RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Pemberian ASI Menurun, Tokoh Agama Diminta Bertindak

Pemberian ASI Menurun, Tokoh Agama Diminta Bertindak

ASI merupakan satu-satunya pilihan nutrisi bagi bayi, tapi sayangnya jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif semakin menurun. Untuk itu para tokoh agama diharapkan turut mengkampanyekan pemberian ASI pada masyarakat.

“Kelompok tokoh agama ini lebih kuat pengaruhnya. Biasanya kalau bidan-bidan muda yang berbicara tidak mau didengar, tapi kalau pak ustad atau tokoh agama yang berbicara mereka enggak bisa ngomong apa-apa,” ujar DR Minarto MPS selaku Dirjen Bina Gizi Masyarakat Kemenkes dalam acara lokakarya ‘Pandangan dan Peran Organisasi Agama dalam Memasyarakatkan ASI’ di Hotel Park Lane, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Minarto menuturkan saat ini jumlah anak yang diberikan ASI eksklusif (hanya memberikan ASI saja selama 6 bulan) makin lama semakin menurun. Kondisi ini kemungkinan terjadi karena ada 3 indikasi, yaitu:

  1. Ibu tidak yakin tentang manfaat ASI karena tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai ASI, sehingga ibu menjadi mudah goyah dan tergoda oleh iklan-iklan susu formula yang beredar. Selain itu kadang terganjal oleh aspek kultural atau budaya dari nenek moyangnya.
  2. Kondisi lingkungan yang belum mendukung pemberian ASI. Beberapa lingkungan terkadang tidak mendukung program pemberian ASI eksklusif, seperti di pusat perbelanjaan, pabrik, terminal atau kantor terkadang tidak memiliki tempat yang layak untuk menyusui.
  3. Promosi dan iklan dari susu formula yang sangat intensif, sehingga banyak ibu menyusui yang akhirnya beralih ke susu formula.

“Untuk itu kita harus jaga agar ibu-ibu yang berada ‘di tengah’ atau sedang goyah ini tidak kabur dari ASI, karena kalau ingin masa depan yang baik, mau tidak mau harus mendukung ASI,” ungkap Minarto.

Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pemberian ASI, yaitu:

  1. Menciptakan lingkungan yang kondusif melalui peraturan pemerintah dan juga kebijakan.
  2. Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan tentang menyusui dan manfaat ASI bagi ibu, keluarga dan masyarakat.
  3. Penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan.
  4. Peningkatan komitmen dan kapasitas stakeholder dalam meningkatkan dan mendukung pemberian ASI.

“Para tokoh agama ini diharapkan bisa menjadi ‘agent of change’ melalui penyebaran informasi kepada para penganutnya, baik melalui pengajian, ceramah agama atau pun kegiatan-kegiatan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu Angela Kearney selaku kepala perwakilan UNICEF di Indonesia menuturkan peningkatan pemberian ASI bisa mengurangi masalah kekurangan gizi dan juga kematian anak-anak di Indonesia secara drastis. Selain itu manfaat ASI berlangsung terus selama masa pertumbuhan hingga dewasa yang membuatnya menjadi lebih produktif dan lebih sehat.

“Semua kitab suci memuat ayat-ayat yang menganjurkan pentingnya pemberian ASI. Untuk itu para pemimpin agama, rohaniawan, serta pimpinan organisasi keagamaan di Indonesia bisa menjalankan peran yang penting, karena dengan iman tidak ada yang mustahil,” ungkapnya.

Dengan adanya peran dari para tokoh agama dan juga masyarakat, nantinya diharapkan bisa memberikan tekanan bagi penentu kebijakan untuk membuat regulasi yang dapat memenuhi kebutuhan para bayi dan jumlah bayi yang mendapatkan ASI akan semakin meningkat.(wlp/Mitra FM)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*