RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Kok, Si Kecil Belum Mulai Jalan

Kok, Si Kecil Belum Mulai Jalan

Setiap orangtua pasti menantikan momen anaknya belajar berjalan. Seakan pada momen tersebut si bayi sedang bersiap menuju level perkembangan yang lebih tinggi. Anak mulai belajar berjalan di sekitar usia 12 bulan. Namun, ketika di usia tersebut si anak belum juga mencoba belajar berjalan, banyak orangtua mulai khawatir dan bertanya apakah perkembangan si anak terlambat.

Pengarang buku The Birth to Five Book, Brenda Nixon berkata, “Kebanyakan orangtua merasa belajar berjalan adalah hal yang penting karena ada anggapan, hal itu terkait dengan kecerdasan anak. Tak sedikit orangtua yang membanggakan anaknya dengan kalimat, ‘Pintar, deh anakku, umur 10 bulan sudah bisa jalan’. Hal-hal seperti ini yang membuat orangtua merasa anaknya yang belum mulai jalan di usia kebanyakan anak mulai jalan berpikir perkembangan anaknya tertunda. Padahal, berjalan berhubungan dengan temperamen dan kesempatan anak, bukan kecerdasan.”

Terlambat?
Kebanyakan orangtua menantikan anak sudah belajar atau setidaknya mencoba berjalan ketika ia mencapai usia 12 bulan atau di usia ulangtahun pertamanya. Standarnya, anak-anak belajar berjalan antara usia 9-18 bulan. Jika si anak baru belajar berjalan di usia mendekati 18 bulan, kemungkinan terbesar karena ia tidak mendapatkan kesempatan, genetis, atau karena temperamennya.

Nixon menceritakan, seperti dikutip dari Babyzone, banyak orangtua yang memiliki bayi berusia 13 bulan menanyakan mengapa anaknya belum juga mulai belajar berjalan, pertanyaan yang ia tanyakan kembali kepada para orangtua itu adalah, “Apakah Anda memberinya cukup kesempatan? Saya menyarankan agar orangtua menggenggam tangan si anak dan biarkan si anak mulai menjejakkan kakinya dan belajar melangkah sendiri.” Nixon menyarankan orangtua menggenggam kedua tangan si anak keliling rumah, menuju mobil, atau membiarkannya berpegangan pada kereta barang Anda di supermarket (tentunya dijaga jangan sampai ia terjepit atau tertimpa barang) sambil ia berusaha mengatur langkahnya. Latihan-latihan seperti ini dibutuhkan anak balita.

Ada pula anak yang memilih mengambil waktunya sebelum mulai belajar berjalan. Sebagian anak yang baru mau berjalan kalau ada yang memegangkan bisa saja dalam sekali waktu tiba-tiba berdiri dan tidak terjatuh, bahkan seakan ia sudah biasa berjalan sendiri.

Yang perlu dikhawatirkan?
Sementara kebanyakan anak yang hanya lambat belajar berjalan adalah anak-anak yang sehat, ada pula beberapa anak yang karena permasalahan perkembangan melewati masa ini. “Beberapa anak yang memiliki masalah neuromuscular, genetik, atau metabolis bisa jadi belajar berjalan di usia yang melewati usia umum anak belajar berjalan akibat kondisi kesehatan mereka,” ujar dr Daniel Brennan, dokter anak di Sansum Clinic and Cottage Children’s Hospital, California, AS. Menurut Brennan, sebagian anak mengalami masalah dalam berjalan akibat masalah ortopedi, seperti dysplasia pada pinggul. Anak-anak ini sebaiknya diperiksakan kondisinya kepada dokter khusus.

Yang penting untuk diperhatikan adalah perkembangan motorik anak, anak yang mengalami masalah pada motorik kasar akan mulai menunjukkan keterlambatan segera. Umumnya, jika anak terlambat berjalan, biasanya ia terlihat juga terlambat belajar untuk duduk. Perkembangan penting motorik kasar termasuk pula saat ia belajar mengkontrol kepalanya di usia 4 bulan dan belajar duduk di usia 6-8 bulan. Anak yang baru belajar duduk di usia 10-11 bulan bisa jadi akan terlambat belajar berjalan.

Saat anak sedikit terlambat berkembang dibandingkan anak seusianya, orangtua secara alamiah akan mulai khawatir. Namun, di kebanyakan kasus terlambat berjalan bukan alasan untuk panik. Beberapa anak memfokuskan diri pada kemampuan berbeda di waktu yang berbeda, karena itulah rentang kewajaran anak untuk belajar pondasi-pondasi perkembangannya cukup luas. Kadang, akan lebih baik untuk menunggu dulu hingga si anak mencoba sambil membantunya. Tetapi, tidak ada salahnya untuk selalu mengecek perkembangan anak kepada ahlinya. (Mitra FM/kcm)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*