalu di tangan, tidak berhenti juga dirinya senam jari alias mengutak-atik ponsel untuk chatting dengan teman-temannya.

Sama halnya dengan Dito, sang adik. Walaupun ada dalam satu meja makan, tetapi Dito seperti asyik berada di dunianya, dunia maya, yang sibuk berkutat dengan sapaan temannya yang berada di Australia. ”Jika ditegur, anak sekarang ada saja alasannya, karena jarang ketemu teman lah, atau apalah yang kadang tidak masuk akal. Sekarang anak sulit sekali diajak berkomunikasi, apalagi diskusi,” keluh Isyani.

Saat ini bisa dikatakan kebersamaan dalam keluarga susah sekali ditemukan, tidak hanya kebersamaan fisik, tetapi juga keterlibatan emosi saat semua keluarga berkumpul bersama. Di zaman yang serbacanggih ini, ternyata membawa dampak dalam hubungan berkeluarga, termasuk dalam hal hubungan emosional antaranggota keluarga.

”Tidak jarang juga kita temukan di suatu restoran, ayah dan anak membuka laptop mereka masing- masing, tanpa ada percakapan di dalamnya,” papar pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta CEI PSYCH-K Practioner.

Dijelaskan olehnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa 75 persen remaja berumur 12 sampai 18 tahun memiliki handphone dan sekitar 75 persen melakukan chatting online. Keadaan ini mengurangi intensitas anggota keluarga untuk berkomunikasi secara langsung dan merasakan kebersamaan dan kedekatan antara satu sama lain. ”Banyak keluarga yang masih meluangkan waktu bersama, memang bersama secara fisik, tetapi tidak ada kebersamaan secara emosional karena masing-masing sibuk dengan gadget-nya,” ungkapnya.

Pengaruh media elektronik yang sedemikian tinggi dan tidak ada batasnya di mana pun dan kapan pun bisa diakses, membuat hampir kebanyakan orang menjadi sangat bergantung dan merasa tidak nyaman jika terhenti walau untuk waktu sejenak. ”Keadaan ini memberikan dampak negatif jika tidak disiasati,” tandasnya.

Masih dijelaskan Hanny, cara komunikasi tersebut bisa memberi dampak negatif karena membuat individu menjadi kurang mampu untuk memahami ekspresi muka lawan bicara. Mereka serbaingin cepat melakukan sesuatu, serbaterburu-buru, menjadi tidak tenang, gampang mengalami emosi negatif atau mudah merasa kesal, marah dan kecewa sulit memahami bahasa tubuh, serta tentunya menjadi sulit untuk konsentrasi.

Hanny menyebutkan, saat ini tidak sedikit anak yang melakukan tindakan negatif seperti sering berbohong, sering membolos sampai pada tindakan negatif dalam hal moral. Semua tindakan tersebut terjadi karena kurangnya waktu yang diluangkan oleh orangtua dengan anaknya atau kualitas pertemuan yang rendah yang tentunya tidak melibatkan kedekatan fisik dan emosi.

”Dari adanya fakta, sangatlah penting bagi para orangtua untuk selalu berusaha meluangkan waktu bersama keluarga baik secara fisik maupun emosi yang dilakukan dengan penuh kasih sayang dan saling menghormati,” ujar dia.

Luangkan waktu bersama keluarga setidaknya 30 menit dalam sehari, libatkan mereka secara emosional sehingga rasa kebersamaan pun lama kelamaan akan tumbuh. Buatlah momen kebersamaan menjadi momen yang memiliki nilai berkualitas.

Dengan adanya kebersamaan, baik kebersamaan secara fisik maupun emosional dalam keluarga, maka karakter atau perilaku positif anak-anak pun bisa berkembang.

Hal tersebut penting karena masa depan anak sangat ditentukan pada awalnya dari lingkungan rumah yang nyaman dan sehat, termasuk sehat dalam melakukan komunikasi.

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*